Sejarah Uang

pernah dimuat di Suara Merdeka, 14 Agustus 2005

Judul : Sejarah Uang
Judul asli : The History of Money
Penulis : Jack Weatherford
Penerjemah : Noor Cholis
Tebal : xxxiii + 427 hlm.
Cet. : I, Juli 2005
Penerbit : Bentang, Yogyakarta

Sejak ditemukannya uang tiga ribu tahun yang lampau, orang bertikai memperebutkan dan berusaha keras mendapatkannya sebanyak mungkin dalam bentuk apa saja; batangan emas, keping perak, koin tembaga, uang kertas, atau kulit kerang cowrie.
Di sisi lain, uang sanggup menghubungkan dua masyarakat yang sangat berbeda untuk memenuhi impian yang sama. Orang yang ada di pasar pedalaman Kalimantan dan para pengusaha di Amerika Serikat, misalnya, bisa dihubungkan dalam sebuah sistem pasar dunia dimana uang menjadi aktor utama. Mereka digerakkan oleh bahasa yang sama—uang. Saat ini, kita telah memasuki persimpangan dunia dalam memasuki hubungan antara masyarakat dan uang.

Dengan moneterisasi yang berlari begitu kencang, hampir semuanya bisa dinyatakan menurut sebuah denominator umum yang bernama uang. Dengan cara demikian, sebuah sistem nilai bersama ditetapkan untuk menghitung nilai hampir segala sesuatu, mulai dari sekedar roti hingga puisi, dari sejam layanan seks hingga pajak, atau dari tempat-tempat makan anak domba hingga ongkos sewa sebulan. Semua menjadi begitu sederhana dengan uang. Uang menciptakan sebuah cara yang sepenuhnya baru untuk mengorganisasi kehidupan manusia.

Buku karya Antropolog Jack Weatherford ini, mengamati peran uang dalam membentuk kebudayaan manusia. Weatherford menyajikan ulasan sejarah uang dengan sangat detail. Mulai dari pengaruh uang terhadap sistem jual-beli manusia, pergesekan uang dan politik, persinggungannya dengan agama, pertautannya dengan karya sastra, sampai keterkaitannya dengan revolusi ilmu pengetahuan.

Menurut Weatherford, uang telah mengalami tiga revolusi; uang koin, uang kertas, dan uang elektronik. Sejak awal kemunculan