Poin-poin Penting yang Wajib Diketahui Orangtua

disiplin

Dengan padatnya dunia kerja, banyak orangtua yang tidak memiliki cukup waktu untuk mendampingi anaknya tumbuh. Sederhananya, mereka mengoptimalkan hari Sabtu-Minggu sebagai hari keluarga. Dengan kondisi semacam ini, maka memiliki anak yang mandiri adalah cita-cita semua orangtua.

Dengan sedikitnya waktu untuk anak, seringkali waktu yang ada dijadikan sebagai, ya katakanlah, semacam pelampiasan kasih sayang. Ini jelas sah dan benar. Akan tetapi, kita perlu melihat poin-poin mana yang harus kita berikan dan yang tidak harus kita berikan kepada anak.

Continue Reading

Tips Jitu Menjadikan Anak Percaya Diri (PD)

Oleh : Ali Fauzi

Setiap anak memiliki kecenderungan yang berbeda-beda. Kecenderungan inilah yang banyak disebut sebagai faktor keturunan. Akan tetapi, Percaya Diri (PD) tidak terkait langsung dengan keturunan. PD bisa dilatih dan dikembangkan pada diri setiap anak.

Ada beberapa hal yang perlu kita lihat ketika anak kita percaya diri. Jangan-jangan, kepercayaan dirinya hanyalah semu. Yaitu, ketika anak merasa PD hanya karena mereka memiliki HP yang bagus, Jam tangan mewah, atau laptop baru. Kepercayaan diri seperti ini bukan kepercayaan diri dari dalam. Kepercayaan diri yang dimiliki bergantung pada faktor eksternal. Pada kasus seperti ini, anak akan sering kehilangan momen pada saat faktor luar tidak mendukung.

Continue Reading

Anonim


Saya selalu mendampingi Anda. Saya adalah pembantu Anda yang paling rajin, atau beban Anda yang paling berat. Saya akan men-dorong Anda maju, atau menarik Anda jatuh ke dalam kegagalan. Saya sepenuhnya berada dalam kendali Anda. Setengah dari apa yang Anda lakukan mungkin akan Anda serahkan kepada saya, dan saya akan bisa melakukannya dengan cepat, tepat.
Saya mudah dikelola—Anda hanya perlu tegas terhadap saya. Tunjukkan bagai-mana tepatnya Anda ingin agar sesuatu dikerjakan, dan setelah beberapa pelajaran saya akan melakukannya secara otomatis. Saya adalah pelayan bagi semua orang hebat; dan apa boleh buat, juga bagi orang-orang yang gagal. Mereka yang gagal, saya yang membuat mereka gagal. Saya bukan mesin, sekalipun saya bekerja dengan presisi dari sebuah mesin ditambah kecerdasan manusia. Anda mau mendayagunakan saya dan mendapatkan keuntungan, atau memanfaatkan saya untuk kehancuran—hal itu tak ada beda-nya bagi saya. Ambil saya, latih saya, tegaslah terhadap saya, dan saya akan meletakkan dunia di bawah kaki Anda. Anggap enteng saya dan saya akan menghancurkan Anda.

Siapa saya? Saya adalah kebiasaan.

Renungan dari Stephen R Covey

Continue Reading

Persiapan Awal tahun dengan Merancang Manajemen Kelas yang Positif

The-Learning-Process-1

Oleh: Ali Fauzi

Kelas adalah tempat dimulainya seluruh proses pembelajaran di sekolah. Dari kelaslah, kita akan membangun karakter individu siswa dan anak didik. mereka juga akan mulai belajar berbagi dengan sesama, belajar bertoleransi, dan belajar bertanggungjawab. Maka, menyajikan kondisi kelas yang nyaman dan menyenangkan adalah langkah awal untuk memulai membangun komunitas sebuah kelas yang menyenangkan dan dinamis.

Di awal tahun, perlu adanya manajemen kelas yang positif, agar perjalanan selama satu tahun ke depan menjadi proses yang aktif, menyenangkan, membangun, dan dinamis.

Continue Reading

Sekolah yang Menjual atau Memproduksi? ( I )

oleh: M. Ali Fauzi

Munculnya sekolah dengan berbagai label, membuat sebagian orang tua harus lebih selektif dalam memilih pendidikan untuk anaknya. Beberapa contoh label sekolah, mulai dari sekolah bilingual, sekolah internasional, sekolah berbasis agama, fullday school, sampai sekolah alam. Hampir semua pihak sepakat bahwa kemunculan tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini. Pertanyaannya adalah, apakah sebuah sekolah dengan label tertentu menjadi sekolah yang menjual atau sekolah yang memproduksi?

Ada perbedaan mendasar antara sekolah yang mampu memproduksi dan sekolah yang hanya menjual. Yaitu, pada pengelolaan dan pengajaran.

Sekolah yang hanya memiliki kemampuan menjual program, biasanya hanya menerapkan kurikulum diknas apa adanya tanpa pengolahan atas potensi dan kondisi masyarakat.
Sekolah dengan karakter ini, biasanya hanya mengambil program sekolah dan pengajaran dari tempat lain. Sekolah yang mengambil program atau manajemen dari tempat lain tanpa mengolah dan mematangkan sesuai kebutuhan setempat juga termasuk kategori sekolah yang “menjual”. Akibat yang paling terasa adalah lambatnya inovasi, penyikapan, dan penanganan terhadap masalah-masalah yang muncul di sekolah tersebut. Karakter sekolah ‘menjual’ biasanya menunggu perubahan dari tempat dia mengambil program sekolah.

Berbeda dengan sekolah yang ‘memproduksi’. Sekolah dengan karakter ini, benar-benar memiliki keinginan kuat mencetak generasi yang unggul. Inovasi pembelajaran selalu dilakukan agar potensi siswa betul-betul terfasilitasi.

‘memproduksi’ di sini berarti kemampuan menghasilkan program sekolah dan pengajaran terbaik bagi sekolah sendiri. Kemampuan menghasilkan ini pun bisa diperoleh melalui tempat lain, akan tetapi dikembangkan dan dipredalam sedemikian rupa sehingga tepat dalam penggunaan dan penerapannya.

Pada tingkat yang lebih tinggi, sekolah dengan karakter ‘memproduksi’ akan terus berinovasi dan menghasilkan metode terbaik bagi proses pembelajaran. Mulai dari pendidikan karakter, kecakapan hidup, enterpreneur, sampai pada perolehan prestasi akademik dan non akademis.

Untuk para orang tua. Menentukan pilihan sekolah bagi anak adalah investasi masa depan yang harus diperhatikan dengan sangat baik. Maka, lihatlah beberapa program khusus, program umum, program pengembangan, dan manajemen sekolah sebelum menentukan pilihan untuk anak-anak kita.

Untuk para guru. Memberikan yang terbaik kepada anak didik adalah tugas mulia. Berinovasi dan terus belajar adalah kunci untuk mengembangkan diri dan sekolah. Karena, apa yang kita berikan kepada anak dan siswa adalah modal mereka di masa yang akan datang.

Continue Reading