Sekolah yang Menjual atau Memproduksi? ( I )

oleh: M. Ali Fauzi

Munculnya sekolah dengan berbagai label, membuat sebagian orang tua harus lebih selektif dalam memilih pendidikan untuk anaknya. Beberapa contoh label sekolah, mulai dari sekolah bilingual, sekolah internasional, sekolah berbasis agama, fullday school, sampai sekolah alam. Hampir semua pihak sepakat bahwa kemunculan tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini. Pertanyaannya adalah, apakah sebuah sekolah dengan label tertentu menjadi sekolah yang menjual atau sekolah yang memproduksi?

Ada perbedaan mendasar antara sekolah yang mampu memproduksi dan sekolah yang hanya menjual. Yaitu, pada pengelolaan dan pengajaran.

Sekolah yang hanya memiliki kemampuan menjual program, biasanya hanya menerapkan kurikulum diknas apa adanya tanpa pengolahan atas potensi dan kondisi masyarakat.
Sekolah dengan karakter ini, biasanya hanya mengambil program sekolah dan pengajaran dari tempat lain. Sekolah yang mengambil program atau manajemen dari tempat lain tanpa mengolah dan mematangkan sesuai kebutuhan setempat juga termasuk kategori sekolah yang “menjual”. Akibat yang paling terasa adalah lambatnya inovasi, penyikapan, dan penanganan terhadap masalah-masalah yang muncul di sekolah tersebut. Karakter sekolah ‘menjual’ biasanya menunggu perubahan dari tempat dia mengambil program sekolah.

Berbeda dengan sekolah yang ‘memproduksi’. Sekolah dengan karakter ini, benar-benar memiliki keinginan kuat mencetak generasi yang unggul. Inovasi pembelajaran selalu dilakukan agar potensi siswa betul-betul terfasilitasi.

‘memproduksi’ di sini berarti kemampuan menghasilkan program sekolah dan pengajaran terbaik bagi sekolah sendiri. Kemampuan menghasilkan ini pun bisa diperoleh melalui tempat lain, akan tetapi dikembangkan dan dipredalam sedemikian rupa sehingga tepat dalam penggunaan dan penerapannya.

Pada tingkat yang lebih tinggi, sekolah dengan karakter ‘memproduksi’ akan terus berinovasi dan menghasilkan metode terbaik bagi proses pembelajaran. Mulai dari pendidikan karakter, kecakapan hidup, enterpreneur, sampai pada perolehan prestasi akademik dan non akademis.

Untuk para orang tua. Menentukan pilihan sekolah bagi anak adalah investasi masa depan yang harus diperhatikan dengan sangat baik. Maka, lihatlah beberapa program khusus, program umum, program pengembangan, dan manajemen sekolah sebelum menentukan pilihan untuk anak-anak kita.

Untuk para guru. Memberikan yang terbaik kepada anak didik adalah tugas mulia. Berinovasi dan terus belajar adalah kunci untuk mengembangkan diri dan sekolah. Karena, apa yang kita berikan kepada anak dan siswa adalah modal mereka di masa yang akan datang.

Author: Ali Fauzi

SEJUTAGURU merupakan tempat untuk berbagi ide, pemikiran, informasi dan kebijaksanaan hidup. Lebih khusus lagi di bidang pendidikan: guru, pendidik, sekolah, dan proses belajar. Pengelola blog ini adalah seorang guru, orangtua, dan selalu siap menerima dan berbagi ilmu.

Share

Artikel terkait

2 Comments

  1. Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu memproduksi dan menjualnya, bukan memilih akan menjual/memproduksi.
    Sekolah yang bisa mmproduksi, dan programnya bisa dimanfaatkn yang lainnya adalah sekolah model yang hebat. Dan akan sebaliknya kalau ide/program yang muluk yg sudah diproduksi, tidak pernah direalisasikan adalah masih sekolah "sang pemimpi yg ragu2".
    sedangkan penjual yang baik adalah:
    Yang mampu menjual apapun yang dijualnya, selalu menyempurnakan kemampuannya, mentertawakan kegagalan dengan penuh antusias, mengikuti perkembangan tekhnologi,menyuburkan kecintaan pada kerja dan hidup,selalu memanfaatkan apa yang ada di lingkungan, selalu ingin lebih baik,dapat menyesuaikan dalam segala situasi,tidak mudah menyerah, percaya diri,punya pengendalian diri, inovatif, tdk terpaku pada masa lalu, selalu terbaik gagasannya, selalu memiliki pandangan dan penemuan baru, mampu mandiri, mengembalikan perbuatannya pada tanggung jawab pribadi, berhasil/gagal adalah konsukwensi. Yuk…jadikan sekolah kita, mampu memproduksi tapi bukan sebagai sang pemimpi, dan menjual dengan penjaul yang memiliki jiwa enterpreneur yang sejati. Insyaallah ini akan diberkahi….

  2. Sekolah yang memproduksi atau menjual. wah mungkin sudah zamannya enterpreneur ya.Itu bisa dikatakan 'istilah', tetapi meskipun cuma istilah khan konskuensinya ini yang membedakan kedua istilah tsb.Istilahnya bergeser ke bidang ekonomi, ada produsen, ada penjual dan tentunya ada pembelinya.Pada zaman ini misalnya, cetaklah sekolah yang menjual, yang mempunyai harga jual.
    Kedua istilah mempunyai sudut pandang yang berbeda. 1 Memproduksi, berarti menciptakan suatu produk yang bagus, yang handal, yang bisa teruji kualitasnya.Kalau produk sekolah kurang lebihnya menjadikan anak didik berilmu dan berkarakter baik.Karakter itu standar, jika sudah tercapai ya berarti sudah lulus. Keilmuan, ini yang mempunyai tingkatan, misalnya siswa SMP sudah pandai pelajaran sampai pelajaran SMA, kepandaian siswa di satu sekolah lebih dari sekolah lain.
    2. Menjual. yang menjual itu biasanya programnya. Sah-sah saja. program yang bagus diharapkan menjadikan output yang lebih berkualitas. tetapi kalau tujuan jualannya ini lebih diutamakan jangan-jangan nanti para guru berprofesi jadi penjual.sekolah yang bagus pembelajaran dan pengelolaannya itu artinya sesuai dengan program sekolah, visi, misi itu dah cukup. kalau mau dijual ya cari tengkulak …..!

Leave a Reply

Your email address will not be published.