Kenapa Kita Menjadi Orangtua?

Oleh:  Ali Fauzi


Kalau saja matahari terbit di pagi hari kemudian tenggelam pada sore hari, dan itu memang karena seharusnya begitu dan tidak ada yang lain, maka ayat-ayat Tuhan tidak perlu menyebut matahari sebagai tanda kekuasaan-Nya. Faktanya, Tuhan tidak pernah menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia dan tanpa makna.

Dengan anak kebanggaan kami yang masih berusia 20 bulan, kami benar-benar menjadi orangtua. Ketika aku luangkan waktu sejenak dengan membaca sebuah buku, aku mendapat renungan menarik kenapa kita menjadi orang tua. Sungguh tidak sederhana, tetapi juga tidak sulit.

Kenapa kita menjadi orang tua?
Karena anak-anak memilih kita dan ingin belajar tentang cara hidup kita, cara kita beraksi dalam berbagai situasi, dan strategi kita dalam mengharapkan sesuatu yang akan kita capai di masa yang akan datang.

Karena anak-anak kita ingin belajar, maka kita harus menjadi pribadi yang terbuka.
Kenapa kita menjadi orang tua?
Karena kita harus siap mengajari mereka cara pandang kita tentang dunia serta kebenaran yang harus mereka camkan untuk dapat hidup secara utuh lahir-batin. Pada tahap inilah kita harus siap pula membiarkan mereka pergi mengikuti arah mereka sendiri.

Kenapa kita menjadi orang tua?
Agar kita mengurangi pemaksaan cara-cara kita kepada anak-anak kita, yang salah satu kemungkinan besarnya adalah anak-anak kita akan mengulang proses yang sama yang pernah kita lalui.
Agar kita tidak lagi memandang hidup mereka persis seperti apa yang kita alami dan lihat, apalagi seperti yang kita inginkan.

Kenapa kita menjadi orang tua?
Karena mereka butuh pelindung dan teladan. Karena dengan menjadi teladan bagi mereka, kita memberi mereka persiapan yang mereka cari dari diri kita.
Agar kita tidak beranggapan bahwa anak takkan bisa memahami rumitnya perkembangan batin yang kita alami.

Kenapa kita menjadi orang tua?
Karena anak-anak datang kepada kita untuk mempelajari cara hidup dengan orang lain—bersosialisasi—dan jika kita tidak berhasil mengajari mereka hal tersebut, sungguh kita telah mengecewakan mereka.
Kita harus mengajari anak-anak supaya tidak memperlakukan orang lain dengan buruk dan tidak mengacuhkan dunia ini.
Ketika anak-anak kita tidak mengacuhkan aturan dan bertindak tanpa berpikir, kita dapat menghentikan dan mengoreksi sikap mereka sambil memberi mereka semangat pada saat yang sama, dan tetap terfokus pada kegeniusan yang terpancar pada wajah mereka.

Kenapa kita menjadi orang tua?
Karena kita harus mencari cara untuk mengajari anak-anak tentang berbagai konsekuensi, tanpa membuat mereka tertekan dalam prosesnya.

Kenapa kita menjadi orang tua?
Agar kita mengajar dengan cinta yang tegas. Agar air mata yang keluar adalah air mata kehormatan.
Agar kita tetap sadar sepenuhnya, dalam kondisi apapun, untuk tetap bersikap penuh cinta. Agar kita tidak masuk ke dalam sifat interogator berlebih terhadap anak. Karena kalau kita lakukan, anak akan terus membangun pertahanan diri secara psikologis. Mereka akan tertekan.
Kita menjadi orangtua agar cinta yang kita berikan tidak menyiksa mereka karena ketidakmampuannya saat mereka jauh dari kita. Agar cinta yang kita berikan membuatnya menjadi pribadi yang kuat, mandiri, dan bijaksana.

Kenapa kita menjadi orang tua?
Agar kita memberikan kasih sayang kepada mereka, sehingga mereka menyayangi kita, menyayangi dan mengimani yang kita ajarkan, dan sehingga anak-anak kita akan mengetahui perbedaan warna, perbedaan yang baik dan batil, serta perbedaan kebijaksanaan dan kepalsuan.

Menurut James Redfield, dalam bukunya yang saya baca, “sebagai orangtua kita membuat kesalahan besar jika berasumsi bahwa kita tahu pasti apa yang harus dilakukan anak-anak kita dan akan jadi apa mereka kelak. Asumsi-asumsi ini hanya akan membatasi pilihan-pilihan mereka, kesalahan ini dapat membuat mereka bertahun-tahun membenci kita.
Orangtua pasti memiliki intuisi dan membayangkan masa depan anak-anak mereka. Setiap orangtua memiliki wawasan istimewa, tidak hanya soal pendidikan dan rencana karir, melainkan juga berbagai tantangan psikologis yang harus disadari anak-anak untuk mencapai tujuan hidup mereka.”

Dengan cara apapun, kita tidak boleh menganggap bahwa masa depan anak-anak pasti terjadi sesuai perkiraan kita.
Karena hal ini akan menghambat anak-anak kita untuk membentuk masa depan mereka. Masa depan mereka pasti lebih luas dan lebih sinkronistik daripada intuisi kita. Kita hanya bisa membagikan apa yang kita rasakan dengan halus, sambil berusaha agar tidak tergoda untuk terus menerus mengecek keadaan atau mengatur mereka ketika mereka menghadapi jalan buntu. Kesalahan yang mereka buat sendiri sering menjadi pelajaran penting yang akan sangat membantu mereka di kemudian hari.

Yang terpenting bagi kita adalah menemukan cara sederhana untuk menyampaikan harapan-harapan serta pengalaman-pengalaman kita. Agar mereka cepat belajar dan mengerti. Agar kita memiliki kekuatan penuh merubah anjuran dan perintah dari kekerasan fisik menjadi dukungan dan motivasi.

Yang perlu kita katakan pada saat-saat tertentu adalah: apa yang kau lakukan tidak benar, tapi kau anak yang baik. Aku sayang padamu.

Author: Ali Fauzi

SEJUTAGURU merupakan tempat untuk berbagi ide, pemikiran, informasi dan kebijaksanaan hidup. Lebih khusus lagi di bidang pendidikan: guru, pendidik, sekolah, dan proses belajar. Pengelola blog ini adalah seorang guru, orangtua, dan selalu siap menerima dan berbagi ilmu.

Share

Artikel terkait

5 Comments

  1. semoga anak2 kita menjadi pribadi yang baik, yang senantiasa mencerminkan nilai2 kebaikan. dan kita menjadi orang tua yang baik dan selalu di rindukan keberadaan kita oleh anak2. amin …

  2. menjadi orangtua bukan hanya karena ingin tapi juga dibarengi dengan ilmu,,, ^^, sedang belajar itu.
    semoga kelak aku jadi orangtua bukan karena hanya ingin disayangi oleh anak kita tapi karena untuk melahirkan generasi yang lebih baik yang begitu dekat pada Tuhannya. memliki akqidah yang kokoh ^^. amiin

  3. Saya seorang Anonim dan anda tak perlu tahu siapa saya.

    Kalau artikel ini ada di koran, pastia akan mendapat banyak komentar dari siapa saja.

    Terima Kasih atas penjelasannya,

    doakan yang terbaik untuk saya dan begitupula saya akan mendoakan untuk anda, keluarga anda, dan rezeki anda.

    sekali lagi Terima Kasih,
    WSS. WR WB

Leave a Reply

Your email address will not be published.