Peraturan Kelas: 5 Aturan Penting Membuatnya

peraturan kelas

Oleh: Ali Fauzi

Ruang kelas adalah tempat yang tak terduga sekaligus penuh makna. Selain belajar dan bermain, di kelas, anak akan belajar menghargai orang lain. Di kelas juga, anak akan saling berbagi ilmu dan informasi. Namun, ruang kelas bisa menciptakan lebih dari itu semua.

Di kelas, anak bisa belajar memilih melakukan sesuatu yang baik dan kurang baik. Anak juga akan belajar tentang resiko dan tanggung jawab, belajar tentang perasaan orang lain, belajar tentang kepercayaan diri, mengatur diri, dan mengasah kreativitas. Itu semua tergantung kita, para guru, sebagai pengelola kelas.
Agar keteraturan dan ruang belajar anak terbuka seluas-luasnya, maka perlu peraturan dan prosedur kelas. Inilah empat aturan dasar dalam membuat peraturan kelas.

1. Buatlah peraturan bersama-sama dengan anak.

Membuat peraturan bersama anak, akan menimbulkan tanggungjawab bersama. Sehingga, peraturan itu nantinya akan ditegakkan dan disepakati bersama oleh penduduk kelas. Biasanya, peraturan yang muncul akan sangat banyak. Maka, tugas guru adalah membuat peraturan itu menjadi sesuai dengan aturan-aturan di bawah ini.

2. Menggunakan Bahasa dan kata-kata yang positif

Bahasa yang positif akan menunjukkan kepada anak didik apa yang seharusnya dilakukan. Sedangkan bahasa dan kata-kata yang negatif akan menunjukkan kepada siswa bagaimana cara menghindari sesuatu.

Contoh bahasa yang positif:

Mendengarkan ketika seseorang sedang berbicara

Contoh bahasa yang negatif (biasanya ditandai dengan kata “jangan”/”tidak boleh”):

Jangan berlari di dalam kelas

3. Bahasa peraturan harus jelas

Setiap anak harus memahami dengan baik sebuah peraturan. Sehingga anak juga memahami apa yang harus dilakukan dengan peraturan itu.

Contoh yang kurang jelas :

Setiap anak harus bersikap yang baik.

Contoh yang jelas:

Mengikuti instruksi guru.

4. Usahakan jumlah peraturan hanya sedikit

Dengan jumlah yang sedikit, maka anak akan lebih mudah mengingat dan mematuhinya. Bagi guru, juga akan lebih mudah untuk mengingatkan dan menegakkan peraturan tersebut.

Contoh: peraturan mengikuti instruksi guru, sudah mengandung banyak peraturan. Seperti duduk yang tertib saat belajar, tidak makan saat belajar, dan seterusnya.

5. Konsisten dalam penegakan

Hal penting dalam menegakkan peraturan kelas adalah konsistensi dan kepercayaan kita sebagai guru kepada anak. Apabila ada satu anak saja yang kita biarkan melanggar peraturan, maka anak lain akan mengikutinya secara otomatis.

Kita harus menunjukkan kepada anak bahwa peraturan harus ditaati dan manfaatnya akan kembali kepada kita semua.

Terakhir, sampaikan harapan dan kepercayaan kita kepada anak bahwa mereka mampu menaatinya dengan baik dan penuh semangat. Karena peraturan dibuat untuk kebaikan kita bersama.

Selamat mencoba!

Author: Ali Fauzi

SEJUTAGURU merupakan tempat untuk berbagi ide, pemikiran, informasi dan kebijaksanaan hidup. Lebih khusus lagi di bidang pendidikan: guru, pendidik, sekolah, dan proses belajar. Pengelola blog ini adalah seorang guru, orangtua, dan selalu siap menerima dan berbagi ilmu.

Share

Artikel terkait

2 Comments

  1. mantap nih blog…maju terus kang fauzi…kita jadi tercerahkan namun yang menjadi kesusahan kami selaku pendidik adalah ketika berada di kelasnya…kita masih bingung nih cara membuat peraturannya kalau boleh dilampirkan contoh-contoh peraturan yang ada dikelasnya, maklum pemahamannya lom jauh jadi masih seperti orang yang dituntun meniti sebuah jalan. trimakasih kang…

Leave a Reply

Your email address will not be published.