Mendidik Anak Berpikir Kritis dan Analitis

berpikir kritis

 

Oleh: Ali Fauzi

Kalau anda memberi ikan kepada orang kelaparan, maka anda menyelamatkannya hari ini. Akan tetapi, kalau anda mengajarinya memancing, maka anda menyelamatkan dia dalam waktu panjang. Inilah salah satu alasan kenapa penting dan perlu mengajarkan anak berpikir analitis.

Transfer pengetahuan ke anak memiliki beberapa tipe. Salah satu yang digemari adalah model hafalan. Padahal model ini sudah seharusnya tidak sering dipakai lagi. Karena kalau diteliti dan diingat, apa yang kita ajarkan kepada anak melalui hafalan tidak lebih penting dari cara mengolah pengetahuan itu sendiri.
Pada akhirnya, pengetahuan bukan untuk menjawab soal ulangan atau ujian, melainkan untuk modal mengarungi kehidupan.

Cepatnya informasi memudahkan bagi siapapun untuk mengetahui banyak hal. Kalau pengetahuan sungguh mudah, maka modal penting bagi anak adalah cara mengolah dan memanfaatkannya. Karena, keterampilan ini juga akan mereka gunakan dalam memecahkan kehidupan sehari-hari.

Melatih anak berpikir kritis dan analitis haruslah melalui tahapan. Ini adalah tahapannya.

1. Memahami

Ini adalah tahap awal. Memahami dengan baik pengetahuan itu sendiri.

2. Membandingkan untuk Mengidentifikasi perbedaan dan persamaan

Latihlah anak untuk membandingkan dua persoalan yang berbeda atau dua pengetahuan yang terkait. Bisa jadi yang pro dan kontra, yang kini dan sebelumnya, atau pengetahuan yang sejenis di kasus yang berbeda.

Tujuan utama membandingkan adalah kemampuan mengidentifikasi perbedaan dan persamaan.

3. Menarik kesimpulan (sintesis)

Setelah membandingkan, maka mengajari anak untuk menarik kesimpulan. Dalam proses ini, bisa jadi nanti mengambil kelebihan dua-duanya atau mengkolaborasi dan memadukan persamaan dan perbedaan tersebut.

4. Berpikir mandiri

Inilah tahap kreatif yang ingin dicapai. Buatlah contoh, ciptakan kondisi, dan latihlah anak untuk tidak takut mencoba hal baru yang belum pernah ada.

Terimakasih, semoga bermanfaat.

Author: Ali Fauzi

SEJUTAGURU merupakan tempat untuk berbagi ide, pemikiran, informasi dan kebijaksanaan hidup. Lebih khusus lagi di bidang pendidikan: guru, pendidik, sekolah, dan proses belajar. Pengelola blog ini adalah seorang guru, orangtua, dan selalu siap menerima dan berbagi ilmu.

Share

Artikel terkait

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.