Susunan Duduk Di Kelas Masih Gaya Lama? Pertimbangkan Untuk Mengubahnya! Sebuah Renungan

classroom

Oleh : Ali Fauzi

Orang bilang, dunia sudah berubah. Akan tetapi, kita masih sering menyaksikan sekolah atau lembaga pendidikan dengan gaya duduk siswanya seperti tiga atau lima puluh tahun lalu. Semua siswa menghadap ke depan ke arah guru.

Ya, tidak ada yang salah dengan gaya duduk seperti ini. Pendidikan bisa berkembang dengan gaya apa saja selama tujuan utamanya masih bisa terpenuhi. Namun, mari kita melihat cara baru yang sangat mungkin bisa lebih baik dari cara sebelumnya. Kebutuhan untuk merubah gaya belajar merupakan kebutuhan zaman.

Kita, sebagai orang dewasa selalu memiliki pilihan setiap waktu. Ketika hendak makan, kita bebas memilih makanan yang kita sukai. Mau mengerjakan sesuatu, kita juga punya pilihan waktu untuk mengerjakannya. Bahkan, ketika ingin minum kopi, orang dewasa akan menentukan sendiri tentang waktu, takaran, dan rasa.

Sebagai guru dan orangtua, kita juga menginginkan anak kita memiliki pilihan terhadap dirinya. Dalam usia sekolah, pilihan yang bagaimana yang harus kita berikan kepada anak? Tentu saja, tidak semua hal. Namun ingatlah bahwa jika kita ingin menjadikan anak kita siap menghadapi tantangan dan menjadi problem solver, akan sulit terwujud jika kita selalu dan terus menentukan pilihan mereka dan selalu menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.

Untuk inspirasi, lihatlah di akhir tulisan ini foto-foto kantor dan ruang yang menginspirasi!

Tujuan guru bukan semata menaikkan anak didiknya dari kelas bawah menuju kelas selanjutnya. Salah satu tugas guru adalah menaikkan level kemampuan dan kematangan berfikir, serta kedewasaan bersikap. Lebih jauh lagi, jika kita menyiapkan anak untuk masa depan, salah satu yang bisa kita lakukan adalah menghadirkan ruang kelas dan tempat belajar yang dinamis, komunikatif, atraktif, dan menyenangkan. (Baca tentang manajemen kelas yang baik)

Mengubah model tempat duduk adalah salah satu cara yang sangat baik untuk memulai mengatur kelas untuk belajar. Tentu saja, dengan melibatkan anak untuk mengaturnya. Jika belum terbiasa, jelaskan dengan sangat detail tentang manfaat dan hal positif yang bisa kita dapatkan dengan model susunan duduk yang baru. Jika kita berhasil menyampaikannya dengan baik, maka anak akan gembira memiliki suasana belajar yang baru.

Kita memiliki kecenderungan mengajar dengan tatanan kursi gaya lama, karena mayoritas guru saat ini tumbuh dengan cara itu. Gaya duduk model lama sangat cocok jika pembelajaran berfokus pada guru (Teacher center). Dengan semua anak menghadap ke arah guru, bisa saja muncul anggapan bahwa “posisi bisa menentukan prestasi”. Biasanya, anak yang duduk di depan akan lebih fokus ketimbang yang duduk di belakang. Bahkan, ada anak yang cenderung memilih tempat duduk yang dekat jendela agar mereka bisa melamun dan menikmati pemandangan luar jika pembelajarannya membosankan.

Dalam beberapa karakter pembelajaran, masih dibutuhkan model lama untuk susunan tempat duduk di kelas. Bahkan, formasi ini sangat efektif jika guru menggunakan model ceramah atau menyampaikan informasi.

Dengan perkembangan zaman seperti sekarang, pembelajaran lebih dibutuhkan kepada student-centered dalam prosesnyaDimana siswa berperan aktif dalam kegiatan mencari informasi dan menemukan pengetahuan. Kondisi ini, akan sangat mudah jika guru lebih berperan sebagai fasilitator ketimbang pemberi informasi dan fakta-fakta.

Dengan formasi duduk berkelompok, misalnya, siswa akan mudah berkomunikasi dengan teman lain untuk belajar. Setiap anak akan mudah berpartisipasi dalam belajar kelompok. (baca: Pentingnya Belajar Berkelompok). Studi juga melaporkan bahwa anak yang ikut berpartisipasi dalam pembelajaran atau mengambil keputusan lainnya akan lebih mampu memotivasi dirinya untuk menjadi lebih baik.

Sebagaimana menurut Bapak Munif Chatib dalam bukunya, Kelasnya Manusia, yang paling penting adalah bangku dan meja harus ringan dan individual sehingga mudah dipindah-pindah dan berubah formasi. Tidak hanya itu, menurut Bapak Munif Chatib, formasi tempat duduk yang berubah-ubah berperan penting dalam belajar, antara lain:

Meningkatkan konsentrasi belajar siswa.

Menjadikan pembelajaran lebih efektif dan efisien.

Pembelajaran tersampaikan secara merata, saksama, menarik, dan tidak monoton.

Siswa memiliki sudut pandang bervariasi terhadap materi pelajaran yang sedang diikuti.

Guru dengan mudah menyesuaikan formasi bangku dengan strategi mengajar yang dipilihnya, baik perseorangan, kelompok, berpasangan, maupun klasikal.

Ingat, formasi bangku hanya langkah awal yang akan membantu membuat anak termotvasi dan senang akan belajar. Mengubah formasi tanpa mengubah gaya dan strategi mengajar, tentu tantangan belajar yang diterima anak akan mandek. Maka, mari belajar bersama-sama untuk berubah. Karena kita menyiapkan anak bukan untuk hidup di zaman yang kita alami, melainkan untuk masa depan yang sulit kita prediksi perkembangannya.

Kehendak untuk keluar dari cara-cara yang biasa kita lakukan, menuju cara baru yang lebih baik adalah modal terbesar untuk menghasilkan perubahan yang lebih baik. []

Lihatlah kantor-kantor Google di bawah ini dan ambillah inspirasi baik darinya!

Author: Ali Fauzi

SEJUTAGURU merupakan tempat untuk berbagi ide, pemikiran, informasi dan kebijaksanaan hidup. Lebih khusus lagi di bidang pendidikan: guru, pendidik, sekolah, dan proses belajar. Pengelola blog ini adalah seorang guru, orangtua, dan selalu siap menerima dan berbagi ilmu.

Share

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.