4 Hal Penting Yang Dapat Memotivasi Guru

cara memotivasi guru tofugu.com
cara memotivasi guru tofugu.com

Oleh: Ali Fauzi

Seorang guru harus selalu siap memotivasi dirinya sendiri. Motivasi dan semangat belajar yang dimiliki guru harus dapat dirasakan dan ditangkap oleh peserta didiknya. Kemudian, peserta didik akan tergerak dengan sendirinya oleh rasa senang dan cinta terhadap belajar dan gurunya.

Memotivasi diri untuk selalu bersemangat dan fokus dalam kondisi apapun, membutuhkan perhatian khusus. Beberapa isu pendidikan bisa saja mengganggu seorang guru dalam mendidik anak. Berita tentang guru yang dipidanakan, tuntutan yang begitu tinggi, hingga peliknya persoalan kurikulum bisa sangat menyita perhatian guru. Namun bagi guru, pendidikan di kelas dan mendidik anak tidak boleh terganggu oleh itu semua.

Belum lagi, persoalan pribadi seorang guru. Tantangan ekonomi keluarga, figur di masyarakat, hingga persoalan kerja sampingan. Sekali lagi, seorang guru akan tetap selalu menjaga ketegaran dan keceriaan di hadapan peserta didiknya.

Setiap anak harus memperoleh haknya untuk mendapatkan ilmu.

Akhir tahun pembelajaran merupakan saat yang tepat untuk mengevaluasi. Secara psikis, seorang guru memang harus berlibur dan mengistirahatkan dirinya. Dalam istilah Stephen Covey, kita butuh meluangkan waktu untuk “mengasah gergaji” sebelum melanjutkan menebang pohon berikutnya.

Beristirahat dan “mengasah gergaji” sangat dibutuhkan untuk memelihara dan meningkatkan aset terbesar yang kita miliki, yakni diri kita sendiri. Agar guru tetap memiliki cinta yang kuat terhadap peserta didiknya. (baca: 2 “CINTA” Yang Akan Menghebatkan Guru)

Untuk itu, inilah empat hal yang dapat memotivasi guru jika dilakukan oleh para pemangku atau pimpinan lembaga pendidikan.

  1. Mendengarkan apa yang diinginkan guru

Seringkali apa yang kurang dari guru bukanlah target-target pendidikan, administrasi ataupun persoalan kurikulum. Justru, kebijakan-kebijakan yang menyangkut gurulah yang masih butuh dilengkapi lagi.

Guru adalah pribadi yang terus belajar untuk menghadapi dan mendidik pribadi pembelajar juga. Oleh karena itu, mendengarkan keinginan guru merupakan bagian dari melengkapi proses belajar itu sendiri. Guru akan merasa dihargai, sebagaimana para guru menghargai pendapat setiap muridnya.

Berilah kesempatan guru memandang dirinya sendiri. Melihat dari jauh kelas dan pembelajaran yang telah mereka persembahkan. Dan kemudian mengajaknya berbicara dan mendengarkan apa yang sesungguhnya mereka harapkan.

Suara guru menjadi penting ketika disandingkan dengan suara orangtua murid dan kepentingan-kepentingan lain. Suara setiap pihak sama-sama penting. Mendengarkan maksud dan keinginan baik seorang guru akan semakin memperkuat guru itu sendiri.  (baca: Cara Agar Guru dan Orangtua Akan Saling Menguatkan)

2. Mengajak guru berlibur

Berlibur di sini bukan hanya berwisata bersama dengan berbagai macam kegiatan besar. Berlibur bisa juga, berhenti sejenak agar bisa mengistirahatkan diri untuk persiapan berikutnya yang lebih baik.

Ikatan kebersamaan sebuah komunitas dapat menjadi motivasi yang kuat bagi siapapun. Menurut Prof. Soedjatmoko, pemikir visioner tahun 1980-an, jantung hati sekolah berkualitas ada tiga; perpustakaan, laboratorium, dan interaksi.

Ketika guru berlibur dan berwisata bersama misalnya, maka interaksi antar guru dan rekan kerja akan semakin positif.

3. Memberikan pelatihan

Salah satu hal yang paling melelahkan seorang guru adalah menghadapi peserta didik yang berbeda-beda karakternya, ditambah orangtua murid yang juga memiliki keinginan yang beragam.

Memberikan pelatihan kependidikan akan membantu guru dalam menghadapi masalah-masalah pembelajaran. Persoalan ketuntasan, target kurikulum, pengembangan bakat dan minat anak, serta ketercapaian karakter peserta didik.

Setelah memberikan pelatihan kependidikan, para pemangku dan pimpinan lembaga pendidikan juga harus membantu dalam menyelesaikan persoalan ayang dihadapi guru terkait peserta didik. Setidaknya, agar seorang guru tidak merasa sendiri dalam berjuang dan mendidik anak.

4. Penuhi kebutuhan finansialnya

Kenapa masih sangat banyak kita jumpai guru yang memiliki kerja sampingan? Biasanya karena tantangan ekonomi diri dan keluarganya membutuhkan lebih banyak dari apa yang didapatnya ketika hanya menjadi seorang guru.

Dan ingat, bagi seorang guru, memiliki kerja sampingan merupakan upaya agar dirinya masih bisa mengajar dan mendidik dengan lebih baik. Memberikan kecukupan finansial akan sangat membantu guru dalam mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan.

Cukupilah dan penuhi kebutuhan finansial guru, lalu lihat keajaiban yang akan terjadi bagi bangsa ini!

Terimakasih.

Author: Ali Fauzi

SEJUTAGURU merupakan tempat untuk berbagi ide, pemikiran, informasi dan kebijaksanaan hidup. Lebih khusus lagi di bidang pendidikan: guru, pendidik, sekolah, dan proses belajar. Pengelola blog ini adalah seorang guru, orangtua, dan selalu siap menerima dan berbagi ilmu.

Share

Artikel terkait