“Ranking” Kelas Yang Masih Penting

ranking kelas || duniaku.net

Oleh: Ali Fauzi

Sudah banyak sekolah yang menghilangkan ranking kelas. Kurikulum 2013 jelas tidak menganggap penting ranking. Terus, bagaimana cara mengajarkan sikap kompetitif kepada anak? Bagi orangtua, muncul pertanyaan bagaimana cara mengetahui kemampuan anak saya?

Orangtua selalu penasaran tentang posisi seberapa pintar anaknya di kelas. Hal ini sangat wajar. Hanya saja, yuk kita bertanya pada diri sendiri, untuk apa? Positif atau negatif? Memuji anak, menghakimi anak, membanggakan diri, memamerkan kepada orang lain, pemicu untuk lebih baik, atau untuk sekadar tahu saja.

Kalau kita telaah, rata-rata ketidaksetujuan terhadap peringkat kelas adalah karena cara memberikan peringkat atau dalam membuat ranking sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan metode belajar dan cara kerja otak. Meskipun banyak yang tidak setuju dengan peringkat kelas, tetap masih ada hal yang perlu kita berikan apresiasi dan penghargaan.

Dulu, orangtua begitu bangga ketika anaknya meraih peringkat satu di kelasnya. Yah, minimal tiga besar. Capaian itu diwartakan sedemikian bangga kepada sebanyak mungkin orang. Kini, sudah banyak yang berubah. Metode belajar sudah berubah, psikologi belajar telah berkembang, ukuran kesuksesan seseorang telah berubah, bahkan kebanggaan orangtua terhadap anaknya juga mulai bergeser.

Satu hal yang tidak akan pernah bergeser. Yaitu, kebanggaan orangtua terhadap anaknya yang memiliki karakter yang baik.

Ranking kita gunakan di sini bukan untuk menghakimi siswa lain yang belum meraihnya. Ranking yang muncul di sini adalah proses penghargaan terhadap perkembangan belajar anak. Maka, membuat ranking kelas seperti di bawah ini sangat baik jika dilakukan setiap bulan dan bukan satu tahun satu kali.  Salah satu tujuannya adalah agar perubahan yang baik bisa cepat terjadi, dan memberikan kesempatan kepada yang lain untuk meraihnya.

Maka, inilah beberapa peringkat yang perlu kita berikan kepada anak-anak didik kita.

 

Pertama, ranking karakter.

Inilah peringkat yang sangat penting. Saat ini, kita harus sering menularkan kebanggaan terhadap sikap baik ketimbang kebanggaan akan nilai.

Caranya,

  1. Inilah yang paling menentukan. Berbicara, mendampingi anak, atau mengamati anak untuk mengetahui karakter membutuhkan waktu. Tidak ada batasan. Bahkan, saat jam mengajar saja juga sudah cukup asalkan kita juga sembari mengamati karakter anak disamping menyampaikan materi.
  2. Pilihlah tiga atau empat karakter unggulan yang mampu kita amati. Misalnya: disiplin, peduli, santun, atau sabar.
  3. Catatlah setiap siswa yang selalu menunjukkan karakter tersebut. Catatlah setiap hari jika memungkinkan, satu minggu sekali jika tidak memungkinkan.
  4. Mintalah pendapat siswa lain.

Caranya: buatlah sekali waktu pertanyaan kecil yang harus dijawab anak. Tulislah tiga temanmu yang paling sabar! Tulislah tiga temanmu yang paling santun! Dan seterusnya.

 

Kedua, ranking inovasi dan kreativitas.

Untuk setiap level sekolah memiliki jenis penilaian yang berbeda. Kategori yang kita inginkan juga berbeda-beda. Misalnya: kreativitas membuat prakarya, memberikan solusi untuk kelas, atau membuat hal baik lain di luar sekolah yang perlu dan pantas ditiru oleh siswa lain.

Di tingkat SD kita mulai dengan hal yang sederhana. Misalnya: Siapa yang lebih banyak tahu tentang ilmu pengetahuan di luar sekolah, prakarya terbaik, bisa menjual barang terbanyak saat kegiatan tertentu, memimpin teman-temannya untuk hal yang baik, atau sekadar menciptakan hal-hal baru dari kertas origami.

Di tingkat yang lebih tinggi, SMP-SMA-atau lebih tinggi, tentu tingkat kerumitan juga harus berkembang.

Kategori ranking ini sangat dibutuhkan agar anak-anak lain yang masih malu-malu dan tidak tahu cara mengeksplorasi diri, bisa belajar dari temannya sudah bagus dan membuatnya tidak takut mencoba.

Setiap penghargaan yang adil dan baik pasti akan memunculkan keinginan bagi pihak lain untuk meraihnya. Jika tidak bisa saat ini dan di tempat ini, maka mereka menyimpan tenaga untuk meraihnya di kesempatan dan tempat yang lain.

 

Ketiga, ranking setiap bidang studi.

Kesalahan yang selama ini terjadi adalah membuat ranking gabungan dari semua bidang studi. Ketika sudah didapatkan, maka anak tertentu dianggap paling hebat di antara yang lain.

Yuk kita ubah menjadi ranking setiap bidang studi. Yang ini jauh lebih mudah melaksanakannya. Dengan ranking ini, setidaknya kita akan mengetahui keunggulan anak di setiap bidang.

 

Selamat mencoba.

Author: Ali Fauzi

SEJUTAGURU merupakan tempat untuk berbagi ide, pemikiran, informasi dan kebijaksanaan hidup. Lebih khusus lagi di bidang pendidikan: guru, pendidik, sekolah, dan proses belajar. Pengelola blog ini adalah seorang guru, orangtua, dan selalu siap menerima dan berbagi ilmu.

Share

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.