Menapak Lembut Mimpi Anak-Anak

mimpi anak-anak || anekatop10.com

Suatu ketika, Sir Ken Robinson berbicara tentang revolusi pendidikan dalam forum TED.  Menurutnya, bukan transformasi ataupun reformasi, melainkan revolusi adalah kata yang tepat yang harus kita lakukan terhadap kondisi pendidikan saat ini.

Di akhir pidatonya, Sir ken robinson membaca sebuah puisi lama karya W.B. Yeats

Yeats menulis untuk kekasihnya, Maud Gonne. Dia meratapi kenyataan bahwa dia tidak dapat memberikan apa yang diinginkan kekasihnya. Maka W.B. Yeats menulis sebagai berikut

Terjemahan bebas,

“Jikalau aku mempunyai kain sulaman surgawi,

Yang ditenun dari emas dan cahaya keperakan

Birunya dan remangnya dan kain gelap

Layaknya malam, dan terang, dan setengah terang

Aku kan menebarkan kain-kain itu di bawah kakimu

Tapi aku, seorang miskin

Hanya punya mimpiku

Maka aku menebarkan mimpi-mimpiku di bawah kakimu

Tapaklah dengan lembut,

Karena engkau menapaki mimpi-mimpiku”

 

Catatan makna Sir Ken Robinson atas puisi tersebut,

Dan setiap hari, di mana saja, anak-anak kita menebar mimpi-mimpi mereka di bawah kaki kita. Dan kita haruslah menapakinya dengan lembut.

 

 

Author: Ali Fauzi

SEJUTAGURU merupakan tempat untuk berbagi ide, pemikiran, informasi dan kebijaksanaan hidup. Lebih khusus lagi di bidang pendidikan: guru, pendidik, sekolah, dan proses belajar. Pengelola blog ini adalah seorang guru, orangtua, dan selalu siap menerima dan berbagi ilmu.

Share

Artikel terkait

3 Comments

  1. Merawat bayi yang baru lahir bisa kesepian, tetapi ada banyak cara untuk tetap terhubung. Mencari orangtua lain di taman bermain atau kantor dokter anak, atau bergabung dengan ibu atau kelompok ayah di perpustakaan setempat Anda, gereja atau rumah sakit. Anda tidak hanya akan membuat teman-teman baru, Anda akan mendapatkan jenis saran dan dukungan yang akan meningkatkan kepercayaan diri Anda tentang kemampuan pengasuhan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.