Tips Bagus Mengakhiri Tahun Pelajaran

pentas seni

Oleh: Ali Fauzi

Setiap anak mempunyai kebutuhan motivasi yang berbeda. Di usia-usia sekolah, setiap anak membutuhkan kemenangan kecil, tepuk tangan, dan perayaan atas keberhasilan-keberhasilan kecil yang mereka raih. Di samping itu mereka juga butuh latihan, kritik, dan umpan balik agar lebih matang dan kuat.

Sungguh, ini sangat dibutuhkan.

Kami tidak ingin mengkahiri tahun pelajaran hanya dengan ujian kenaikan kelas dan membagikan rapor. Ada cara-cara lain yang bisa kita lakukan untuk menutup tahun dengan bagus. Banyak hal positif yang bisa kita lakukan, dan ini hanya salah satu.

Saya menyebutnya “Class’s Got Talent” atau semacam “Pameran Bakat”.

Untuk anak di usia Sekolah Dasar, kita sudah bisa mulai melihat minat, kesukaan, dan bakat awal seorang anak. Atas dasar inilah, aku melengkapi akhir tahun dengan tambahan kegiatan Pameran Bakat.

Di setiap sekolah, biasanya sudah ada kegiatan pentas seni. Jika dikelola dengan biasa-biasa saja, maka kegiatan pentas seni seringkali hanya menguntungkan siswa yang ekstrovert dan tidak bagi mereka yang introvert. Sementara itu, setiap guru pasti ingin melibatkan semuanya. Setiap anak tanpa terkecuali seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk sukses.

Jika guru dan sekolah mengukur kesuksesan siswa berdasarkan ukuran-ukuran penampilan (presentasi, tampil di pentas seni, dll) maka, pribadi introvert mengalami kesulitan untuk sukses di sekolah. Kita membutuhkan pendekatan yang tepat untuk anak-anak introvert.

Maka, butuh strategi dan cara yang tepat agar kesempatan eksplorasi diri bisa merata.

Ini adalah kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan sebagai penutup tahun.

  1. Pameran bakat.

Ini terutama bagi siswa yang tidak suka tampil di depan orang.

Selama menjadi guru, saya menemukan minat dan bakat anak-anak biasanya setelah satu semester. Ya, akhir semester satu. Saya memang guru yang kepo dengan bakat dan kesukaan anak. Saya suka memancingnya melalui tugas individu dan kelompok.

Ketika saya sampaikan kepada anak-anak akan ada pameran bakat di akhir tahun, maka saya mendekati anak-anak yang belum terbiasa tampil di depan teman-temannya. Saya dekati secara individu untuk meyakinkan bahwa mereka berbakat dan harus membuat minimal enam karya yang akan dipamerkan. Tidak hanya itu, saya membimbing mereka secara diam-diam untuk memperbaiki kemampuannya dan memotivasinya agar lebih percaya diri dengan kemampuannya.

Hasilnya? Inilah yang saya temukan dari anak-anak yang biasanya pendiam di kelas.

Ada pembuat komik, pelukis ilustrasi, penulis lagu-lagu sederhana, penghafal peta, penghafal nama-nama tempat (stasiun dan bandara), hafal sejarah, penulis cerpen, dancer, programmer, musisi, bahkan ada yang youtuber. Dan masih banyak yang lain.

Biasanya, saya mebersihkan papan mading. Satu papan mading jika memungkinkan bisa menampilkan beberapa karya dari dua orang. Seringnya, satu papan mading seukuran papan tulis hanya untuk karya-karya satu orang.

Untuk pameran bakat, biasanya saya sediakan waktu menjelang ujian akhir semester hingga pengambilan rapor.

  1. Presentasi dan pentas lainnya.

Ini adalah ruang bagi yang suka tampil di depan orang banyak. Anak-anak seperti ini kita berikan panggung di kelas maupun di tingkat sekolah. Ada yang suka ceramah, menyanyi, presentasi, main musik, demonstrasi memasak, dan yang lainnya.

Biasakan mengatur waktu agar tidak selalu dikejar-kejar target materi. Paksakan diri untuk bisa menyisihkan waktu untuk hal yang lebih berarti bagi anak seperti kegiatan-kegiatan di atas. Dan tips di atas adalah hasil pengalaman beberapa tahun terakhir saya dalam menutup tahun pelajaran.

Silakan memodifikasi. Selamat berkarya.

Author: Ali Fauzi

SEJUTAGURU merupakan tempat untuk berbagi ide, pemikiran, informasi dan kebijaksanaan hidup. Lebih khusus lagi di bidang pendidikan: guru, pendidik, sekolah, dan proses belajar. Pengelola blog ini adalah seorang guru, orangtua, dan selalu siap menerima dan berbagi ilmu.

Share

Artikel terkait

3 Comments

  1. Jika guru dan sekolah mengukur kesuksesan siswa berdasarkan ukuran-ukuran penampilan (presentasi, tampil di pentas seni, dll) maka, pribadi introvert mengalami kesulitan untuk sukses di sekolah. Kita membutuhkan pendekatan yang tepat untuk anak-anak introvert.

    Point di atas sangat penting untuk direfleksikan bersama. terutama para para pendidik. Mungkin bisa ditambahkan satu lagi pak. Menurut saya ini penting, yakni makan bersama orang tua dan guru atau apalah namanya yang penting antara guru dan orang tua harus duduk bersama dalam suasana santai dan saling sharing.

    Terima kasih telah berbagi ide dan gagasan. tulisannya menarik dan layak untuk dijadikan rujukan saat kegiatan akhir tahun. salam

Leave a Reply

Your email address will not be published.