Pendidikan Karakter; Membatalkan Pembelajaran

Pendidikan karakter

Oleh: Ali Fauzi

Bel masuk setelah istirahat telah berbunyi. Gelombang anak bergerak menuju kelas. Ada yang berlari, jalan santai, dan bahkan jalan mundur sambil bercanda dengan teman ketika mereka bergerak masuk ke kelas masing-masing.

Saat itu aku membawa timbangan meja dan lima kantong plastik yang isinya berbeda-beda. Ada kacang hijau, beras, tepung, gula, dan kerupuk. Semua dengan ukuran berat yang berbeda. Ya, kami akan belajar tentang satuan berat.

Untuk mengenal berat benda, anak-anak harus langsung merasakan berat benda dengan tangan dan otot mereka sendiri. Kalau anak-anak belajar berat benda hanya dari papan tulis dan buku, bisa jadi mereka hanya akan mengenal nama saja. Bahkan seringkali mereka tidak tahu manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari.

Belum juga mengucap salam, seorang anak mendekatiku dan menarik bajuku untuk menunduk. Aku pun jongkok di hadapannya. Wajah layu itu segera membisikkan sesuatu, lantas menarikku untuk mengikutinya. Di situlah tampak penyebab layunya wajah anak tersebut.

Share
Continue Reading

Surat Untuk Guru Baru. Buatlah Perubahan Dan Perbedaan

Berbahagialah guru || news.okezone.com

Oleh: Ali Fauzi

Sungguh bahagia menjadi guru. Setelah orangtua, gurulah yang diharapkan bisa menyiapkan generasi masa depan.

Setelah keluarga, sekolah merupakan lembaga satu-satunya yang dikhususkan untuk menyiapkan generasi berikutnya. Apa yang kita berikan kepada anak didik kita, maka akan membentuk karakter dan memengaruhi sekumpulan orang dan generasi tertentu. Jika sekumpulan orang tersebut positif, maka akan melahirkan masyarakat yang positif juga. Berlaku juga sebaliknya.

Guru membangun masyarakat yang baik dengan menyiapkan manusianya. Semua guru akan melatih otot, otak, dan hati setiap anak. Jika menginginkan masyarakat yang bebas korupsi, misalnya, maka pihak terpenting yang bisa menciptakan kondisi tersebut adalah ayah, ibu, dan guru.

Share
Continue Reading

Pesan Untuk Orangtua Murid Di Awal Tahun

Hari pertama masuk sekolah

Oleh: Ali Fauzi

Negeri ini tetap membutuhkan lebih banyak orangtua yang rela bangun pagi dan mengantarkan anaknya ke sekolah. Minimal menyapa, menyiapkan, dan bersalaman ketika berangkat. Kemudian, di perjalanan menuju sekolah sambil membisikkan pesan-pesan damai dan positif untuk kehidupan.

Sungguh, itulah salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat. Kalau masih ada yang meragukan dengan efek positif dari kegiatan tersebut, berarti meragukan juga dengan masa depan yang lebih baik.

Share
Continue Reading