Matematika Itu Bukan Berhitung

matematika || thoughtco.com

Oleh: Ali Fauzi

Pernahkah menjumpai anak dengan kemampuan hebat dalam perkalian dan pembagian, namun kelimpungan saat menghadapi soal matematika dalam bentuk cerita? Mari kita ulik “tipis-tipis” fakta tersebut!

Sebagian besar dari kita, tumbuh dengan perasaan benci terhadap matematika. Bagi anda yang menyukai matematika, pasti akan menolak anggapan tersebut. Tapi ingat, bisa jadi anda adalah minoritas dari jutaan murid yang lain. Kalaupun kata “benci” tidak cukup mewakili, mungkin kata “takut” bisa mewakili. Dan, saking meluasnya rasa takut ini, generasi kita mengenal istilah “matematika sebagai momok”.

Dalam kurikulum sekolah, matematika seolah-olah telah menjadi induk atau ibunya kurikulum. Logika berpikirnya yang rumit dan bertingkat-tingkat, kemudian simbol-simbol yang abstrak, seolah-olah menuntut bakat besar untuk menguasainya. Sayangnya, matematika kemudian menjadi “ibu tiri yang jahat dan dibenci”.

Share
Continue Reading

“The Art of War” Dalam Mendidik Anak

source: medium.com

One hundred victories in one hundred battles is not the most skillful. Subduing the other’s military without battle is the most skillful

Sun Tzu

Apakah kalau kita memaksaa anak untuk diam, itu pertempuran?

Apakah kalau kita, dengan dominasi kita sebagai orang dewasa, memerintah anak untuk tunduk tanpa alasan juga merupakan pertempuran?

Silakan Tafsirkan sendiri.

Kalau anda mampu menaklukkan hati anak didik karena “bertempur”, bisa jadi itu bukan cara atau metode terbaik. Pasti ada cara meluluhkan hati di mana anak-anak memulai langkah bukan dengan rasa takut.

Arti “bertempur” sangat beragam. Seni perang Sun Tzu ternyata bisa kita terapkan dalam mendidik anak. Tentu, dalam tafsiran yang sesuai.

Share
Continue Reading

Menaklukkan Si Pendiam

Ilustrasi: Seorang profesor menaklukkan anak pendiam yang jenius dalam film Good Will Hunting (1997)

Oleh: Ali Fauzi

Saat ini, dunia tidak bisa berhenti berbicara. Saat kita diam, maka orang lain yang berbicara. Pesan pendek, status di media sosial, timeline, twit, video youtube, dan percakapan lain terus bergerak tanpa henti. Sampai-sampai, penulis terkenal Amerika, Susan Cain, menulis buku bagus berjudul Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking.

Setiap tempat pasti ada pribadi yang aktif berbicara, ada juga yang memilih pasif. Dengan bisingnya media sosial, kategori anak pendiam lebih sulit didefinisikan.

Share
Continue Reading

Kajian Psikologi; Efek “Ikan Besar—Kolam Kecil”

anak minder || cognitivepsychology.blogspot.com

Oleh : Ali Fauzi

Perempuan itu beberapa kali mengusap dahi. Tangannya bergerak tak teratur saat bicara. Suaranya terputus-putus emosional. “Ada apa dengan anak saya ya pak? Dia tidak pernah mendapat nilai serendah ini kecuali sekarang. Di kelas sebelumnya, dia selalu masuk tiga besar”.

“Tidak ada masalah, ibu. Hanya…” jawab saya.

Ini adalah tahun pertama anaknya memasuki kelas unggulan. Sebuah konsep kelas di mana para anggota kelasnya diambil dari para peraih nilai tertinggi secara akademis di kelas sebelumnya. Dan anak tersebut, juga orangtuanya, terguncang hebat secara psikologis.

Share
Continue Reading

Jangan Lagi Gunakan Kalimat “jangan menyontek”. Inilah Pengganti Yang Tepat

mencontek || aplvblog.com

Oleh: Ali Fauzi

Setiap kata atau kalimat memiliki dampak psikologis dan sosial. Inilah salah satu alasan munculnya diksi.
Cobalah mengubah pesan, baik tertulis maupun lisan, dari “jangan menyontek” menjadi “jangan jadi penyontek”.

Terlihat sepele. Mari kita bedah apel dan durian ini! Tidak mungkin rasanya sama.

Share
Continue Reading

Artificial Intelligence; Ketika Robot Mampu Menulis Puisi

Articial Intelligence || ibtimes.co.uk

Oleh : Ali Fauzi

Di akhir tulisan, ada kuis menarik.

Banyak yang kaget, pada februari 1996, ketika Deep Blue, sebuah komputer buatan IBM yang mampu menganalisa hingga 200 juta langkah per detik, mampu mengalahkan Gary Kasparov dalam pertandingan catur. Gary Kasparov adalah Grand Master dan pecatur terbaik dunia.

Itu hanya salah satu contoh. Saat ini, Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) sudah berkembang sangat jauh. Sederhananya, Artificial Intelligence adalah hasil dari sebuah studi khusus yang membuat mesin komputer semakin canggih, mampu berpikir, dan bertindak layaknya manusia.

Manusia telah mampu menciptakan “machine learning”. Mesin yang dengan bermodalkan jutaan data mampu mengolah, memiliki kapasitas berpikir sendiri, dan dapat belajar sendiri.

Share
Continue Reading