60% Guru Meninggalkan Profesi Mereka Karena Hal Ini

sumber gambar: tribunnews.com

Oleh: Ali Fauzi

Mana yang anda pilih, ikan kecil di kolam yang bersih atau ikan besar di danau yang tercemar?

Ikan kecil di kolam yang bersih biasanya akan menjadi pusat perhatian. Mulai dari bentuk sirip dan ekor, warna dan corak, serta gaya berenang akan menjadi sisi-sisi penting untuk menjadi perhatian. Sementara danau, boleh saja berbangga dengan ukuran. Namun, jika sudah tercemar, ikan besar di dalamnya pun tidak menarik hati para penyuka ikan.

Lingkungan tempat kita bekerja—sekolah, perusahaan, atau apapun—bisa menjadi kolam kecil yang bersih atau danau yang tercemar.

Di kolam yang bersih, semua bisa menjadi perhatian.  Setiap individu melihat potensi dan kelebihan sesama rekan kerja. Setiap individu berhak untuk berkembang tanpa rasa takut. Orang lain melihat potensi rekan kerja bukan sebagai sebuah ancaman, melainkan sebuah peluang untuk saling belajar. jika terjadi kesalahan, maka kesalahan hadir sebagai sebuah proses belajar, bukan sesuatu yang harus dipergunjingkan.

Danau yang tercemar. Memang secara ukuran bisa sangat membanggakan. Akan tetapi jika sudah tercemar, ikan emas pun akan kehilangan harga jualnya. Karena tercemar, bisa saja potensi orang lain adalah ancaman. Tidak boleh ada yang menonjol melebihi atasannya, baik segi kemampuan ataupun pamor. Penghuni lama harus selalu lebih berkuasa ketimbang penghuni baru. Uniknya, lingkungan tersebut menorehkan nilai pada muka setiap anggotanya. Sehingga, para anggotanya berebut menyodorka muka. Akhirnya, “cari muka” adalah aturan main utamanya. Dan lain sebagainya.

Sebuah penelitian yang melibatkan guru dari berbagai negara, mengungkap bahwa sebanyak 60% guru meninggalkan profesi mereka karena tidak menyukai kepala sekolah mereka.  

Kepala sekolah adalah penggerak utama budaya kerja di sebuah sekolah. Bersih atau tercemarnya sebuah lingkungan sekolah sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan seorang kepala sekolah.

Sekolah mana yang tidak menghadapi masalah ini: kolaborasi staf yang buruk, keterlibatan guru yang rendah, tidak adanya visi bersama, penolakan terhadap perubahan, gosip yang berbahaya, atau orangtua yang apatis?

Semua memiliki tantangan dan masalahnya sendiri-sendiri. Anda bisa membaca, mana lingkungan yang mengarahkan tujuannya pada kolam ikan yang bersih, dan mana yang masih melanggengkan air yang tercemar.

“Tapi, kita bekerja untuk mencari uang, kawan. Di tempat yang lebih besar, gaji pun juga besar”, ucap temanku.

Saya setuju. Semua adalah pilihan. Ada seorang guru yang menyandarkan kebahagiaan dan kebanggaannya pada perkembangan murid-muridnya, ada juga guru yang menyandarkan kebanggaan statusnya pada sesuatu yang lain.

Lingkungan sekolahmu, termasuk yang mana? Kolam yang bersih atau danau yang tercemar?

“Aku berada di danau yang bersih. Gajinya banyak dan halal. Hehe…”, jawab temanku.

Terimakasih.

  

Author: Ali Fauzi

Orangtua, Guru, Penulis, Pembaca, dan Pembelajar.
Share

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.