Menaklukkan Si Pendiam

Ilustrasi: Seorang profesor menaklukkan anak pendiam yang jenius dalam film Good Will Hunting (1997)

Oleh: Ali Fauzi

Saat ini, dunia tidak bisa berhenti berbicara. Saat kita diam, maka orang lain yang berbicara. Pesan pendek, status di media sosial, timeline, twit, video youtube, dan percakapan lain terus bergerak tanpa henti. Sampai-sampai, penulis terkenal Amerika, Susan Cain, menulis buku bagus berjudul Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking.

Setiap tempat pasti ada pribadi yang aktif berbicara, ada juga yang memilih pasif. Dengan bisingnya media sosial, kategori anak pendiam lebih sulit didefinisikan.

Share
Continue Reading

Kajian Psikologi; Efek “Ikan Besar—Kolam Kecil”

anak minder || cognitivepsychology.blogspot.com

Oleh : Ali Fauzi

Perempuan itu beberapa kali mengusap dahi. Tangannya bergerak tak teratur saat bicara. Suaranya terputus-putus emosional. “Ada apa dengan anak saya ya pak? Dia tidak pernah mendapat nilai serendah ini kecuali sekarang. Di kelas sebelumnya, dia selalu masuk tiga besar”.

“Tidak ada masalah, ibu. Hanya…” jawab saya.

Ini adalah tahun pertama anaknya memasuki kelas unggulan. Sebuah konsep kelas di mana para anggota kelasnya diambil dari para peraih nilai tertinggi secara akademis di kelas sebelumnya. Dan anak tersebut, juga orangtuanya, terguncang hebat secara psikologis.

Share
Continue Reading

Jangan Lagi Gunakan Kalimat “jangan menyontek”. Inilah Pengganti Yang Tepat

mencontek || aplvblog.com

Oleh: Ali Fauzi

Setiap kata atau kalimat memiliki dampak psikologis dan sosial. Inilah salah satu alasan munculnya diksi.
Cobalah mengubah pesan, baik tertulis maupun lisan, dari “jangan menyontek” menjadi “jangan jadi penyontek”.

Terlihat sepele. Mari kita bedah apel dan durian ini! Tidak mungkin rasanya sama.

Share
Continue Reading

Articial Intelligence; Ketika Robot Mampu Menulis Puisi

Articial Intelligence || ibtimes.co.uk

Oleh : Ali Fauzi

Di akhir tulisan, ada kuis menarik.

Banyak yang kaget, pada februari 1996, ketika Deep Blue, sebuah komputer buatan IBM yang mampu menganalisa hingga 200 juta langkah per detik, mampu mengalahkan Gary Kasparov dalam pertandingan catur. Gary Kasparov adalah Grand Master dan pecatur terbaik dunia.

Itu hanya salah satu contoh. Saat ini, Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) sudah berkembang sangat jauh. Sederhananya, Artificial Intelligence adalah hasil dari sebuah studi khusus yang membuat mesin komputer semakin canggih, mampu berpikir, dan bertindak layaknya manusia.

Manusia telah mampu menciptakan “machine learning”. Mesin yang dengan bermodalkan jutaan data mampu mengolah, memiliki kapasitas berpikir sendiri, dan dapat belajar sendiri.

Share
Continue Reading

Penilaian Karakter; Harap-Harap Cemas Si Anak Cuek

Oleh: Ali Fauzi

Seorang anak memandang gambar pada papan tulis. Kertas yang dia lihat hanya bergambar tanda tanya dan sedikit tulisan di bawahnya.

Aku mendatanginya secara diam-diam. Bagi teman-temannya, dia adalah anak yang super cuek. Bahkan, menurutku, dia anak yang sangat kuat. Pujian tidak akan membuatnya terbang, kritikan juga tidak membuatnya tumbang. Selama ini, ranking atau kejuaraan apapun, baginya biasa saja. Namun kali ini, dia rela menatap gambar itu berlama-lama. Pasti ada sesuatu yang menarik hatinya.

“Kamu ingin fotomu ada di bagian mana?”, sapaku dengan suara lirih.

Share
Continue Reading

Tiga Kata Tersulit Untuk Diucapkan. Mari Belajar Menggunakannya!

sumber gambar: instagram edutopia

Saat ini, banyak fakta telah membuktikan bahwa tiga kata yang sulit diucapkan bukan lagi “Aku mencintai kamu”. Mungkin, pengecualian bagi sebagian jomblo.

Inilah fakta sekaligus sindiran yang ditulis oleh Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner dalam salah satu buku mereka.

Mereka mengisahkan, jika dalam sebuah kelas ujian ada soal seperti di bawah ini:

Share
Continue Reading

Inilah Perubahan Termurah Yang Akan Membantu Jutaan Murid

mulailah dari kelas || dekoruma.com

Oleh: Ali Fauzi

Mulailah dari kelas, jangan yang lain!

Memperbaiki pendidikan—proses dan hasil—bisa menggunakan cara dengan istilah apa saja. Reformasi, reorientasi, evolusi, dan sebagainya. Bahkan ketika Sir Ken Robinson melihat kondisi yang ada saat ini, dia menyebut hanya kata “revolusi”-lah yang pantas untuk perbaikan pendidikan.

Milyaran rupiah, mungkin bisa jadi trilyunan, telah dihabiskan untuk melakukan perbaikan di bidang pendidikan. Kurikulum baru, sistem baru, metode baru, buku baru, dan seterusnya. Padahal, hampir semua pembahasan baru menyentuh satu bagian saja, yakni sekolah. Dan pendidikan lebih luas dari sekadar sekolah.

Share
Continue Reading
1 2 3 10