“Rapor Anak Tangga”; Manajemen Kelas Akhir Tahun

tangga belajar ||health.detik.com

Oleh: Ali Fauzi

“Berapa anak tangga yang mampu kalian daki tahun ini?”

Sekarang sudah bulan April. Akhir tahun pelajaran tinggal satu bulan. Biasanya, semester dua adalah semester dengan kepadatan kegiatan yang tinggi. Sudah biasa terjadi saling senggol antara kegiatan dengan proses belajar. Yang tidak boleh kendor tapi boleh lecet sedikit adalah: S-E-M-A-N-G-A-T.

Sekolah mengakhiri tahun pelajaran dengan beragam cara. Kalau anda mengakhiri tahun hanya dengan memberikan rapor kepada siswa dan orangtua murid, seperti biasa dan tanpa yang lain, berarti anda melakukan hal yang sama seperti puluhan tahun yang lalu. Pertanyaannya, bukankah memang itu tuntutannya? Betul. Memang tidak salah melakukan hal tersebut, namun bukankah boleh menambahkan sesuatu yang lebih baik?

Di akhir tahun, ini salah satu yang menjadi aktivitasku. Yaitu, rapor anak tangga, yaitu rapor kemampuan dari murid untuk murid. Rapor ini diisi oleh murid dan dipersembahkan untuk murid juga. Rapor ini hanya berupa satu atau dua lembar.

Share
Continue Reading

Selembar Tisu Seharga 280.000.000

sumber gambar: world.edu

Oleh: Ali Fauzi

Seorang teman bertanya, “Apa pentingnya kita mempertahankan guru-guru lama?” Tiba-tiba saya teringat kisah ini.

Seorang pria lanjut usia sedang duduk di sebuah kafe di Spanyol, sambil mencorat-coret selembar tisu bekas. Dia adalah orang yang cuek dan suka menggambar apa saja yang membuatnya terkesima. Seorang wanita yang duduk tidak jauh darinya sedang memandanginya dengan kagum.

Share
Continue Reading

Merasa Termotivasi Saja Tidak Cukup; Inilah Perspektif “Kegagalan”

Oleh: Ali Fauzi

Kata “gagal” dan “kegagalan” sungguh menghasilkan respon yang unik.

LUCUNYA, ada yang beranggapan gagal=bohong.

Apakah kalimat di bawah ini memotivasi kita? Jika iya, maka belum cukup.

Seorang ilmuwan memandang kegagalan sebagai sebuah informasi. Kegagalan adalah sebuah data yang menunjukkan bahwa kita tidak lagi harus melewati jalan dan cara yang sama. Sebuah informasi yang berisi sekumpulan data dan hasil yang kita beri nama kegagalan. Sebagai sebuah informasi, maka kegagalan tidak menghambat apapun.

Share
Continue Reading

Pribadi Introvert Itu Misterius. Inilah Isi Hatinya

introvert || http://drvidyahattangadi.com

 

Aku seorang introvert

Aku tidak malu dan juga bukan pemalu.

Aku tidak mogok.

Aku juga tidak anti sosial.

Aku hanya sedang mendengarkan dan mengamati.

Aku tidak tahan lama dengan obrolan-obrolan ringan.

Jika tentang kehidupan, aku mampu bertahan berjam-jam.

Aku lebih suka berada di rumah dengan satu atau dua temen akrabku daripada berada di kerumunan banyak orang.

Jangan memarahi aku di depan umum.

Jangan mempermalukan ku di depan umum.

Hormati aku sebagai seorang pendiam.

Dan jika aku membuka diri kepadamu, ketahuilah bahwa itu berarti kamu sangat spesial bagiku.

 

 

 

Sumber: Tinybuddha.com

Share
Continue Reading

“The Art of War” Dalam Mendidik Anak

source: medium.com

One hundred victories in one hundred battles is not the most skillful. Subduing the other’s military without battle is the most skillful

Sun Tzu

Apakah kalau kita memaksaa anak untuk diam, itu pertempuran?

Apakah kalau kita, dengan dominasi kita sebagai orang dewasa, memerintah anak untuk tunduk tanpa alasan juga merupakan pertempuran?

Silakan Tafsirkan sendiri.

Kalau anda mampu menaklukkan hati anak didik karena “bertempur”, bisa jadi itu bukan cara atau metode terbaik. Pasti ada cara meluluhkan hati di mana anak-anak memulai langkah bukan dengan rasa takut.

Arti “bertempur” sangat beragam. Seni perang Sun Tzu ternyata bisa kita terapkan dalam mendidik anak. Tentu, dalam tafsiran yang sesuai.

Share
Continue Reading

Menaklukkan Si Pendiam

Ilustrasi: Seorang profesor menaklukkan anak pendiam yang jenius dalam film Good Will Hunting (1997)

Oleh: Ali Fauzi

Saat ini, dunia tidak bisa berhenti berbicara. Saat kita diam, maka orang lain yang berbicara. Pesan pendek, status di media sosial, timeline, twit, video youtube, dan percakapan lain terus bergerak tanpa henti. Sampai-sampai, penulis terkenal Amerika, Susan Cain, menulis buku bagus berjudul Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking.

Setiap tempat pasti ada pribadi yang aktif berbicara, ada juga yang memilih pasif. Dengan bisingnya media sosial, kategori anak pendiam lebih sulit didefinisikan.

Share
Continue Reading
1 2 3 5