LQ (Love Quotient), Kecerdasan Baru Yang Harus Murid Miliki

Share
peduli || sumber gambar: balipost.com

Oleh: Ali Fauzi

Bulan lalu, Jack Ma berbicara tentang pendidikan di World Economy Forum. Salah satu poin penting yang menjadi perhatian Jack Ma adalah bahwa perubahan pendidikan sebaiknya tidak berfokus pada kurikulum, melainkan pada kapasitas peserta didik. Di antara kapasitas tersebut adalah kapasitas LQ di samping IQ dan EQ.

Continue Reading

Belajar Sejarah Dengan “Dikte”. Bukan Dikte Biasa, Dan Sangat Efektif

Share
sumber gambar: okezone.com

Oleh: Ali Fauzi

“Aku mencoba cara baru dalam mengajar sejarah, yaitu dikte. Caranya…”

Aku mengajar di tingkat Sekolah Dasar. Pelajaran sejarah yang disisipkan dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, seringkali bukanlah pelajaran favorit. Terlebih lagi, materi tersebut menjadi identik dengan hafalan seputar tahun dan nama seseorang.

Continue Reading

Memilih Active Reading Ketimbang Speed Reading

Share

Oleh: Ali Fauzi

Saya kagum dengan pelatihan atau seminar tentang cara membaca cepat, bahkan super cepat. Banyak pula buku yang mengupas tentang metode ini. Namun, ada kerugian yang harus kita terima ketika kita menggunakan baca cepat terhadap sebuah buku. Tentu, ada keuntungannya.

Thomas Frank dalam bukunya 10 Steps to Earning Awesome Grades, menulis bahwa janganlah membaca buku layaknya membaca koran. Saat membaca koran, kita hanya ingin mengetahui inti kejadian hari ini. Salah satu efek dari metode baca koran adalah sikap reaktif.

Continue Reading

“Rapor Anak Tangga”; Manajemen Kelas Akhir Tahun

Share
tangga belajar ||health.detik.com

Oleh: Ali Fauzi

“Berapa anak tangga yang mampu kalian daki tahun ini?”

Sekarang sudah bulan April. Akhir tahun pelajaran tinggal satu bulan. Biasanya, semester dua adalah semester dengan kepadatan kegiatan yang tinggi. Sudah biasa terjadi saling senggol antara kegiatan dengan proses belajar. Yang tidak boleh kendor tapi boleh lecet sedikit adalah: S-E-M-A-N-G-A-T.

Sekolah mengakhiri tahun pelajaran dengan beragam cara. Kalau anda mengakhiri tahun hanya dengan memberikan rapor kepada siswa dan orangtua murid, seperti biasa dan tanpa yang lain, berarti anda melakukan hal yang sama seperti puluhan tahun yang lalu. Pertanyaannya, bukankah memang itu tuntutannya? Betul. Memang tidak salah melakukan hal tersebut, namun bukankah boleh menambahkan sesuatu yang lebih baik?

Di akhir tahun, ini salah satu yang menjadi aktivitasku. Yaitu, rapor anak tangga, yaitu rapor kemampuan dari murid untuk murid. Rapor ini diisi oleh murid dan dipersembahkan untuk murid juga. Rapor ini hanya berupa satu atau dua lembar.

Continue Reading

Selembar Tisu Seharga 280.000.000

Share
sumber gambar: world.edu

Oleh: Ali Fauzi

Seorang teman bertanya, “Apa pentingnya kita mempertahankan guru-guru lama?” Tiba-tiba saya teringat kisah ini.

Seorang pria lanjut usia sedang duduk di sebuah kafe di Spanyol, sambil mencorat-coret selembar tisu bekas. Dia adalah orang yang cuek dan suka menggambar apa saja yang membuatnya terkesima. Seorang wanita yang duduk tidak jauh darinya sedang memandanginya dengan kagum.

Continue Reading

Merasa Termotivasi Saja Tidak Cukup; Inilah Perspektif “Kegagalan”

Share

Oleh: Ali Fauzi

Kata “gagal” dan “kegagalan” sungguh menghasilkan respon yang unik.

LUCUNYA, ada yang beranggapan gagal=bohong.

Apakah kalimat di bawah ini memotivasi kita? Jika iya, maka belum cukup.

Seorang ilmuwan memandang kegagalan sebagai sebuah informasi. Kegagalan adalah sebuah data yang menunjukkan bahwa kita tidak lagi harus melewati jalan dan cara yang sama. Sebuah informasi yang berisi sekumpulan data dan hasil yang kita beri nama kegagalan. Sebagai sebuah informasi, maka kegagalan tidak menghambat apapun.

Continue Reading
1 2 3 5