Bukan Murid Yang Tidak Bisa, Tapi Gurunya Yang Kurang

jadilah guru hebat!! || SONY DSC

Oleh: Ali Fauzi

Jika ada murid yang tidak santun dalam bertutur kata, bisa jadi bukan muridnya yang salah. Bisa jadi gurunya yang kurang pintar dalam memilih kata-kata ketika membenci seseorang dan ketika kesal dan marah. Gurunya yang kurang kaya akan diksi ketika bermedia sosial. Gurunya yang kurang menghargai kesantunan. Gurunya yang kurang sabar dalam mengingatkan dan menegur ketika bibit-bibit ketidaksantunan muncul. Bisa jadi, gurunya yang kurang mengajarkan tanggung jawab dan risiko atas apa yang kita tulis dan ucapkan.

Bisa jadi, gurunya lupa mengajarkan bahwa akhlak harus diletakkan di atas ilmu.

Share
Continue Reading

Epidemi Kejahatan Dalam Pendidikan

bullying di sekolah || sumber gambar: goodtoknow.co.uk

Oleh: Ali Fauzi

Masih ingat dengan teori broken windows?.

Broken windows merupakan buah pikiran kriminolog James Q. Wilson dan George Kelling. Mereka berpendapat bahwa kriminalitas merupakan akibat tak terelakkan dari ketidakteraturan.

Teori ini berasumsi bahwa jika jendela sebuah rumah pecah namun dibiarkan saja, siapapun yang lewat cenderung menyimpulkan pastilah di situ tidak ada yang peduli atau bahwa rumah tersebut tidak berpenghuni.

Share
Continue Reading

Kisah “Siswa SD” Berusia 39 Tahun

ilustrasi || sumber gambar : mendozapost.com

Oleh: Ali Fauzi

Seorang guru, suatu siang di waktu istirahat sekolah, sambil menikmati tahu goreng bercerita tentang rumitnya mendidik anak. Di ruang guru, mereka biasa ngobrol ngalor ngidul. Terlebih jika ada murid yang kemauannya melebihi kemampuannya.

Jika seorang anak memiliki kemauan melebihi kemampuannya, maka itu percikan sukses yang tidak boleh diabaikan. Tidak perlu latah membatasi dengan kata-kata yang membunuh. “kamu belum waktunya belajar itu”, “Jangan tanya yang macam-macam”, “pelajari ini saja, jangan lebih!”, “jangan sok tahu!”, dan sebagainya.

Sambil nyeruput teh hangat, guru tersebut bercerita tentang perilaku murid yang dia hadapi.

Share
Continue Reading

KALAU …”Guru Dibayar Untuk Menyampaikan Materi, Bukan Untuk Mencintai Anak-anak”

Oleh : Ali Fauzi

Masih banyak guru yg merasa bahwa tugas utamanya adalah menyampaikan materi. Memang betul, tidak ada yang salah. Setiap sekolah memiliki target kurikulum yang harus dicapai.

Namun Sebenarnya, ada tugas utama yang lebih penting. Yaitu membangun hubungan yang baik dengan anak didik.

Jika menyampaikan materi kepada anak didik merupakan satu-satunya tujuan seorang guru dalam mengajar, maka tugas itu sebenarnya sudah dilakukan dengan sangat baik oleh Google. Lebih jauh lagi, Internet tidak hanya menyampaikan informasi dan berita namun menyediakan apapun yang ingin kita ketahui.

Ketika internet belum ada, atau internet belum semudah sekarang, peran guru sebagai pihak yang mentransfer informasi dan pengetahuan masih sangat besar. Kini, peran tersebut sudah bergeser. Guru pun harus siap mengubah mindsetnya.

Share
Continue Reading

Motivasi Siswa; Jangan Pernah Mengabaikannya!

motivasi siswa smiletutor.sg

Oleh: Ali Fauzi

Hampir tidak ada yang lebih penting dalam pendidikan selain motivasi. Seorang anak bisa saja berangkat sekolah tanpa motivasi. Mereka akan tetap sampai sekolah, tetap belajar, dan tetap bisa belajar sesuatu.

Perbedaannya, barangkali hanya persoalan cara dan kemauan belajar. Seorang anak yang telah memiliki “motivasi” belajar akan merasakan kenyamanan saat belajar. Namun bagi anak yang tidak memiliki motivasi, proses belajar hanya akan terasa sangat lama, panjang, membosankan, berat, dan melelahkan.

Share
Continue Reading

3 Aktivitas Untuk Melatih Fokus Anak

fokus-belajar-gettyimages.com

Oleh: Ali Fauzi

Di tengah ramai dan bisingnya media sosial, kemampuan “fokus” menjadi barang berharga. Bagaimana tidak, para remaja dan orang dewasa hampir setiap detik mendengar notifikasi dari handphone dan gadget. Bahkan, saat ini anak-anak sudah mengalami hal yang sama.

Seringnya muncul notifikasi smartphone memaksa perhatian kita berpindah-pindah. Smartphone memaksa kita untuk klik ini klik itu dan menjebak sel otak kita untuk berpikir melompat-lompat dan dangkal.

Share
Continue Reading