Anak Harus Tahu Bahwa Gagal Itu Positif

Makna kegagalan || vix.com

Oleh: Ali Fauzi

Setiap kali latihan soal,  biasanya hanya dua soal, aku sering mengucapkan alhamdulillah ketika ada siswa yang salah dalam menyelesaikan tugasnya.

“Kok, bapak bilang Alhamdulillah. Kan saya salah”.

“Anak yang salah karena telah berusaha sendiri, berarti dia akan menjadi paham dan pintar. Ayo berusaha lagi. Mana yang masih kamu bingungkan?”

Pertama, saya ingin membiasakan anak dengan kegagalan. Saya ingin setiap anak meyakini bahwa kegagalan bukanlah identitas. Ya, identitas bahwa akhirnya “saya menjadi orang gagal”. Kegagalan harus menjadi keyakinan sebagai tindakan. Yang berarti bahwa jika saya gagal maka saya akan mengubah tindakan untuk berusaha lagi.

Share
Continue Reading

‘Mengamputasi’ kebiasaan; Proses Penting Dalam Pendidikan Karakter

mengubah kebiasaan || pixabay.com

Oleh: Ali Fauzi

Aku memulainya dari sebuah “bisikan”.

Tangannya sedang asyik memegang penggaris. Dia berlarian mengintai temannya seolah sedang baku tembak. Dor… dor.. itulah keasyikan bermain tanpa batas bagi anak. Aku mengenalnya sebagai sosok yang tenang, sedikit berbicara, dan senang bermain. Di antara semua keceriaannya, satu yang menarik perhatianku, yaitu kebiasaannya menggigit dasi.

Saat belajar, saat menunggu giliran, atau saat mengerjakan tugas yang agak sulit, tangannya memegang dasi dan langsung masuk mulutnya. Berputar-putar dan digigit sampai basah kuyup. Sungguh, tidak ada yang salah dengan kebiasaan tersebut. Tidak mengganggu belajar ataupun mengganggunya saat berteman dan bermain.

Hanya, sesekali temannya akan meneriakkan, “jijik, jijik, jorok,” dan tangannya langsung mencabut dasi dari mulutnya.

Share
Continue Reading

Tontonlah Film Yang Tidak Happy Ending! Inilah Alasannya

sad movie || zimbio.com

Oleh : Ali Fauzi

Menonton film happy ending sangatlah positif. Ternyata, menonton film yang tidak happy ending jauh lebih banyak manfaatnya.

Film happy ending membuat penontonnya berseri-seri dan berbunga-bunga. Film yang tidak happy ending justru membuat penontonnya bahagia lebih lama lagi.

Profesor komunikasi, Silvia Knobloch-Westerwick dan koleganya di Universitas Ohio State melakukan penelitian yang mengungkapkan bahwa menonton film sedih atau tragis sebenarnya membuat orang merasa lebih bahagia. Orang menjadi lebih meningkatkan perhatiannya pada aspek-aspek yang lebih positif dari kehidupan mereka sendiri.

Share
Continue Reading

Cerdas Emosi; Diary Anak Pengubah Orangtua

Pendidikan emosi anak || sumber gambar : tempo.co

Oleh: Ali Fauzi

Inilah pengalaman nyataku.

Gadis itu masih kelas 5. Dia tidak segan-segan bergabung dengan siapapun yang sedang asyik bermain. Langkahnya begitu ringan untuk berteman. Kata-katanya juga membuat temannya merasa nyaman. Bahkan, saat sendiri, tangannya sering ditarik-tarik utk bermain baersama.

Bagiku, dia adalah pribadi unik. Tubuhnya sangat ringan dalam dua sisi. Geraknya untuk bermain dan bergembira sangat lincah, namun sering juga aku melihat langkah cepatnya untuk menyendiri. Mungkin, bagi teman-temannya dia sedang belajar. Kalau aku yang melihat matanya, dia berada sangat jauh di kedalaman hatinya.

Share
Continue Reading

Pendidikan Karakter; Membatalkan Pembelajaran

Pendidikan karakter

Oleh: Ali Fauzi

Bel masuk setelah istirahat telah berbunyi. Gelombang anak bergerak menuju kelas. Ada yang berlari, jalan santai, dan bahkan jalan mundur sambil bercanda dengan teman ketika mereka bergerak masuk ke kelas masing-masing.

Saat itu aku membawa timbangan meja dan lima kantong plastik yang isinya berbeda-beda. Ada kacang hijau, beras, tepung, gula, dan kerupuk. Semua dengan ukuran berat yang berbeda. Ya, kami akan belajar tentang satuan berat.

Untuk mengenal berat benda, anak-anak harus langsung merasakan berat benda dengan tangan dan otot mereka sendiri. Kalau anak-anak belajar berat benda hanya dari papan tulis dan buku, bisa jadi mereka hanya akan mengenal nama saja. Bahkan seringkali mereka tidak tahu manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari.

Belum juga mengucap salam, seorang anak mendekatiku dan menarik bajuku untuk menunduk. Aku pun jongkok di hadapannya. Wajah layu itu segera membisikkan sesuatu, lantas menarikku untuk mengikutinya. Di situlah tampak penyebab layunya wajah anak tersebut.

Share
Continue Reading