RPP: Belajar Dari Starbucks

belajar dari starbucks || sumber gambar: food.detik.com

Oleh : Ali Fauzi

RPP itu penting, tapi fakta dominannya, ada fungsi lain yang mengalahkannya ketimbang sebagai panduan mengajar.

Pagi itu, seorang murid memberiku hadiah sebotol kopi. Ada logo Starbucks di bagian luarnya. “Ini asli?”, tanyaku. Sepanjang hidupku, aku terbiasa ngopi sachetan. Paling banter, kopi tubruk. “Iya, pak, asli.” 

Saat itu, ingatanku langsung menuju sebuah buku yang merangkum kisah perjalanan sukses Starbucks.

Share
Continue Reading

Fokus Belajar; Cara Mengatasi Perselingkuhan Dalam Belajar

fokus belajar. gambar: yukepo.com

Oleh : Ali Fauzi

Saat ini, konsentrasi dan fokus anak mudah sekali berpindah dan pendek. Para peneliti sudah menemukan bukti di berbagai negara. Kita sebagai guru harus menjadikannya sebagai tantangan dan bukan sebagai masalah. Apa yang membentuknya?

Perselingkuhan dalam belajar terjadi justru ketika murid kita masih mampu fokus dan mau belajar. Hanya saja, terjadi belokan di tikungan yang tidak kita inginkan. Jika terjadi, kita harus memilih cara yang tepat untuk menguliknya.

Share
Continue Reading

Matematika Itu Bukan Berhitung

matematika || thoughtco.com

Oleh: Ali Fauzi

Pernahkah menjumpai anak dengan kemampuan hebat dalam perkalian dan pembagian, namun kelimpungan saat menghadapi soal matematika dalam bentuk cerita? Mari kita ulik “tipis-tipis” fakta tersebut!

Sebagian besar dari kita, tumbuh dengan perasaan benci terhadap matematika. Bagi anda yang menyukai matematika, pasti akan menolak anggapan tersebut. Tapi ingat, bisa jadi anda adalah minoritas dari jutaan murid yang lain. Kalaupun kata “benci” tidak cukup mewakili, mungkin kata “takut” bisa mewakili. Dan, saking meluasnya rasa takut ini, generasi kita mengenal istilah “matematika sebagai momok”.

Dalam kurikulum sekolah, matematika seolah-olah telah menjadi induk atau ibunya kurikulum. Logika berpikirnya yang rumit dan bertingkat-tingkat, kemudian simbol-simbol yang abstrak, seolah-olah menuntut bakat besar untuk menguasainya. Sayangnya, matematika kemudian menjadi “ibu tiri yang jahat dan dibenci”.

Share
Continue Reading

Menaklukkan Si Pendiam

Ilustrasi: Seorang profesor menaklukkan anak pendiam yang jenius dalam film Good Will Hunting (1997)

Oleh: Ali Fauzi

Saat ini, dunia tidak bisa berhenti berbicara. Saat kita diam, maka orang lain yang berbicara. Pesan pendek, status di media sosial, timeline, twit, video youtube, dan percakapan lain terus bergerak tanpa henti. Sampai-sampai, penulis terkenal Amerika, Susan Cain, menulis buku bagus berjudul Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking.

Setiap tempat pasti ada pribadi yang aktif berbicara, ada juga yang memilih pasif. Dengan bisingnya media sosial, kategori anak pendiam lebih sulit didefinisikan.

Share
Continue Reading

Kajian Psikologi; Efek “Ikan Besar—Kolam Kecil”

anak minder || cognitivepsychology.blogspot.com

Oleh : Ali Fauzi

Perempuan itu beberapa kali mengusap dahi. Tangannya bergerak tak teratur saat bicara. Suaranya terputus-putus emosional. “Ada apa dengan anak saya ya pak? Dia tidak pernah mendapat nilai serendah ini kecuali sekarang. Di kelas sebelumnya, dia selalu masuk tiga besar”.

“Tidak ada masalah, ibu. Hanya…” jawab saya.

Ini adalah tahun pertama anaknya memasuki kelas unggulan. Sebuah konsep kelas di mana para anggota kelasnya diambil dari para peraih nilai tertinggi secara akademis di kelas sebelumnya. Dan anak tersebut, juga orangtuanya, terguncang hebat secara psikologis.

Share
Continue Reading

Jangan Lagi Gunakan Kalimat “jangan menyontek”. Inilah Pengganti Yang Tepat

mencontek || aplvblog.com

Oleh: Ali Fauzi

Setiap kata atau kalimat memiliki dampak psikologis dan sosial. Inilah salah satu alasan munculnya diksi.
Cobalah mengubah pesan, baik tertulis maupun lisan, dari “jangan menyontek” menjadi “jangan jadi penyontek”.

Terlihat sepele. Mari kita bedah apel dan durian ini! Tidak mungkin rasanya sama.

Share
Continue Reading

Penilaian Karakter; Harap-Harap Cemas Si Anak Cuek

Oleh: Ali Fauzi

Seorang anak memandang gambar pada papan tulis. Kertas yang dia lihat hanya bergambar tanda tanya dan sedikit tulisan di bawahnya.

Aku mendatanginya secara diam-diam. Bagi teman-temannya, dia adalah anak yang super cuek. Bahkan, menurutku, dia anak yang sangat kuat. Pujian tidak akan membuatnya terbang, kritikan juga tidak membuatnya tumbang. Selama ini, ranking atau kejuaraan apapun, baginya biasa saja. Namun kali ini, dia rela menatap gambar itu berlama-lama. Pasti ada sesuatu yang menarik hatinya.

“Kamu ingin fotomu ada di bagian mana?”, sapaku dengan suara lirih.

Share
Continue Reading
1 2 3 6