Susunan Duduk Di Kelas Masih Gaya Lama? Pertimbangkan Untuk Mengubahnya! Sebuah Renungan

classroom

Oleh : Ali Fauzi

Orang bilang, dunia sudah berubah. Akan tetapi, kita masih sering menyaksikan sekolah atau lembaga pendidikan dengan gaya duduk siswanya seperti tiga atau lima puluh tahun lalu. Semua siswa menghadap ke depan ke arah guru.

Ya, tidak ada yang salah dengan gaya duduk seperti ini. Pendidikan bisa berkembang dengan gaya apa saja selama tujuan utamanya masih bisa terpenuhi. Namun, mari kita melihat cara baru yang sangat mungkin bisa lebih baik dari cara sebelumnya. Kebutuhan untuk merubah gaya belajar merupakan kebutuhan zaman.

Share
Continue Reading

Peraturan Sekolah Yang “Membunuh” Anak

Taare_Zameen_Par_Movie_Photos

 

Oleh: Ali Fauzi

Ketika sekolah ingin menegakkan disiplin yang ketat, maka peraturan sekolah menjadi pilar utama. Faktanya, adanya peraturan seringkali justru menjadi bumerang bagi sekolah itu sendiri. Bukannya hasil positif yang didapat, melainkan justru sebaliknya.

Peraturan dibuat untuk membangun budaya sekolah yang positif. Mulai menjaga, memelihara, menumbuhkan, hingga mengembangkan karakter dan kemampuan anak didik. Sayangnya, masih banyak dijumpai sekolah-sekolah yang secara tidak sadar “membunuh” kreatifitas dan kemampuan anak dengan adanya peraturan tersebut. (baca: panduan membuat peraturan kelas)

Share
Continue Reading

Kenapa “Belajar Berkelompok” Sangat Penting Bagi Pembentukan Karakter Bangsa?

cooperative learning

 

Oleh : Ali Fauzi

Ketika setiap individu—dari anak-anak sampai orang dewasa—bebas mengakses internet kapanpun dan dimanapun, secara bersamaan budaya individualistik ikut berkembang. Pendidikan yang awalnya dibangun dari hubungan personal guru dan murid, kini mulai bergeser. Setiap individu tidak lagi perlu bertemu orang lain untuk belajar sesuatu.

Share
Continue Reading

Manajemen Kelas; Kekacauan Yang Terencana adalah Sesuatu Yang Baik

bccsc.org

Oleh : Ali Fauzi

Mari merencanakan sebuah kesibukan di kelas. Merencanakan bising untuk berinovasi. Merencanakan target besar yang melibatkan anak secara langsung. 
Batasan materi pelajaran sering membatasi guru terhadap kemampuan anak. Ada anak yang mampu melampauinya, ada juga anak yang karena alasan tertentu mengalami kesulitan. Bisa jadi, salah satu alasannya adalah karena kurangnya ruang dan waktu bagi anak untuk mencoba dengan gaya belajarnya sendiri.

Mari kita perhatikan!, Suasana kelas tampak diam, tangan terlipat rapi di atas meja, mulut tertutup, dan tak ada gerakan yang berlebihan. Kondisi kelas tersebut bisa saja mengundang tanda tanya. Mereka tertib karena takut atau mereka memerhatikan dengan saksama karena memang menarik.

Share
Continue Reading

“Tuan Rumah” Sebagai Pengganti Piket Kelas

piket kelas bank of america

 

Oleh: Ali Fauzi

“Pak, aku nggak mau lagi jadi Tuan Rumah. Capek”

“Pak, nggak enak jadi Tuan Rumah.”

Mula-mula, inilah kesan anak-anak kelas kami ketika menjadi Tuan Rumah. Di kelas, kami mencoba tidak lagi menerapkan jadwal piket. Sebagai gantinya, kami menyebutnya “Tuan Rumah”. Sebenarnya, tidak banyak berbeda dengan jadwal piket, hanya saja ada beberapa kelebihan dalam model Tuan Rumah ini.

Share
Continue Reading

Wahai Para Guru, Sudahkah Memiliki Sikap ini?

 

learnnext.com
learnnext.com

Oleh: Ali Fauzi

Mari kita peduli! Mari kita mulai sekarang!

Terkadang masih ada yang berangkat pagi-pagi, menyampaikan materi seharian, kemudian pulang. Besoknya, kemungkinan sama. Lusa, sama. Bisa jadi akan sama dalam setahun, dua tahun, atau bahkan lima tahun. Ya, masih saja ada yang mengajar hanya untuk menggugurkan kewajiban. Sesudah itu, selesai.

Padahal, potensi terbesar untuk merubah masa depan bangsa ada di pundak para pemudanya. Mereka memiliki dua jalan. Jalan pertama memungkinkan mereka jatuh ke jurang kehancuran, kecanduan, dan lembah-lembah tak bermoral. Jalan kedua memungkinkan mereka membangun pribadi yang kuat, mandiri, jujur, tanggung jawab, dan adil.

Share
Continue Reading