2 Jebakan Yang Sering Tidak Disadari Dalam Penerapan Reward and Punishment

reward and punishment || educenter.id

Oleh : Ali Fauzi

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa cara termudah untuk menegakkan disiplin adalah dengan sistem reward dan punishment. Ada juga yang berpendapat bahwa cara terbaik mengatur dan mengarahkan anak adalah dengan cara model reward dan punishment. Bahkan, untuk meningkatkan semangat belajar atau semangat berkarya, salah satu cara yang sering dilakukan adalah model reward dan punishment.

Tidak ada yang salah ketika reward dan punishment kita terapkan. Toh, hampir semua level kehidupan sangat sulit dipisahkan dari proses reward dan punishment.

Sayangnya, reward dan punishment seringkali muncul seolah-olah untuk menunjukkan “kekuasaan” orang dewasa. “Kekuasaan” guru terhadap muridnya, senior terhadap juniornya, atau orangtua terhadap anaknya. Mayoritas berdalih bahwa reward dan punishment merupakan cara terbaik dan satu-satunya untuk bisa mengendalikan keadaan.

Continue Reading

Apa Yang Terjadi Jika Seorang Guru Tidak Lagi Membaca Buku?

membaca buku sumber gambar: gatesnotes.com

Oleh : Ali Fauzi

Seorang guru, suatu siang di saat jam istirahat sekolah, bertanya kepada rekannya.

Inilah percakapannya.

A: Bagaimana jika seorang guru tidak membaca buku sama sekali dalam tiga tahun terakhir?

B: Tidak masalah. Tidak ada aturan keguruan yang dilanggarnya. Toh, buktinya sangat banyak guru yang seperti itu dan guru tersebut biasa-biasa saja dan sekolah tempatnya mengajar berlangsung bertahun-tahun seperti biasa juga.

A: Tapi kan zaman sudah berubah. Kok guru tidak membaca buku sama sekali tidak masalah?

Continue Reading

Sederhana Dan Mudahnya Pendidikan Karakter. Inilah Caranya…

pendidikan karakter || gambar dari okezone.com

Oleh : Ali Fauzi

Ketika melihat soal 2 + 2 = … Maka, rata-rata orahg dewasa  akan mampu menjawab dengan kecepatan seperti tanpa berpikir. Bahkan, kadang-kadang secepat gerakan reflek. Kecepatan ini akan melambat ketika kita sodorkan soal 74 X 39 = …

Saya yakin anda mampu menyelesaikan perkalian tersebut. Dengan hanya bermodal kertas dan pensil, semua bisa selesai dalam beberapa detik. Kalaupun tidak membutuhkan kertas dan pensil, anda membutuhkan waktu beberapa saat.

Kita coba lagi hal yang berbeda. Jika saya meminta anda menghitung mulai dari 23 s.d. 50, maka anda pasti bisa melakukannya dengan sangat mudah. Begitu juga ketika saya minta anda untuk menghitung mundur dari 85 s.d. 20, besar kemungkinan anda juga berhasil tanpa kesulitan.

Sekarang, saya minta anda menyebutkan alfabet dari “A” s.d.” Z”, maka anda juga lancar. Tantangan menjadi rumit ketika saya meminta anda untuk mengurutkan alfabet secara terbalik. Misalnya, dari “U” s.d. “G”. Sangat membutuhkan waktu karena kita hampir tidak pernah melakukannya.

Continue Reading

Untuk Orangtua; Beranikah Ambil Rapor Anak Tanpa Bertanya Ranking?

ranking kelas | honolulumagazine.com

oleh: Ali Fauzi

Kalau merasa sulit menahan untuk tidak bertanya peringkat, maka itu adalah kewajaran. Barangkali, kita tumbuh pada zaman dimana satu-satunya ukuran kesuksesan adalah peringkat di sekolah. Saat ini, tidak salah jika kita mulai mengubah mindset itu. Toh, zaman juga sudah jauh berubah.

Robert T Kiyosaki pernah mengungkapkan bahwa siswa yang hebat di kelas atau “siswa unggulan akan berhasil jika bermain aman di zona yang nyaman. Namun, begitu mereka memasuki dunia yang bertempo cepat dan sangat kompetitif, kemampuan mereka tidak terlalu berarti”.

Mari memberanikan diri untuk tidak bertanya peringkat dalam arti tertentu, yakni peringkat dan hasil belajar sebagai perolehan nilai semata. Mari mulai berani mengubahnya!

Continue Reading

3 Cara Melakukan Inovasi Di Sekolah. Peran Guru Muda Salah Satu Pilar Terpenting

peran guru || tes.com

Oleh : Ali Fauzi

Suatu ketika, saat harus menjual perusahaan kepada Microsoft, pemimpin Nokia berkata, “kami tidak melakukan apapun yang salah, tetapi entah bagaimana, kami kalah.”

Nokia jelas-jelas memiliki SDM yang handal dan mumpuni. Seluruh kinerjanya terukur, rapi, dan terkendali secara mutu. Namun yang terjadi sungguh mengagetkan. Hal ini membuka mata kita bahwa saat ini bermain aman saja tidak cukup. Setiap lembaga kini membutuhkan perubahan, kecepatan, inovasi, dan kreativitas.

Tidak begitu penting sebuah sekolah memiliki konsultan khusus atau pelatih khusus di bidang inovasi. Setiap guru memiliki suara, ide, dan kreativitas. Sehingga, inovasi bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Hal inilah yang diketahui betul oleh Ken Robinson ketika mengatakan, “pemimpin kreatif tidak harus memiliki banyak ide, yang dibutuhkan adalah menciptakan budaya di mana setiap orang dapat bersuara dan memiliki ide dan kemudian mereka merasa dihargai.”

Continue Reading

Jika Sekolah Tidak Berinovasi, Maka Ini Yang Akan Terjadi

inovasi sekolah sumber gambar http://blog.src.sk.ca

Oleh : Ali Fauzi

Stabilitas sudah mati, demikian kata Don Tapscott. Saat ini, Salah satu pembunuhnya adalah inovasi. Ya, inovasi hadir kadang tidak hanya sebagai penambah nilai dan guna, melainkan juga hadir sebagai pembunuh bagi yang tidak siap menerimanya.

Rhenald Kasali dalam catatannya menyampaikan bahwa hanya 2% dari seluruh guru yang benar-benar menjadi pendidik, yaitu guru yang kreatif yang membentuk manusia. Sekitar 3% sibuk menjadi administrator, dan selebihnya adalah “guru kurikulum” yang hanya menjalankan perintah dengan hanya menyelesaikan kurikulum yang diwajibkan. Apa isi buku, itu yang diberikan.

Dari segi jumlah, pertumbuhan sekolah begitu deras. Sekolah-sekolah baru, muncul dengan tawaran-tawaran baru atau produk lama dengan cara baru. Apapun itu, kini mulai ramai pergerakan positif untuk bersaing menjadi yang terbaik.

Continue Reading

Menciptakan Satu Bulan Pertama Yang Wow Di Sekolah

hari pertama sekolah liputan6.com
hari pertama sekolah liputan6.com

Oleh: Ali Fauzi

Hari pertama sekolah adalah hari penting. Menjadikan hari pertama menjadi menarik bagi siswa jauh lebih penting lagi. Seorang guru, terutama guru yang sudah berpengalaman, sangat memahami bagaimana menghadapi awal tahun pembelajaran. Faktanya, setelah minggu pertama, siswa sering kembali lagi mengalami rutinitas yang kadang membosankan bagi mereka.

Continue Reading