“Ranking” Kelas Yang Masih Penting

ranking kelas || duniaku.net

Oleh: Ali Fauzi

Sudah banyak sekolah yang menghilangkan ranking kelas. Kurikulum 2013 jelas tidak menganggap penting ranking. Terus, bagaimana cara mengajarkan sikap kompetitif kepada anak? Bagi orangtua, muncul pertanyaan bagaimana cara mengetahui kemampuan anak saya?

Orangtua selalu penasaran tentang posisi seberapa pintar anaknya di kelas. Hal ini sangat wajar. Hanya saja, yuk kita bertanya pada diri sendiri, untuk apa? Positif atau negatif? Memuji anak, menghakimi anak, membanggakan diri, memamerkan kepada orang lain, pemicu untuk lebih baik, atau untuk sekadar tahu saja.

Share
Continue Reading

KALAU …”Guru Dibayar Untuk Menyampaikan Materi, Bukan Untuk Mencintai Anak-anak”

Oleh : Ali Fauzi

Masih banyak guru yg merasa bahwa tugas utamanya adalah menyampaikan materi. Memang betul, tidak ada yang salah. Setiap sekolah memiliki target kurikulum yang harus dicapai.

Namun Sebenarnya, ada tugas utama yang lebih penting. Yaitu membangun hubungan yang baik dengan anak didik.

Jika menyampaikan materi kepada anak didik merupakan satu-satunya tujuan seorang guru dalam mengajar, maka tugas itu sebenarnya sudah dilakukan dengan sangat baik oleh Google. Lebih jauh lagi, Internet tidak hanya menyampaikan informasi dan berita namun menyediakan apapun yang ingin kita ketahui.

Ketika internet belum ada, atau internet belum semudah sekarang, peran guru sebagai pihak yang mentransfer informasi dan pengetahuan masih sangat besar. Kini, peran tersebut sudah bergeser. Guru pun harus siap mengubah mindsetnya.

Share
Continue Reading

Inilah Risiko Jika PR Ditiadakan. Siapkah Kita?

pr-sd-tanahtinggi-1-kota-tangerang-tribunnewscom
PR sekolah–SD Tanahtinggi 1, Tangerang–tribunnews.com

Oleh: Ali Fauzi

PR (Pekerjaan Rumah) bagi siswa sekolah merupakan tema sederhana dengan banyak argumen. Dari sekian banyak pemikiran dan ulasan yang mendalam, kesimpulan besar bukan terletak pada apakah PR itu “baik” atau “tidak baik”, melainkan pada apakah PR itu efektif atau tidak dalam mendukung proses belajar.

Share
Continue Reading

Motivasi Siswa; Jangan Pernah Mengabaikannya!

motivasi siswa smiletutor.sg

Oleh: Ali Fauzi

Hampir tidak ada yang lebih penting dalam pendidikan selain motivasi. Seorang anak bisa saja berangkat sekolah tanpa motivasi. Mereka akan tetap sampai sekolah, tetap belajar, dan tetap bisa belajar sesuatu.

Perbedaannya, barangkali hanya persoalan cara dan kemauan belajar. Seorang anak yang telah memiliki “motivasi” belajar akan merasakan kenyamanan saat belajar. Namun bagi anak yang tidak memiliki motivasi, proses belajar hanya akan terasa sangat lama, panjang, membosankan, berat, dan melelahkan.

Share
Continue Reading

3 Aktivitas Untuk Melatih Fokus Anak

fokus-belajar-gettyimages.com

Oleh: Ali Fauzi

Di tengah ramai dan bisingnya media sosial, kemampuan “fokus” menjadi barang berharga. Bagaimana tidak, para remaja dan orang dewasa hampir setiap detik mendengar notifikasi dari handphone dan gadget. Bahkan, saat ini anak-anak sudah mengalami hal yang sama.

Seringnya muncul notifikasi smartphone memaksa perhatian kita berpindah-pindah. Smartphone memaksa kita untuk klik ini klik itu dan menjebak sel otak kita untuk berpikir melompat-lompat dan dangkal.

Share
Continue Reading

Role-Play Dalam Pembelajaran; Ketika Anak SD Membuat Film

student-filmmakers

Oleh : Ali Fauzi

“bapak… aku saja pak yang ambil gambar”.

“aku saja pak…”.

Dengan penuh semangat, anak-anak kelas 5B tahun pelajaran 2014-2015 SD Al-Azhar Syifa Budi Cibubur-Cileungsi berebut ingin mengambil gambar saat pembuatan film kelas. Kegiatan ini merupakan salah satu metode pembelajaran di sekolah. Mereka tidak lagi belajar dengan cara menghafal materi dan menjawab soal-soal dalam tes. Anak-anak kelas 5B belajar menerapkan sikap hidup dalam seni peran.

Ketika belajar tentang nilai kepedulian, kerja keras, kejujuran, dan sikap-sikap baik lainnya, sudah saatnya anak belajar memecahkan masalah. Keterampilan menjawab soal dalam tes sangat berbeda dengan keterampilan memecahkan masalah sehari-hari. Dalam tes atau ulangan, anak hanya diminta untuk menghafal materi yang sudah dipelajari, sedangkan dalam menghadapi persoalan sehari-hari seorang anak akan belajar tentang dirinya dan orang lain terkait hidup bersama dan berbagi.

Bahkan, hal ini bisa sangat bermanfaat di samping pentingnya refleksi pembelajaran. Anak-anak akan belajar mengenal berbagai karakter, mempertemukannya, hingga membuat sinergi. Lebih jauh lagi, mereka belajar memanfaatkan teknologi untuk kegiatan pembelajaran.

Share
Continue Reading

Peraturan Sekolah Yang “Membunuh” Anak

Taare_Zameen_Par_Movie_Photos

 

Oleh: Ali Fauzi

Ketika sekolah ingin menegakkan disiplin yang ketat, maka peraturan sekolah menjadi pilar utama. Faktanya, adanya peraturan seringkali justru menjadi bumerang bagi sekolah itu sendiri. Bukannya hasil positif yang didapat, melainkan justru sebaliknya.

Peraturan dibuat untuk membangun budaya sekolah yang positif. Mulai menjaga, memelihara, menumbuhkan, hingga mengembangkan karakter dan kemampuan anak didik. Sayangnya, masih banyak dijumpai sekolah-sekolah yang secara tidak sadar “membunuh” kreatifitas dan kemampuan anak dengan adanya peraturan tersebut. (baca: panduan membuat peraturan kelas)

Share
Continue Reading