Memilih Active Reading Ketimbang Speed Reading

Oleh: Ali Fauzi

Saya kagum dengan pelatihan atau seminar tentang cara membaca cepat, bahkan super cepat. Banyak pula buku yang mengupas tentang metode ini. Namun, ada kerugian yang harus kita terima ketika kita menggunakan baca cepat terhadap sebuah buku. Tentu, ada keuntungannya.

Thomas Frank dalam bukunya 10 Steps to Earning Awesome Grades, menulis bahwa janganlah membaca buku layaknya membaca koran. Saat membaca koran, kita hanya ingin mengetahui inti kejadian hari ini. Salah satu efek dari metode baca koran adalah sikap reaktif.

Share
Continue Reading

“Hukum” 15 Menit Dalam Belajar

waktu belajar || arstechnica.com

Oleh: Ali Fauzi

Hari ini aku membawa mainan tamiya ke kelas. Materi belajar hari ini adalah menghitung kecepatan. Kompetensi dasar yang harus mereka kuasai adalah jarak, kecepatan, dan waktu. Tulisan ini akan lebih membahas pada bagian problem solving yang membutuhkan “hukum” 15 menit sebagai ukurannya.

Terlebih dahulu, kita ulik proses awal, yakni penanaman konsep. Bagian ini merupakan bagian yang paling krusial. Biasanya, anak tidak menyukai matematika atau pelajaran lain karena salah pada sentuhan pertama. Pada pertemuan kali ini, aku menyiapkan tiga uji coba sebagai penanaman konsep dalam belajar.

Share
Continue Reading

Gaya Belajar Itu Mitos

sumber gambar: guraru.org

Oleh: Ali Fauzi

“Gaya belajar itu mitos, kawan.”

Dua orang guru sedang ngobrol ringan tentang multiple intelligence. Keduanya meyakini, mungkin juga anda, bahwa jika kita tidak pernah membahas tentang metode belajar dan mengajar dengan rekan kita, maka hampir pasti, cara mengajar kita stagnan. Kecuali anda membaca buku dan mempraktikkannya.

Seorang guru menawarkan kopi hitam yang dibelinya secara online. “Yuk kita coba kopi ini!”

A: Gaya belajar itu bukan mitos. Ada penelitiannya. Ada otak yang cara kerjanya adalah auditori, ada juga yang visual, juga kinestetik.

Share
Continue Reading

Selembar Tisu Seharga 280.000.000

sumber gambar: world.edu

Oleh: Ali Fauzi

Seorang teman bertanya, “Apa pentingnya kita mempertahankan guru-guru lama?” Tiba-tiba saya teringat kisah ini.

Seorang pria lanjut usia sedang duduk di sebuah kafe di Spanyol, sambil mencorat-coret selembar tisu bekas. Dia adalah orang yang cuek dan suka menggambar apa saja yang membuatnya terkesima. Seorang wanita yang duduk tidak jauh darinya sedang memandanginya dengan kagum.

Share
Continue Reading

“Ranking” Kelas Yang Masih Penting

ranking kelas || duniaku.net

Oleh: Ali Fauzi

Sudah banyak sekolah yang menghilangkan ranking kelas. Kurikulum 2013 jelas tidak menganggap penting ranking. Terus, bagaimana cara mengajarkan sikap kompetitif kepada anak? Bagi orangtua, muncul pertanyaan bagaimana cara mengetahui kemampuan anak saya?

Orangtua selalu penasaran tentang posisi seberapa pintar anaknya di kelas. Hal ini sangat wajar. Hanya saja, yuk kita bertanya pada diri sendiri, untuk apa? Positif atau negatif? Memuji anak, menghakimi anak, membanggakan diri, memamerkan kepada orang lain, pemicu untuk lebih baik, atau untuk sekadar tahu saja.

Share
Continue Reading

KALAU …”Guru Dibayar Untuk Menyampaikan Materi, Bukan Untuk Mencintai Anak-anak”

Oleh : Ali Fauzi

Masih banyak guru yg merasa bahwa tugas utamanya adalah menyampaikan materi. Memang betul, tidak ada yang salah. Setiap sekolah memiliki target kurikulum yang harus dicapai.

Namun Sebenarnya, ada tugas utama yang lebih penting. Yaitu membangun hubungan yang baik dengan anak didik.

Jika menyampaikan materi kepada anak didik merupakan satu-satunya tujuan seorang guru dalam mengajar, maka tugas itu sebenarnya sudah dilakukan dengan sangat baik oleh Google. Lebih jauh lagi, Internet tidak hanya menyampaikan informasi dan berita namun menyediakan apapun yang ingin kita ketahui.

Ketika internet belum ada, atau internet belum semudah sekarang, peran guru sebagai pihak yang mentransfer informasi dan pengetahuan masih sangat besar. Kini, peran tersebut sudah bergeser. Guru pun harus siap mengubah mindsetnya.

Share
Continue Reading