Sukses Ujian Nasional; Lengkapi Dengan Langkah Ini!

ujian-nasional

oleh: Ali Fauzi

Teman-teman guru dan orangtua.

Terlepas dari kontroversi pelaksanaan Ujian Nasional, kita masih bisa mendapat banyak manfaat positif dari pelaksanaan Ujian Nasional. Beberapa hal dalam mekanisme pelaksanaannya masih perlu banyak penyesuaian, adalah tugas kita bersama untuk saling melengkapi, mengingatkan, dan terus menyempurnakan pelaksanaan evaluasi sekolah di tingkat akhir ini.

Mari kita laksanakan dengan baik tanpa menghilangkan nilai-nilai pendidikan itu sendiri. 

Share
Continue Reading

(Seharusnya) Belajar = Melatih Berfikir, Bukan Belajar = Menghafal Materi

The-Learning-Process-1

 

oleh: Ali Fauzi

Mulai hari ini, bertanyalah pada diri sendiri pada saat mengajar.

“Apakah anak-anak sudah mengetahui fungsi materi yang saya ajarkan ini bagi kehiduan mereka?”

“Apakah saya sudah memberinya pengalaman belajar dan pengalaman hidup?”

“Apakah mereka bertambah ilmu atau bertambah hafalannya?”

“Apakah mereka sudah belajar memecahkan masalah dari materi ini?”
“Apa yang mereka pelajari atau apa mereka hanya menghafal?”

Ketika mengajar bidang studi tertentu, misalnya, apabila seorang guru hanya berfikir bahwa tugas utamanya adalah menyampaikan materi dan harus habis dalam waktu tertentu, maka yang akan muncul dalam pembelajaran adalah tuntutan kepada anak utk menghafal. Bagi anak yang tahan, maka hafalan bisa dikuasai. Namun, bagi anak yang memiliki kecenderungan mencoba atau menyukai kegiatan praktik, maka hafalan menjadi sangat sulit.

Share
Continue Reading

Mendidik Anak Berpikir Kritis dan Analitis

berpikir kritis

 

Oleh: Ali Fauzi

Kalau anda memberi ikan kepada orang kelaparan, maka anda menyelamatkannya hari ini. Akan tetapi, kalau anda mengajarinya memancing, maka anda menyelamatkan dia dalam waktu panjang. Inilah salah satu alasan kenapa penting dan perlu mengajarkan anak berpikir analitis.

Transfer pengetahuan ke anak memiliki beberapa tipe. Salah satu yang digemari adalah model hafalan. Padahal model ini sudah seharusnya tidak sering dipakai lagi. Karena kalau diteliti dan diingat, apa yang kita ajarkan kepada anak melalui hafalan tidak lebih penting dari cara mengolah pengetahuan itu sendiri.

Share
Continue Reading

Wahai Para Guru, Sudahkah Memiliki Sikap ini?

 

learnnext.com
learnnext.com

Oleh: Ali Fauzi

Mari kita peduli! Mari kita mulai sekarang!

Terkadang masih ada yang berangkat pagi-pagi, menyampaikan materi seharian, kemudian pulang. Besoknya, kemungkinan sama. Lusa, sama. Bisa jadi akan sama dalam setahun, dua tahun, atau bahkan lima tahun. Ya, masih saja ada yang mengajar hanya untuk menggugurkan kewajiban. Sesudah itu, selesai.

Padahal, potensi terbesar untuk merubah masa depan bangsa ada di pundak para pemudanya. Mereka memiliki dua jalan. Jalan pertama memungkinkan mereka jatuh ke jurang kehancuran, kecanduan, dan lembah-lembah tak bermoral. Jalan kedua memungkinkan mereka membangun pribadi yang kuat, mandiri, jujur, tanggung jawab, dan adil.

Share
Continue Reading

Jangan Mendisiplinkan Anak!

disiplin

 

Oleh: Ali Fauzi

Setiap guru dan setiap orangtua pasti menginginkan anak atau anak didiknya menjadi anak yang disiplin. Tetapi, ada aturan penting yang harus diingat, “Jangan mendisiplinkan anak, tetapi didiklah anak untuk menjadi disiplin.”

Mendisiplinkan anak dan mendidik anak untuk menjadi disiplin itu dua hal berbeda. Kita, sebagai guru atau orangtua, hanya perlu introspeksi ke bagian mana kita bersikap.

Share
Continue Reading

Membangun Kebiasaan Anak Mengerjakan PR

Oleh : Ali Fauzi

Setelah seharian belajar, pulang pun belajar lagi. Bukan hal yang menyenangkan untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Tak heran, jika sekarang istilah “PR” dijadikan istilah untuk suatu hal yang menyebalkan dan melelahkan. Bagaimana dengan anak Anda? Apakah ia dan Anda harus bertengkar dulu sebelum akhirnya ia mengerjakan pekerjaan rumahnya? Bagaimana membuat pekerjaan rumah menjadi hal yang dilakukan disiplin bagi anak?

Francie Alexander, dari Scholastic, situs untuk membantu anak belajar mengatakan, bahwa anak-anak usia sekolah dasar secara garis besar menghabiskan waktu antara 40-60 menit per hari untuk mengerjakan PR. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda dan si anak lakukan untuk membangun kebiasaan mengerjakan PR.

Share
Continue Reading

Ingatan Jangka Panjang dalam Belajar


Oleh: Ali Fauzi

Mendidik anak seperti mengalirkan air. Akan tetapi, mari kita menyiramkan air tersebut layaknya kita menyiramkan air di kebun. Bukan menyiramkan air ke dalam ember. Menyiram air di ember berarti memiliki kemungkinan bahwa ember tersebut akan penuh dan selanjutnya akan tumpah karena wadahnya tetap.

Sedangkan menyiramkan air di kebun berarti kita mengalirkan air tersebut ke tanaman. Dan setiap tanaman dan pohon memiliki kepastian tumbuh dan akan semakin besar. Mendidik menjadi mendampingi, mengisi, melatih, dan memupuknya supaya setiap anak mampu tumbuh menjadi jiwa-jiwa yang agung.

Share
Continue Reading