Jangan Mendiamkan Siswa! Rugi

cara mendiamkan siswa || ottawacitizen.com

Oleh: Ali Fauzi

Efektif namun rugi. Ya, ketika anda seorang guru dan ketika menghadapi siswa yang ribut atau ngobrol sendiri-sendiri, biasanya reflek yang akan terjadi adalah anda berteriak…

“Diam…..”

“Yang gak bisa diam, silakan keluar kelas”

“Hitungan sampai tiga, yang nggak diam, maju ke depan!”

Dan seterusnya…

Share
Continue Reading

Sekolah Bukanlah Bengkel; Yuk, Perbaiki Mindset Kita!

SEKOLAH RAMAH ANAK || mediaindonesia.com

Oleh: Ali Fauzi

Seorang tetangga bercerita bahwa tujuan dirinya mengirimkan anaknya ke sekolah atau madrasah tertentu adalah agar kenakalan anaknya bisa hilang. Ini adalah alasan yang sangat mudah dipahami.

Tujuan tersebut memang wajar dan banyak dibutuhkan. Akan tetapi, tujuan ini jika diyakini oleh semua pihak sebagai kebutuhan, maka berakibat sangat tidak baik. Jika orangtua berkeyakinan seperti itu, maka sama halnya dengan berkeyakinan bahwa anaknya selama ini bermasalah dan harus diobati. Padahal, dalam masa belajar, kesalahan memilih sikap merupakan proses menuju kematangan.

Lebih mengkhawatirkan lagi jika keyakinan terhadap tujuan seperti di atas dimiliki oleh seorang guru.  

Share
Continue Reading

Benarkah Sekolah “Gak Perlu Lagi?” Catatan Atas Video Deddy Corbuzier

Deddy Corbuzier tentang sekolah

Oleh : Ali Fauzi

Video yang ditonton jutaan orang itu sebenarnya merupakan bukti kepedulian “Master Deddy” terhadap dunia pendidikan tanah air. Dia berpandangan bahwa sistem pendidikan kita masih banyak lubang kesalahan. Misalnya, menuntut setiap anak menguasai segala bidang, mengukur kehebatan anak melalui tes tertulis semata, hingga materi ajar yang kurang aplikatif. Tidak hanya itu, Deddy juga menyoroti tentang kesalahan orangtua dalam mendidik anak.

Kepedulian “Master Deddy” untuk memotivasi orang lain dengan cara di atas, sungguh membuat orang harus bisa merasa dan berpikir ulang, namun sekaligus video tersebut penuh dengan risiko. Ingat, bung, penonton video anda bukan orang terpelajar semua, tidak semuanya adalah mereka yang suka berpikir dua kali atau lebih. Bahkan, jangan-jangan mayoritas penonton video tersebut adalah anak-anak SMA dan mahasiswa tingkat awal yang terkadang cepat sekali dalam mengambil kesimpulan.

Share
Continue Reading

Guru Sering Mempermudah Nilai, Ingatlah Akibat Fatal Ini!

siswa || sumber gambar dari lombokinfo.com

Oleh: Ali Fauzi

“Jangan kuliah di Jerman. Pilih negara lain. Kecuali kamu siap dengan standar yang ketat”.

Itulah kalimat seorang murid yang kutemui bulan lalu, setelah sekian lama dia lulus dari SD tempatku mengajar. Kini, dia kuliah di Jerman. Terlepas dari apakah mayoritas lembaga pendidikan di Jerman menerapkan standar yang ketat atau tidak, saya ingin belajar dari pengalaman muridku tersebut.

Mempermudah anak mendapatkan nilai bagus sama kurang baiknya dengan mempersulit nilai. Keduanya memiliki manipulasi. Mempermudah nilai memiliki risiko yang sangat tidak baik sementara mempersulit nilai menimbulkan tekanan yang bisa mengakibatkan stres.

Share
Continue Reading

Video Tentang Manajemen Kelas ( 1 )

manajemen kelas

Oleh: Ali Fauzi

Dari kelas, siswa akan membentuk diri dan jati dirinya. Suasana kelas sangat menentukan perkembangan anak. Dan dari kelas pulalah, seorang anak akan membuka diri untuk dunia yang lebih luas.

Seorang guru yang mampu bercerita dengan sangat apik, bisa membuat anak menyukai sejarah. Seorang guru yang mampu tampil dan menyajikan ilmu eksakta menjadi hal yang sederhana, maka ilmu eksakta bisa menjadi primadona. Seorang guru yang mampu membuat keindahan alam menjadi kata-kata, menyuarakan hati dengan bahasa yang berbunga-bunga, dan mengobarkan semangat hanya dengan bahasa, maka dunia sastra tidak menjemukan lagi bagi siswa.

Bahkan, seorang guru yang mampu membangun hubungan emosional dengan siswanya, maka sekolah akan menjadi rumah bagi anak-anak. Sekolah akan menjadi tempat yang dirindukan dan menjadi pemandu atau kompas bagi kehidupan anak-anak kelak.

Share
Continue Reading

Video Tentang Pentingnya Memilih Metode Mengajar Yang Tepat

Metode mengajar yang salah, terkadang mengecewakan murid.

Video bagus ini salah satu contohnya.

Potongan film ini menunjukkan hal yang sangat nyata. Ini adalah potongan film “Monalisa Smile”. Kali ini, kita mengambil pelajaran dari satu scene film tersebut. Sungguh sangat bermanfaat bagi kita sebagai guru.

Google telah memudahkan bagi siapa saja yang ingin mencari ilmu dan informasi. Bagi yang memiliki kemampuan dan kemauan, google sungguh sangat bermanfaat.

Bisa jadi, salah satu murid kita telah belajar banyak melampaui buku teks pelajarannya. Sehingga, jika kita hanya mengajar hanya berpatokan buku, maka ada saja murid yang merasa bosan. Jika belum mampu mengupdate materi, yuk minimal kita ubah cara menyampaikannya.

Silakan mengambil kesimpulan positif dari video ini terlepas dari apapun kekurangannya.

Video versi youtube ada di link

salam www.sejutaguru.com

 

Share
Continue Reading

Panduan Mudah Melakukan Penilaian

penilaian di sekolah || liputan6.com

Oleh : Ali Fauzi

Pilih mana yang paling bagus dalam melakukan penilaian

Manakah yang sering kita lakukan?
Bagian apa yang Sering kita lewatkan?

Misalkan kita sampaikan kepada 4 orang anak dengan cara yang berbeda seperti di bawah ini.

1. “Gambarlah ikan! Bebas.”

Setelah selesai dan dikumpulkan.
Kita memberikan nilai, lalu mengumumkan nilainya.
“Nilaimu adalah 75”

2. “Gambarlah ikan! Nanti akan dinilai”
Kemudian anak memulai menggambar.

3. “Gambatlah ikan! Nanti akan dinilai. Yang lengkap dengan hewan dan tanaman laut lainnya lebih tinggi nilainya”
Kemudian anak memulai menggambar.

4. “Gambarlah ikan! Nanti akan dinilai. Yang lengkap dengan hewan dan tanaman laut lainnya lebih tinggi nilainya. Jika diwarnai akan lebih sempurna nilainya”
Kemudian anak memulai menggambar.

Kira-kira manakah kemungkinan gambar yg lebih bagus yg akan dihasilkan anak?

Manakah yang lebih memotivasi anak untuk berusaha melebihi kemampuannya?

Manakah cara yang lebih adil dan faktual?

Silakan mencoba dan membuktikan

Share
Continue Reading