Mewaspadai Jebakan-Jebakan Dalam Standar Pendidikan

Standar Pendidikan || sumber gambar: ANTARA

Oleh: Ali Fauzi

Salah satu cara yang paling sering kita jumpai untuk menaikkan kualitas pendidikan adalah dengan menaikkan target sekolah. Dalam skala besar, berarti menaikkan standar pendidikan.

Betul, menaikkan standar dalam pendidikan merupakan cara memulai yang paling mudah. Alat penting dalam mengolah dan menaikkan standar adalah penilaian. Sayangnya, dari beberapa standar dalam pendidikan, standar penilaian sangat mendominasi dan menjadi pemain utama. Pendidikan akhirnya berkembang didominasi oleh metode dan sistem penilaian.

Share
Continue Reading

Fokus Belajar; Cara Mengatasi Perselingkuhan Dalam Belajar

fokus belajar. gambar: yukepo.com

Oleh : Ali Fauzi

Saat ini, konsentrasi dan fokus anak mudah sekali berpindah dan pendek. Para peneliti sudah menemukan bukti di berbagai negara. Kita sebagai guru harus menjadikannya sebagai tantangan dan bukan sebagai masalah. Apa yang membentuknya?

Perselingkuhan dalam belajar terjadi justru ketika murid kita masih mampu fokus dan mau belajar. Hanya saja, terjadi belokan di tikungan yang tidak kita inginkan. Jika terjadi, kita harus memilih cara yang tepat untuk menguliknya.

Share
Continue Reading

Bad Genius; Semua Berawal Dari Pensil 2B

film pendidikan Bad Genius

Oleh: Ali Fauzi

Thailand. Guru dan mereka yang haus motivasi sangat akrab dengan film-film motivasi asal negara Thailand. Anak-anak muda dan penyuka film, mengenal Thailand secara dekat dengan film horornya. Penggila film aksi juga akan mengingat serial film Ong Bak yang melegenda.

Kali ini, film bertema pendidikan. Sebuah film yang digadang-gadang sebagai film Thailand paling sukses sepanjang sejarah. Tahun 2017 lalu, film ini merupakan film Asia Tenggara pertama yang jadi pembuka dalam New York Asian Film Festival. Pujian terhadap film ini membanjir dari dunia internasional. Ya, inilah film Bad Genius.

Semua berawal dari pensil 2B. Ya, dari sanalah orang sering mengukur kualitas pendidikan. Ke sana jugalah aktivitas belajar sering mengarah. Bahkan, pertaruhan jabatan kepala sekolah sering bergantung padanya. Itulah Ujian Sekolah yang aktor utamanya adalah ‘pensil 2B’.

Share
Continue Reading

Matematika Sebagai “Ibu Tiri”

matematika || thoughtco.com

Oleh: Ali Fauzi

Pernahkah menjumpai anak dengan kemampuan hebat dalam perkalian dan pembagian, namun kelimpungan saat menghadapi soal matematika dalam bentuk cerita? Mari kita ulik “tipis-tipis” fakta tersebut!

Sebagian besar dari kita, tumbuh dengan perasaan benci terhadap matematika. Bagi anda yang menyukai matematika, pasti akan menolak anggapan tersebut. Tapi ingat, bisa jadi anda adalah minoritas dari jutaan murid yang lain. Kalaupun kata “benci” tidak cukup mewakili, mungkin kata “takut” bisa mewakili. Dan, saking meluasnya rasa takut ini, generasi kita mengenal istilah “matematika sebagai momok”.

Dalam kurikulum sekolah, matematika seolah-olah telah menjadi induk atau ibunya kurikulum. Logika berpikirnya yang rumit dan bertingkat-tingkat, kemudian simbol-simbol yang abstrak, seolah-olah menuntut bakat besar untuk menguasainya. Sayangnya, matematika kemudian menjadi “ibu tiri yang jahat dan dibenci”.

Share
Continue Reading

“The Art of War” Dalam Mendidik Anak

source: medium.com

One hundred victories in one hundred battles is not the most skillful. Subduing the other’s military without battle is the most skillful

Sun Tzu

Apakah kalau kita memaksaa anak untuk diam, itu pertempuran?

Apakah kalau kita, dengan dominasi kita sebagai orang dewasa, memerintah anak untuk tunduk tanpa alasan juga merupakan pertempuran?

Silakan Tafsirkan sendiri.

Kalau anda mampu menaklukkan hati anak didik karena “bertempur”, bisa jadi itu bukan cara atau metode terbaik. Pasti ada cara meluluhkan hati di mana anak-anak memulai langkah bukan dengan rasa takut.

Arti “bertempur” sangat beragam. Seni perang Sun Tzu ternyata bisa kita terapkan dalam mendidik anak. Tentu, dalam tafsiran yang sesuai.

Share
Continue Reading

Menaklukkan Si Pendiam

Ilustrasi: Seorang profesor menaklukkan anak pendiam yang jenius dalam film Good Will Hunting (1997)

Oleh: Ali Fauzi

Saat ini, dunia tidak bisa berhenti berbicara. Saat kita diam, maka orang lain yang berbicara. Pesan pendek, status di media sosial, timeline, twit, video youtube, dan percakapan lain terus bergerak tanpa henti. Sampai-sampai, penulis terkenal Amerika, Susan Cain, menulis buku bagus berjudul Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking.

Setiap tempat pasti ada pribadi yang aktif berbicara, ada juga yang memilih pasif. Dengan bisingnya media sosial, kategori anak pendiam lebih sulit didefinisikan.

Share
Continue Reading
1 2 3 7