Guru Sering Mempermudah Nilai, Ingatlah Akibat Fatal Ini!

siswa || sumber gambar dari lombokinfo.com

Oleh: Ali Fauzi

“Jangan kuliah di Jerman. Pilih negara lain. Kecuali kamu siap dengan standar yang ketat”.

Itulah kalimat seorang murid yang kutemui bulan lalu, setelah sekian lama dia lulus dari SD tempatku mengajar. Kini, dia kuliah di Jerman. Terlepas dari apakah mayoritas lembaga pendidikan di Jerman menerapkan standar yang ketat atau tidak, saya ingin belajar dari pengalaman muridku tersebut.

Mempermudah anak mendapatkan nilai bagus sama kurang baiknya dengan mempersulit nilai. Keduanya memiliki manipulasi. Mempermudah nilai memiliki risiko yang sangat tidak baik sementara mempersulit nilai menimbulkan tekanan yang bisa mengakibatkan stres.

Share
Continue Reading

Video Tentang Manajemen Kelas ( 1 )

manajemen kelas

Oleh: Ali Fauzi

Dari kelas, siswa akan membentuk diri dan jati dirinya. Suasana kelas sangat menentukan perkembangan anak. Dan dari kelas pulalah, seorang anak akan membuka diri untuk dunia yang lebih luas.

Seorang guru yang mampu bercerita dengan sangat apik, bisa membuat anak menyukai sejarah. Seorang guru yang mampu tampil dan menyajikan ilmu eksakta menjadi hal yang sederhana, maka ilmu eksakta bisa menjadi primadona. Seorang guru yang mampu membuat keindahan alam menjadi kata-kata, menyuarakan hati dengan bahasa yang berbunga-bunga, dan mengobarkan semangat hanya dengan bahasa, maka dunia sastra tidak menjemukan lagi bagi siswa.

Bahkan, seorang guru yang mampu membangun hubungan emosional dengan siswanya, maka sekolah akan menjadi rumah bagi anak-anak. Sekolah akan menjadi tempat yang dirindukan dan menjadi pemandu atau kompas bagi kehidupan anak-anak kelak.

Share
Continue Reading

Video Tentang Pentingnya Memilih Metode Mengajar Yang Tepat

Metode mengajar yang salah, terkadang mengecewakan murid.

Video bagus ini salah satu contohnya.

Potongan film ini menunjukkan hal yang sangat nyata. Ini adalah potongan film “Monalisa Smile”. Kali ini, kita mengambil pelajaran dari satu scene film tersebut. Sungguh sangat bermanfaat bagi kita sebagai guru.

Google telah memudahkan bagi siapa saja yang ingin mencari ilmu dan informasi. Bagi yang memiliki kemampuan dan kemauan, google sungguh sangat bermanfaat.

Bisa jadi, salah satu murid kita telah belajar banyak melampaui buku teks pelajarannya. Sehingga, jika kita hanya mengajar hanya berpatokan buku, maka ada saja murid yang merasa bosan. Jika belum mampu mengupdate materi, yuk minimal kita ubah cara menyampaikannya.

Silakan mengambil kesimpulan positif dari video ini terlepas dari apapun kekurangannya.

Video versi youtube ada di link

salam www.sejutaguru.com

 

Share
Continue Reading

Panduan Mudah Melakukan Penilaian

penilaian di sekolah || liputan6.com

Oleh : Ali Fauzi

Pilih mana yang paling bagus dalam melakukan penilaian

Manakah yang sering kita lakukan?
Bagian apa yang Sering kita lewatkan?

Misalkan kita sampaikan kepada 4 orang anak dengan cara yang berbeda seperti di bawah ini.

1. “Gambarlah ikan! Bebas.”

Setelah selesai dan dikumpulkan.
Kita memberikan nilai, lalu mengumumkan nilainya.
“Nilaimu adalah 75”

2. “Gambarlah ikan! Nanti akan dinilai”
Kemudian anak memulai menggambar.

3. “Gambatlah ikan! Nanti akan dinilai. Yang lengkap dengan hewan dan tanaman laut lainnya lebih tinggi nilainya”
Kemudian anak memulai menggambar.

4. “Gambarlah ikan! Nanti akan dinilai. Yang lengkap dengan hewan dan tanaman laut lainnya lebih tinggi nilainya. Jika diwarnai akan lebih sempurna nilainya”
Kemudian anak memulai menggambar.

Kira-kira manakah kemungkinan gambar yg lebih bagus yg akan dihasilkan anak?

Manakah yang lebih memotivasi anak untuk berusaha melebihi kemampuannya?

Manakah cara yang lebih adil dan faktual?

Silakan mencoba dan membuktikan

Share
Continue Reading

2 Jebakan Yang Sering Tidak Disadari Dalam Penerapan Reward and Punishment

reward and punishment || educenter.id

Oleh : Ali Fauzi

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa cara termudah untuk menegakkan disiplin adalah dengan sistem reward dan punishment. Ada juga yang berpendapat bahwa cara terbaik mengatur dan mengarahkan anak adalah dengan cara model reward dan punishment. Bahkan, untuk meningkatkan semangat belajar atau semangat berkarya, salah satu cara yang sering dilakukan adalah model reward dan punishment.

Tidak ada yang salah ketika reward dan punishment kita terapkan. Toh, hampir semua level kehidupan sangat sulit dipisahkan dari proses reward dan punishment.

Sayangnya, reward dan punishment seringkali muncul seolah-olah untuk menunjukkan “kekuasaan” orang dewasa. “Kekuasaan” guru terhadap muridnya, senior terhadap juniornya, atau orangtua terhadap anaknya. Mayoritas berdalih bahwa reward dan punishment merupakan cara terbaik dan satu-satunya untuk bisa mengendalikan keadaan.

Share
Continue Reading