Komunikasi Efektif dengan Anak


Oleh: Ali Fauzi

Seorang anak sedang mengobrol dengan teman sebangkunya. Mereka sangat asyik. Tampak ada keintiman yang membuatnya hanyut. Mereka saling menunjukkan benda satu sama lain. Sesekali mata mereka bertemu untuk meyakinkan diri. Beberapa detik kemudian, tiba-tiba salah satu dari mereka menggerakkan bola matanya ke arah teman lainnya. Ketika melihat keheningan, pandangan anak tersebut langsung menuju ke arah guru yang sedang mengajar.
Sang guru tersenyum. Si anak pun langsung memahami arti senyum gurunya. Senyum dengan tatapan pasti. Si anak langsung berhenti saling bicara karena memang bukan waktunya saling berbicara. Si anak juga membalas senyum guru dengan senyum kesadaran.

Share
Continue Reading

Membangun Kebiasaan Anak Mengerjakan PR

Oleh : Ali Fauzi

Setelah seharian belajar, pulang pun belajar lagi. Bukan hal yang menyenangkan untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Tak heran, jika sekarang istilah “PR” dijadikan istilah untuk suatu hal yang menyebalkan dan melelahkan. Bagaimana dengan anak Anda? Apakah ia dan Anda harus bertengkar dulu sebelum akhirnya ia mengerjakan pekerjaan rumahnya? Bagaimana membuat pekerjaan rumah menjadi hal yang dilakukan disiplin bagi anak?

Francie Alexander, dari Scholastic, situs untuk membantu anak belajar mengatakan, bahwa anak-anak usia sekolah dasar secara garis besar menghabiskan waktu antara 40-60 menit per hari untuk mengerjakan PR. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda dan si anak lakukan untuk membangun kebiasaan mengerjakan PR.

Share
Continue Reading

Reward; 10 Alasan untuk Waspada Menggunakannya


Oleh: Ali Fauzi

Ketika mulai belajar, hal pertama yang harus dilakukan terhadap siswa/anak adalah memunculkan kemauan untuk belajar. Ibarat kita hendak menuang air ke dalam gelas, maka gelasnya harus terbuka dahulu. Dalam kondisi tertutup, maka hanya ada satu kemungkinan yaitu air akan tumpah dan tidak akan masuk ke dalam gelas. Dalam kondisi terbuka, maka kemungkinan air untuk masuk pasti ada.

Share
Continue Reading

Poin-poin Penting yang Wajib Diketahui Orangtua

disiplin

Dengan padatnya dunia kerja, banyak orangtua yang tidak memiliki cukup waktu untuk mendampingi anaknya tumbuh. Sederhananya, mereka mengoptimalkan hari Sabtu-Minggu sebagai hari keluarga. Dengan kondisi semacam ini, maka memiliki anak yang mandiri adalah cita-cita semua orangtua.

Dengan sedikitnya waktu untuk anak, seringkali waktu yang ada dijadikan sebagai, ya katakanlah, semacam pelampiasan kasih sayang. Ini jelas sah dan benar. Akan tetapi, kita perlu melihat poin-poin mana yang harus kita berikan dan yang tidak harus kita berikan kepada anak.

Share
Continue Reading