Kisah “Siswa SD” Berusia 39 Tahun

ilustrasi || sumber gambar : mendozapost.com

Oleh: Ali Fauzi

Seorang guru, suatu siang di waktu istirahat sekolah, sambil menikmati tahu goreng bercerita tentang rumitnya mendidik anak. Di ruang guru, mereka biasa ngobrol ngalor ngidul. Terlebih jika ada murid yang kemauannya melebihi kemampuannya.

Jika seorang anak memiliki kemauan melebihi kemampuannya, maka itu percikan sukses yang tidak boleh diabaikan. Tidak perlu latah membatasi dengan kata-kata yang membunuh. “kamu belum waktunya belajar itu”, “Jangan tanya yang macam-macam”, “pelajari ini saja, jangan lebih!”, “jangan sok tahu!”, dan sebagainya.

Sambil nyeruput teh hangat, guru tersebut bercerita tentang perilaku murid yang dia hadapi.

Share
Continue Reading

“Ranking” Kelas Yang Masih Penting

ranking kelas || duniaku.net

Oleh: Ali Fauzi

Sudah banyak sekolah yang menghilangkan ranking kelas. Kurikulum 2013 jelas tidak menganggap penting ranking. Terus, bagaimana cara mengajarkan sikap kompetitif kepada anak? Bagi orangtua, muncul pertanyaan bagaimana cara mengetahui kemampuan anak saya?

Orangtua selalu penasaran tentang posisi seberapa pintar anaknya di kelas. Hal ini sangat wajar. Hanya saja, yuk kita bertanya pada diri sendiri, untuk apa? Positif atau negatif? Memuji anak, menghakimi anak, membanggakan diri, memamerkan kepada orang lain, pemicu untuk lebih baik, atau untuk sekadar tahu saja.

Share
Continue Reading

Jangan Mendiamkan Siswa! Rugi

cara mendiamkan siswa || ottawacitizen.com

Oleh: Ali Fauzi

Efektif namun rugi. Ya, ketika anda seorang guru dan ketika menghadapi siswa yang ribut atau ngobrol sendiri-sendiri, biasanya reflek yang akan terjadi adalah anda berteriak…

“Diam…..”

“Yang gak bisa diam, silakan keluar kelas”

“Hitungan sampai tiga, yang nggak diam, maju ke depan!”

Dan seterusnya…

Share
Continue Reading

Dua Alasan Tulisan Bertema Politik Lebih Laku Dan Dampaknya Dalam Dunia Pendidikan

pengaruh media sosial || cnbc.com

Oleh: Ali Fauzi

Whatsapp dan facebook mencatat sekitar 30 miliar pesan yang mereka kirim masing-masing setiap harinya. Belum lagi media sosial yang lain (youtube, instagram, dll). Inilah era gempuran teks, gambar dan video yang memikat, menyihir, sekaligus membahayakan.

Salah seorang pemerhati pendidikan negeri ini pernah melakukan pengamatan kecil-kecilan tentang tulisan-tulisan yang beredar di media sosial. Hasilnya, tulisan yang bermuatan politis lebih cepat mendapatkan respon (like dan share) ketimbang tulisan bertema yang lain.

Setidaknya ada dua alasan kenapa hal ini bisa terjadi.

Share
Continue Reading

Sederhana Dan Mudahnya Pendidikan Karakter. Inilah Caranya…

pendidikan karakter || gambar dari okezone.com

Oleh : Ali Fauzi

Ketika melihat soal 2 + 2 = … Maka, rata-rata orahg dewasa  akan mampu menjawab dengan kecepatan seperti tanpa berpikir. Bahkan, kadang-kadang secepat gerakan reflek. Kecepatan ini akan melambat ketika kita sodorkan soal 74 X 39 = …

Saya yakin anda mampu menyelesaikan perkalian tersebut. Dengan hanya bermodal kertas dan pensil, semua bisa selesai dalam beberapa detik. Kalaupun tidak membutuhkan kertas dan pensil, anda membutuhkan waktu beberapa saat.

Kita coba lagi hal yang berbeda. Jika saya meminta anda menghitung mulai dari 23 s.d. 50, maka anda pasti bisa melakukannya dengan sangat mudah. Begitu juga ketika saya minta anda untuk menghitung mundur dari 85 s.d. 20, besar kemungkinan anda juga berhasil tanpa kesulitan.

Sekarang, saya minta anda menyebutkan alfabet dari “A” s.d.” Z”, maka anda juga lancar. Tantangan menjadi rumit ketika saya meminta anda untuk mengurutkan alfabet secara terbalik. Misalnya, dari “U” s.d. “G”. Sangat membutuhkan waktu karena kita hampir tidak pernah melakukannya.

Share
Continue Reading

Guru, Jangan Hanya Kau Kenalkan Namamu. Ceritakan Tentang Dirimu…

hari pertama sekolah ||sumber gambar bisnis.com

Oleh : Ali Fauzi

Tulisan ini untuk guru dan untuk siapapun yang memiliki jiwa pendidik. Bisa untuk guru baru, guru senior yang membutuhkan penyegaran, atau sekadar pengingat.

Hari pertama sekolah adalah saat dimana teka-teki dalam diri anak akan terjawab. Setiap anak, terkadang orangtua juga, menyimpan rapi teka-teki dalam dirinya. Tentang sekolah, kelas, teman, teman sebangku, teman lama, guru, wali kelas, gedung sekolah, bahkan tentang dirinya sendiri.

Apapun yang anak dapatkan di hari pertama, akan memengaruhi harapan anak di sekolahnya. Apakah hari pertama langsung menentukan? Iya, tapi tidak besar. Dengan catatan, kesalahan hari pertama harus langsung diperbaiki di hari berikutnya. Anak-anak di sekolah akan membangun harapan dan kesan pada minggu pertama sampai bulan pertama. Jika hari pertama terlewati dengan biasa saja, maka mari menyempurnakannya di hari-hari berikutnya.

Share
Continue Reading

Untuk Orangtua; Beranikah Ambil Rapor Anak Tanpa Bertanya Ranking?

ranking kelas | honolulumagazine.com

oleh: Ali Fauzi

Kalau merasa sulit menahan untuk tidak bertanya peringkat, maka itu adalah kewajaran. Barangkali, kita tumbuh pada zaman dimana satu-satunya ukuran kesuksesan adalah peringkat di sekolah. Saat ini, tidak salah jika kita mulai mengubah mindset itu. Toh, zaman juga sudah jauh berubah.

Robert T Kiyosaki pernah mengungkapkan bahwa siswa yang hebat di kelas atau “siswa unggulan akan berhasil jika bermain aman di zona yang nyaman. Namun, begitu mereka memasuki dunia yang bertempo cepat dan sangat kompetitif, kemampuan mereka tidak terlalu berarti”.

Mari memberanikan diri untuk tidak bertanya peringkat dalam arti tertentu, yakni peringkat dan hasil belajar sebagai perolehan nilai semata. Mari mulai berani mengubahnya!

Share
Continue Reading