Perbaikilah Cara Membacamu! Termasuk Di Media Sosial

sumber gambar: 4.bp.blogspot.com

Oleh: Ali Fauzi

Terkadang, cara membaca seorang anak lebih memiliki keunggulan dari cara membaca orang dewasa. Bagaimana tidak, orang dewasa seringkali mendekati sebuah teks dengan mengharapkan kebenaran tertentu. Jika isi teks tidak sesuai dengan harapan awal, bukannya mengolah dengan mode deep thinking, ia tak segan-segan menghardik penulis.

Ishak Bashevis Singer, pemenang nobel sastra, menulis dalam berbagai genre termasuk genre anak-anak. Dalam esainya yang berjudul “Alasan Saya Menulis Untuk Anak-anak”, dia memberikan titik tekan dan seruan yang penting.

Menurutnya, “Anak-anak membaca buku, bukan ulasan”.

Mari, kita cek apa yang kita lakukan! Mulai dari membaca buku, datang ke bioskop, memilih tempat makan, sampai memilih calon pasangan hidup. Masih adakah dari deretan tersebut yang kita lakukan hanya karena ulasan dan pendapat orang?

Di ruang-ruang kelas, seringkali kita menilai anak didik kita berdasarkan pendapat guru lain.

Memang tidak salah. Ulasan dan pendapat orang lain bisa menambah sudut pandang jika kita meletakkannya di laci yang tepat di otak kita. Namun, jika ulasan orang lain menjadi satu-satunya kaca mata, maka kemana akal pikiran bebas kita? Bukankah Allah bersabda,” jangan kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya”.   

Steven D. Levitt & Stephen J. Dubner menulis dalam salah satu buku mereka bahwa akan sangat baik jika kita menyelundupkan sedikit naluri kekanak-kanakan kita. Dengan demikian, kita bisa menanggalkan sedikit sifat orang dewasa yang paling merusak, yaitu kepura-puraan.

Terimakasih.

Share
Continue Reading

“Hard Work” dan “Fun”. Mana Yang Lebih Dulu Dalam Belajar?

belajar cerdas || sumber gambar : internet

Oleh: Ali Fauzi

“Mana yang lebih dulu dalam proses belajar, hard work atau fun?”, tanyaku kepada beberapa rekan guru. Pertanyaan semacam ini seringkali mendapat respon unik. Ketika hardwork dan fun menjadi pilihan, maka jawabannya adalah hard work yang fun. Rekanku memberikan alasan, “saat kita di ranjang dengan istri, kita pasti menerapkan hard work yang fun.”

Saat ini, pembelajaran yang menyenangkan telah menjadi unsur pokok dalam proses belajar. Para ahli otak menyebut bahwa proses seperti itulah yang sangat efektif sesuai dengan cara kerja otak manusia.

Ketika yang tertangkap oleh guru adalah rasa senang saja, maka muncul pemahaman yang tidak lengkap. Seolah-olah, belajar yang menyenangkan adalah tidak ada PR, tidak ada tugas, tidak banyak hapalan, tidak boleh memaksa anak untuk belajar, soal dipermudah, dan harus santai.

Share
Continue Reading

Percayalah, Sekolah Yang “Keras” Lebih Diinginkan

disiplin positif || sumber gambar: suara merdeka

Oleh: Ali Fauzi

Apa Yang anda lakukan, Jika…

Anak anda sudah berangkat sekolah. Satu jam kemudian, anda melihat tugas anakmu masih tergeletak di meja ruang tamu. Anak anda mengatakan bahwa dia harus mengumpulkannya hari ini. Dan, anak anda lupa membawa ke sekolah hari ini.

Mana yang lebih anda pilih: segera mengambilnya dan mengantarkannya ke sekolah, atau membiarkan begitu saja?

Jawaban dari para ilmuwan psikologi adalah lebih baik memilih yang kedua. Yaitu, tidak mengantarkan tugas itu ke sekolah anak anda. Apakah kejam? Sebagian orang akan memandang kejam dengan keputusan ini. Mereka merasa kasihan dengan anaknya yang sudah mengeluarkan tenaga untuk menyelesaikan tugas tersebut. Ini kan, kesalahan sepele. Kita harus tetap menyelamatkannya. Hadiah tambahannya, anak anda akan menganggap anda sebagai pahlawan.

Share
Continue Reading

Guru, Hindari“Diskriminasi Bawah Sadar”! Agar Proses Belajar Lebih Maksimal

diskriminasi guru. sejutaguru.com || sumber gambar: internet

Oleh: Ali Fauzi

Ada yang sadar, ada juga yang tidak sadar. Banyak yang sudah membuangnya, lebih banyak lagi yang masih memilikinya. Padahal, jika kita membiarkannya terus menerus, akan berakibat buruk dalam pendidikan. Itulah efek dari Diskriminasi Bawah Sadar.

Istilah diskriminasi bawah sadar saya temukan dari ilmuwan sosial Malcolm Gladwell. Kita akan memahaminya perlahan-lahan. Jangan lupa sak-seruput ya…

Share
Continue Reading

Anakmu Bukan Milikmu

sejutaguru.com|| puisi anakmu

Anakmu Bukanlah Milikmu – 
By Kahlil Gibran

Anak adalah kehidupan,
Mereka sekedar lahir melaluimu tetapi bukan berasal Darimu.
Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu,
Curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan Pikiranmu
karena mereka Dikaruniai pikiranya sendiri

Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya,
Karena jiwanya milik masa mendatang
Yang tak bisa kau datangi
Bahkan dalam mimpi sekalipun

Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah
menuntut mereka jadi seperti sepertimu.
Sebab kehidupan itu menuju kedepan, dan
Tidak tengelam di masa lampau.

Kaulah busur,
Dan anak – anakmulah anak panah yang meluncur.
Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian.
Dia menantangmu dengan kekuasaan-Nya,
hingga anak panah itu meleset,
jauh serta cepat.

Meliuklah dengan sukacita
Dalam rentangan Sang Pemanah,sebab Dia
Mengasihi anak- anak panah yang meleset laksana kilat,
Sebaimana pula dikasihiNya busur yang mantap

–the prophet–

Share
Continue Reading

Kompetisi Sebagai Ideologi Dalam Pendidikan

kompetisi dalam pendidikan || tribunnews.com

Oleh: Ali Fauzi

Mengapa orang percaya bahwa kompetisi itu sehat?

Jawabannya adalah karena kompetisi bukan sekadar persaingan atau ketidaknyamanan yang harus dihadapi oleh individu maupun kelompok. Kompetisi bisa berarti upaya meninggikan derajat kebaikan untuk diri dan sesama.

Lebih dari itu, kompetisi sudah menjadi ideologi yang merasuk dan mendistorsi pikiran kita. Ketika salah menyikapinya, baik pikiran maupun tindakan, maka semakin sengit kita berkompetisi, makin sedikit yang kita dapatkan.

Yuk, kita lihat daftar kompetisi dalam deretan fakta!

  • PISA (Peringkat pendidikan dunia)
  • Olimpiade internasional
  • Peringkat kampus terbaik (tingkat dunia dan nasional)
  • O2SN (dari tingkat daerah hingga nasional)
  • Lomba guru berprestasi (dari tingkat daerah hingga nasional)
  • Daftar sekolah tinggi terbaik berdasarkan kriteria.
  • Peringkat hasil UN dan UNBK (tingkat nasional dan regional)
  • Daftar sekolah terbaik atau unggulan
  • Guru teladan
  • Lulusan terbaik tingkat sekolah
  • Pengelompokan kelas berdasarkan kemampuan
  • Peringkat kelas
  • Dan seterusnya
  • Dan seterusnya.

Dalam Islam, orang mengenal kalimat fastabiqul khoirot. Berlomba-lombalah dalam kebaikan. Kalimat yang digunakan adalah kebaikan, bukan kepandaian.

Mari menyikapi kompetisi dengan tepat!

Salam.

Share
Continue Reading

Membicarakan “Impor Guru”, Tidak Penting

sumber gambar: regional.kompas.com

A: Banyak orang sudah lupa dengan kata tanya”mengapa”. Mereka lebih ingat kata tanya “Apa”.

B: Apa maksudmu, kawan?

A: Ketika ada berita tentang impor guru, lebih banyak yang merespon dengan kata tanya “Apa” ketimbang “mengapa”. Lebih sempit lagi, berita tersebut mereka posisikan sebagai penantang. Seolah-olah, mereka mendapat tantangan dengan pertanyaan: Apa sikapmu kalau impor guru benar terjadi? Apa responmu jika kebijakan ini ada? Dan seterusnya.

B: Saya kira penting, kita merespon dengan cara itu. Apakah kawan masih ingat dengan teori “test the water”?

Share
Continue Reading
1 2 3 10