Cerdas Emosi; Diary Anak Pengubah Orangtua

Pendidikan emosi anak || sumber gambar : tempo.co

Oleh: Ali Fauzi

Inilah pengalaman nyataku.

Gadis itu masih kelas 5. Dia tidak segan-segan bergabung dengan siapapun yang sedang asyik bermain. Langkahnya begitu ringan untuk berteman. Kata-katanya juga membuat temannya merasa nyaman. Bahkan, saat sendiri, tangannya sering ditarik-tarik utk bermain baersama.

Bagiku, dia adalah pribadi unik. Tubuhnya sangat ringan dalam dua sisi. Geraknya untuk bermain dan bergembira sangat lincah, namun sering juga aku melihat langkah cepatnya untuk menyendiri. Mungkin, bagi teman-temannya dia sedang belajar. Kalau aku yang melihat matanya, dia berada sangat jauh di kedalaman hatinya.

Share
Continue Reading

Karakter Itu…

pendidikan karakter

 

Karakter itu…

Sudah tertangkap, divonis bersalah, dibui, dan tetap masih melakukan suap di dalam penjara, itulah karakter.

Di alat pemasak nasi sudah ada garis dan ukuran air, tapi masih saja mengukur menggunakan jari.

Ketika melihat peristiwa tertentu, dia memotretnya, tulis status dan lebih memilih “nyinyir” dan mem-viralkannya di media sosial ketimbang mencari solusi.

Share
Continue Reading

Pendidikan Karakter; Membatalkan Pembelajaran

Pendidikan karakter

Oleh: Ali Fauzi

Bel masuk setelah istirahat telah berbunyi. Gelombang anak bergerak menuju kelas. Ada yang berlari, jalan santai, dan bahkan jalan mundur sambil bercanda dengan teman ketika mereka bergerak masuk ke kelas masing-masing.

Saat itu aku membawa timbangan meja dan lima kantong plastik yang isinya berbeda-beda. Ada kacang hijau, beras, tepung, gula, dan kerupuk. Semua dengan ukuran berat yang berbeda. Ya, kami akan belajar tentang satuan berat.

Untuk mengenal berat benda, anak-anak harus langsung merasakan berat benda dengan tangan dan otot mereka sendiri. Kalau anak-anak belajar berat benda hanya dari papan tulis dan buku, bisa jadi mereka hanya akan mengenal nama saja. Bahkan seringkali mereka tidak tahu manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari.

Belum juga mengucap salam, seorang anak mendekatiku dan menarik bajuku untuk menunduk. Aku pun jongkok di hadapannya. Wajah layu itu segera membisikkan sesuatu, lantas menarikku untuk mengikutinya. Di situlah tampak penyebab layunya wajah anak tersebut.

Share
Continue Reading

Pesan Untuk Orangtua Murid Di Awal Tahun

Hari pertama masuk sekolah

Oleh: Ali Fauzi

Negeri ini tetap membutuhkan lebih banyak orangtua yang rela bangun pagi dan mengantarkan anaknya ke sekolah. Minimal menyapa, menyiapkan, dan bersalaman ketika berangkat. Kemudian, di perjalanan menuju sekolah sambil membisikkan pesan-pesan damai dan positif untuk kehidupan.

Sungguh, itulah salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat. Kalau masih ada yang meragukan dengan efek positif dari kegiatan tersebut, berarti meragukan juga dengan masa depan yang lebih baik.

Share
Continue Reading

Tips Bagus Mengakhiri Tahun Pelajaran

pentas seni

Oleh: Ali Fauzi

Setiap anak mempunyai kebutuhan motivasi yang berbeda. Di usia-usia sekolah, setiap anak membutuhkan kemenangan kecil, tepuk tangan, dan perayaan atas keberhasilan-keberhasilan kecil yang mereka raih. Di samping itu mereka juga butuh latihan, kritik, dan umpan balik agar lebih matang dan kuat.

Sungguh, ini sangat dibutuhkan.

Kami tidak ingin mengkahiri tahun pelajaran hanya dengan ujian kenaikan kelas dan membagikan rapor. Ada cara-cara lain yang bisa kita lakukan untuk menutup tahun dengan bagus. Banyak hal positif yang bisa kita lakukan, dan ini hanya salah satu.

Share
Continue Reading

Jika Kepala Sekolah Tidak (Hadir) Memimpin

kepemimpinan || ywln.org

Oleh: Ali Fauzi

Selalu menarik ketika ngobrol dengan rekan guru di luar sekolah kita. Pengalaman tak terduga bisa muncul dari guru PNS sekolah negeri, guru honorer, juga guru sekolah swasta.

Kali ini, petikan kecil dari obrolan adalah tentang kepemimpinan kepala sekolah.

Semua kepala sekolah selalu bertanggungjawab terhadap tugasnya. Itulah kesimpulan obrolan kami. Hanya saja, gaya dalam memimpin sangat beragam. Ada yang sangat detail dan disiplin di semua bagian. Ada yang sangat longgar dan memberikan kebebasan kepada guru-gurunya untuk “bereksplorasi”. Kadang-kadang saking longgarnya, kehadirannya pun menyesuaikan kebutuhan tanda tangan.  Ada juga, kepala sekolah yang lebih rajin rapat dinas ketimbang hadir di sekolah. Dan sebagainya.

Perbedaan gaya itulah yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap proses pendidikan dan belajar mengajar di sekolah.

Share
Continue Reading