Waspada! Salah Kaprah Asesmen Nasional; (Bisa Tercabik-cabik Karena Salah Sikap)

Share
Asesmen Nasional || sumber gambar: medcom.id

Oleh: Ali Fauzi

Asessment bukanlah pertunjukan sulap yang siapapun cukup berlatih berulang-ulang dan menghafal polanya, maka pertunjukan bisa sukses. 

Inilah obrolan santai kami tentang AKM.

A: Pak, Ujian Nasional sudah dihapus ya? Katanya diganti AN (Asessmen Nasional). Betul nggak?

B: Yang aku tahu, betul. Tetapi, AN bukan pengganti UN.

A: Lha wong mas menteri mengatakan bahwa Ujian Nasional ditiadakan dan diganti dengan asesmen kompetensi minimal, survey karakter, dan survey lingkungan belajar.

B: Iya betul, tapi aku memahaminya tidak seperti itu.

Continue Reading

Kebijakan Pendidikan Yang “Tidak Jujur”

Share
kebijakan pendidikan sumber gambar: detik.com

Oleh: Ali Fauzi

Jika anda pernah flu atau pilek, anda pasti tahu tulisan di bungkus obat. “Menghilangkan flu. Bla bla bla dan Mengakibatkan mengantuk”. Hampir setiap obat, kini menuliskan efek samping sebagai peringatan.

Apakah kita juga mengharap hal tersebut terjadi pada dunia pendidikan? Jangan-jangan, kita tidak akan pernah mendapatkannya.

Continue Reading

Belajar Sejarah Dengan “Dikte”. Bukan Dikte Biasa, Dan Sangat Efektif

Share
sumber gambar: okezone.com

Oleh: Ali Fauzi

“Aku mencoba cara baru dalam mengajar sejarah, yaitu dikte. Caranya…”

Aku mengajar di tingkat Sekolah Dasar. Pelajaran sejarah yang disisipkan dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, seringkali bukanlah pelajaran favorit. Terlebih lagi, materi tersebut menjadi identik dengan hafalan seputar tahun dan nama seseorang.

Continue Reading

Perbaikilah Cara Membacamu! Termasuk Di Media Sosial

Share
sumber gambar: 4.bp.blogspot.com

Oleh: Ali Fauzi

Terkadang, cara membaca seorang anak lebih memiliki keunggulan dari cara membaca orang dewasa. Bagaimana tidak, orang dewasa seringkali mendekati sebuah teks dengan mengharapkan kebenaran tertentu. Jika isi teks tidak sesuai dengan harapan awal, bukannya mengolah dengan mode deep thinking, ia tak segan-segan menghardik penulis.

Ishak Bashevis Singer, pemenang nobel sastra, menulis dalam berbagai genre termasuk genre anak-anak. Dalam esainya yang berjudul “Alasan Saya Menulis Untuk Anak-anak”, dia memberikan titik tekan dan seruan yang penting.

Menurutnya, “Anak-anak membaca buku, bukan ulasan”.

Mari, kita cek apa yang kita lakukan! Mulai dari membaca buku, datang ke bioskop, memilih tempat makan, sampai memilih calon pasangan hidup. Masih adakah dari deretan tersebut yang kita lakukan hanya karena ulasan dan pendapat orang?

Di ruang-ruang kelas, seringkali kita menilai anak didik kita berdasarkan pendapat guru lain.

Memang tidak salah. Ulasan dan pendapat orang lain bisa menambah sudut pandang jika kita meletakkannya di laci yang tepat di otak kita. Namun, jika ulasan orang lain menjadi satu-satunya kaca mata, maka kemana akal pikiran bebas kita? Bukankah Allah bersabda,” jangan kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya”.   

Steven D. Levitt & Stephen J. Dubner menulis dalam salah satu buku mereka bahwa akan sangat baik jika kita menyelundupkan sedikit naluri kekanak-kanakan kita. Dengan demikian, kita bisa menanggalkan sedikit sifat orang dewasa yang paling merusak, yaitu kepura-puraan.

Terimakasih.

Continue Reading
1 2 3 6