Orangtua Yang Diidolakan Anak


Oleh: Ali Fauzi

Setiap anak butuh belajar tentang informasi baru (pelajaran di sekolah), belajar tentang mengelola emosi, belajar tentang Tuhannya, dan belajar tentang hidup dengan orang lain. Itu karena mereka sedang mengenal dunia. Dengan beberapa kebutuhan inilah, orangtua dan guru harus memahami betul bahwa belajar, bermain, berteman, dan beribadah itu sama-sama pentingnya. Maka, berilah porsi yang seimbang kepada masing-masing tersebut.

Share
Continue Reading

Kenapa Kita Menjadi Orangtua?

Oleh:  Ali Fauzi


Kalau saja matahari terbit di pagi hari kemudian tenggelam pada sore hari, dan itu memang karena seharusnya begitu dan tidak ada yang lain, maka ayat-ayat Tuhan tidak perlu menyebut matahari sebagai tanda kekuasaan-Nya. Faktanya, Tuhan tidak pernah menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia dan tanpa makna.

Dengan anak kebanggaan kami yang masih berusia 20 bulan, kami benar-benar menjadi orangtua. Ketika aku luangkan waktu sejenak dengan membaca sebuah buku, aku mendapat renungan menarik kenapa kita menjadi orang tua. Sungguh tidak sederhana, tetapi juga tidak sulit.

Kenapa kita menjadi orang tua?
Karena anak-anak memilih kita dan ingin belajar tentang cara hidup kita, cara kita beraksi dalam berbagai situasi, dan strategi kita dalam mengharapkan sesuatu yang akan kita capai di masa yang akan datang.

Karena anak-anak kita ingin belajar, maka kita harus menjadi pribadi yang terbuka.

Share
Continue Reading

Membangun Kebiasaan Anak Mengerjakan PR

Oleh : Ali Fauzi

Setelah seharian belajar, pulang pun belajar lagi. Bukan hal yang menyenangkan untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Tak heran, jika sekarang istilah “PR” dijadikan istilah untuk suatu hal yang menyebalkan dan melelahkan. Bagaimana dengan anak Anda? Apakah ia dan Anda harus bertengkar dulu sebelum akhirnya ia mengerjakan pekerjaan rumahnya? Bagaimana membuat pekerjaan rumah menjadi hal yang dilakukan disiplin bagi anak?

Francie Alexander, dari Scholastic, situs untuk membantu anak belajar mengatakan, bahwa anak-anak usia sekolah dasar secara garis besar menghabiskan waktu antara 40-60 menit per hari untuk mengerjakan PR. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda dan si anak lakukan untuk membangun kebiasaan mengerjakan PR.

Share
Continue Reading

Reward; 10 Alasan untuk Waspada Menggunakannya


Oleh: Ali Fauzi

Ketika mulai belajar, hal pertama yang harus dilakukan terhadap siswa/anak adalah memunculkan kemauan untuk belajar. Ibarat kita hendak menuang air ke dalam gelas, maka gelasnya harus terbuka dahulu. Dalam kondisi tertutup, maka hanya ada satu kemungkinan yaitu air akan tumpah dan tidak akan masuk ke dalam gelas. Dalam kondisi terbuka, maka kemungkinan air untuk masuk pasti ada.

Share
Continue Reading

Ingatan Jangka Panjang dalam Belajar


Oleh: Ali Fauzi

Mendidik anak seperti mengalirkan air. Akan tetapi, mari kita menyiramkan air tersebut layaknya kita menyiramkan air di kebun. Bukan menyiramkan air ke dalam ember. Menyiram air di ember berarti memiliki kemungkinan bahwa ember tersebut akan penuh dan selanjutnya akan tumpah karena wadahnya tetap.

Sedangkan menyiramkan air di kebun berarti kita mengalirkan air tersebut ke tanaman. Dan setiap tanaman dan pohon memiliki kepastian tumbuh dan akan semakin besar. Mendidik menjadi mendampingi, mengisi, melatih, dan memupuknya supaya setiap anak mampu tumbuh menjadi jiwa-jiwa yang agung.

Share
Continue Reading

Pendidikan Karakter dalam Berpuasa

Oleh : Ali Fauzi

hore……!
Begitulah sambutan anak-anak saat mendengar bahwa Ramadhan tiba. Mereka rindu dengan semaraknya, dengan suasana sore menjelang berbuka, dengan kegembiraan salat tarawih. Kegembiraan itu juga hingga tengah malam saat makan sahur. Sungguh, mereka kangen suasana makan pada dini hari.

Perasaan senang yang dimiliki anak, berefek pada munculnya semangat berpuasa. Mereka akan sangat bangga bahkan hanya ketika orang dewasa atau orang yang mereka kagumi bertanya apakah mereka berpuasa. Di satu sisi, setiap anak ingin menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk beribadah puasa. Untuk hal ini, jangan pernah lupa memberikan perhatian dan pujian kepada anak. Di sisi yang lain, bulan puasa juga menyimpan kerinduan yang dalam. Ya, kerinduan berkumpul keluarga yang selama ini jauh. Memang, biasanya berkumpul dengan kakek atau nenek bisa dilakukan di akhir bulan puasa setelah anak-anak libur sekolah.

Share
Continue Reading