Guru dan Penggali Emas

guru luar biasa

oleh: Ali Fauzi

Pertama-tama adalah kemauan untuk berbagi. Selanjutnya adalah panggilan hati untuk menemukan emas dan mutiara terpendam.
Seorang guru berperan sebagai penggali emas dalam lumpur. Begitulah apa yang sesungguhnya dilakukan dan dipersembahkan oleh seorang guru, pelatih, atau seorang pemandu. Sangat penting memahami peran ini, untuk kemudian kita ambil alih peran itu untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

Barangkali terlalu berlebihan kalau diistilahkan sebagai penggali emas. Toh, pada kenyataannya kesejahteraan menjadi guru tidak bisa mendekati ukuran-ukuran emas. Sungguh, guru yang memiliki panggilan hati akan mencapai kebahagiaan pada saat mampu menemukan emas dalam lumpur dan kemudian membuatnya berkilau.

Share
Continue Reading

Poin-poin Penting yang Wajib Diketahui Orangtua

disiplin

Dengan padatnya dunia kerja, banyak orangtua yang tidak memiliki cukup waktu untuk mendampingi anaknya tumbuh. Sederhananya, mereka mengoptimalkan hari Sabtu-Minggu sebagai hari keluarga. Dengan kondisi semacam ini, maka memiliki anak yang mandiri adalah cita-cita semua orangtua.

Dengan sedikitnya waktu untuk anak, seringkali waktu yang ada dijadikan sebagai, ya katakanlah, semacam pelampiasan kasih sayang. Ini jelas sah dan benar. Akan tetapi, kita perlu melihat poin-poin mana yang harus kita berikan dan yang tidak harus kita berikan kepada anak.

Share
Continue Reading

Tips Jitu Menjadikan Anak Percaya Diri (PD)

Oleh : Ali Fauzi

Setiap anak memiliki kecenderungan yang berbeda-beda. Kecenderungan inilah yang banyak disebut sebagai faktor keturunan. Akan tetapi, Percaya Diri (PD) tidak terkait langsung dengan keturunan. PD bisa dilatih dan dikembangkan pada diri setiap anak.

Ada beberapa hal yang perlu kita lihat ketika anak kita percaya diri. Jangan-jangan, kepercayaan dirinya hanyalah semu. Yaitu, ketika anak merasa PD hanya karena mereka memiliki HP yang bagus, Jam tangan mewah, atau laptop baru. Kepercayaan diri seperti ini bukan kepercayaan diri dari dalam. Kepercayaan diri yang dimiliki bergantung pada faktor eksternal. Pada kasus seperti ini, anak akan sering kehilangan momen pada saat faktor luar tidak mendukung.

Share
Continue Reading

Anonim


Saya selalu mendampingi Anda. Saya adalah pembantu Anda yang paling rajin, atau beban Anda yang paling berat. Saya akan men-dorong Anda maju, atau menarik Anda jatuh ke dalam kegagalan. Saya sepenuhnya berada dalam kendali Anda. Setengah dari apa yang Anda lakukan mungkin akan Anda serahkan kepada saya, dan saya akan bisa melakukannya dengan cepat, tepat.
Saya mudah dikelola—Anda hanya perlu tegas terhadap saya. Tunjukkan bagai-mana tepatnya Anda ingin agar sesuatu dikerjakan, dan setelah beberapa pelajaran saya akan melakukannya secara otomatis. Saya adalah pelayan bagi semua orang hebat; dan apa boleh buat, juga bagi orang-orang yang gagal. Mereka yang gagal, saya yang membuat mereka gagal. Saya bukan mesin, sekalipun saya bekerja dengan presisi dari sebuah mesin ditambah kecerdasan manusia. Anda mau mendayagunakan saya dan mendapatkan keuntungan, atau memanfaatkan saya untuk kehancuran—hal itu tak ada beda-nya bagi saya. Ambil saya, latih saya, tegaslah terhadap saya, dan saya akan meletakkan dunia di bawah kaki Anda. Anggap enteng saya dan saya akan menghancurkan Anda.

Siapa saya? Saya adalah kebiasaan.

Renungan dari Stephen R Covey

Share
Continue Reading

Persiapan Awal tahun dengan Merancang Manajemen Kelas yang Positif

The-Learning-Process-1

Oleh: Ali Fauzi

Kelas adalah tempat dimulainya seluruh proses pembelajaran di sekolah. Dari kelaslah, kita akan membangun karakter individu siswa dan anak didik. mereka juga akan mulai belajar berbagi dengan sesama, belajar bertoleransi, dan belajar bertanggungjawab. Maka, menyajikan kondisi kelas yang nyaman dan menyenangkan adalah langkah awal untuk memulai membangun komunitas sebuah kelas yang menyenangkan dan dinamis.

Di awal tahun, perlu adanya manajemen kelas yang positif, agar perjalanan selama satu tahun ke depan menjadi proses yang aktif, menyenangkan, membangun, dan dinamis.

Share
Continue Reading

Sekolah yang Menjual atau Memproduksi? ( I )

oleh: M. Ali Fauzi

Munculnya sekolah dengan berbagai label, membuat sebagian orang tua harus lebih selektif dalam memilih pendidikan untuk anaknya. Beberapa contoh label sekolah, mulai dari sekolah bilingual, sekolah internasional, sekolah berbasis agama, fullday school, sampai sekolah alam. Hampir semua pihak sepakat bahwa kemunculan tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini. Pertanyaannya adalah, apakah sebuah sekolah dengan label tertentu menjadi sekolah yang menjual atau sekolah yang memproduksi?

Ada perbedaan mendasar antara sekolah yang mampu memproduksi dan sekolah yang hanya menjual. Yaitu, pada pengelolaan dan pengajaran.

Sekolah yang hanya memiliki kemampuan menjual program, biasanya hanya menerapkan kurikulum diknas apa adanya tanpa pengolahan atas potensi dan kondisi masyarakat.
Sekolah dengan karakter ini, biasanya hanya mengambil program sekolah dan pengajaran dari tempat lain. Sekolah yang mengambil program atau manajemen dari tempat lain tanpa mengolah dan mematangkan sesuai kebutuhan setempat juga termasuk kategori sekolah yang “menjual”. Akibat yang paling terasa adalah lambatnya inovasi, penyikapan, dan penanganan terhadap masalah-masalah yang muncul di sekolah tersebut. Karakter sekolah ‘menjual’ biasanya menunggu perubahan dari tempat dia mengambil program sekolah.

Berbeda dengan sekolah yang ‘memproduksi’. Sekolah dengan karakter ini, benar-benar memiliki keinginan kuat mencetak generasi yang unggul. Inovasi pembelajaran selalu dilakukan agar potensi siswa betul-betul terfasilitasi.

‘memproduksi’ di sini berarti kemampuan menghasilkan program sekolah dan pengajaran terbaik bagi sekolah sendiri. Kemampuan menghasilkan ini pun bisa diperoleh melalui tempat lain, akan tetapi dikembangkan dan dipredalam sedemikian rupa sehingga tepat dalam penggunaan dan penerapannya.

Pada tingkat yang lebih tinggi, sekolah dengan karakter ‘memproduksi’ akan terus berinovasi dan menghasilkan metode terbaik bagi proses pembelajaran. Mulai dari pendidikan karakter, kecakapan hidup, enterpreneur, sampai pada perolehan prestasi akademik dan non akademis.

Untuk para orang tua. Menentukan pilihan sekolah bagi anak adalah investasi masa depan yang harus diperhatikan dengan sangat baik. Maka, lihatlah beberapa program khusus, program umum, program pengembangan, dan manajemen sekolah sebelum menentukan pilihan untuk anak-anak kita.

Untuk para guru. Memberikan yang terbaik kepada anak didik adalah tugas mulia. Berinovasi dan terus belajar adalah kunci untuk mengembangkan diri dan sekolah. Karena, apa yang kita berikan kepada anak dan siswa adalah modal mereka di masa yang akan datang.

Share
Continue Reading

Pentingnya Liburan Bagi Guru

oleh: M. Ali Fauzi

Stephen R. Covey pernah diminta mengisi tentang manajemen stress. Di hadapan peserta pelatihan, Covey membawa gayung ke depan dan mengisinya dengan air. Salah seorang peserta diminta maju dan mengangkat gayung tersebut. Covey bertanya apakah gayung tersebut terasa berat? Peserta tersebut menjawab tidak. Covey memintanya terus mengangkat selama satu jam. Apakah masih ringan? Peserta tersebut menjawab agak berat. Covey memintanya lagi mengangkat selama tiga jam. Kemudian, peserta tersebut mengatakan bahwa gayung tersebut sangat berat. Tangannya terasa kaku. Apa yang sebenarnya terjadi?

Apa yang diungkapkan Stephen R. Covey sungguh mengagumkan. Dia mengungkapkan bahwa berat ringannya suatu masalah bukan pada masalahnya itu sendiri. Akan tetapi pada bagaimana kita mengelola dalam menyelesaikannya. Sebagaimana contoh di atas, sebenarnya gayung berisi air tersebut ringan. Akan tetapi, karena diangkat dalam waktu yang lama, maka terasa sangat berat. Akibatnya juga pada tangan kita yang terasa sakit.

Demikian halnya dengan masalah. Sebenarnya banyak sekali masalah yang ringan untuk menyelesaikannya. Seringkali yang kita lakukan adalah kita berlarut dan terus membawa masalah tersebut berhari-hari. Akibatnya, seolah masalah tersebut sangat berat.

Tidak hanya itu, terkadang ada pemikiran bahwa masalah yang kita anggap berat tadi seolah-olah jawabannya harus rumit. Sehingga kita tidak percaya apabila jawaban atas masalah tersebut begitu sederhana.

Maka, sebagai guru, tugas kita adalah menjadikan tugas harian kita menjadi tidak berat. Sarannya adalah saat pulang ke rumah, letakkan semua pekerjaan di sekolah dan jangan dibawa pulang. Agar kita bisa mengangkatnya kembali esok dengan tenaga yang lebih baru.

Begitu juga dengan liburan guru. Setelah setahun berjibaku dengan administrasi pembelajaran, mengoreksi hasil ujian, sampai menyiapkan rapot siswa, maka apakah yang diperlukan seorang guru agar bisa mengistirahatkan sejenak pikirannya?

Apapun pilihannya, asalkan benar-benar melepaskan tugas-tugas sekolah, maka akan berdampak positif. Agar di tahun ajaran baru, kita memiliki tenaga baru memulai dengan lebih baik.

Yang dibutuhkan adalah liburan psikologis. Selama satu tahun, guru harus berjuang secara psikologis mendampingi siswa, menuntaskan bahan ajar, dan berjuang melawan tekanan atasan dan seterusnya. Istirahatkan sejenak! agar kita memiliki kemampuan melupakan masalah tahun sebelumnya, mengambil pelajaran penting, lalu memberikan tenaga baru untuk tahun berikutnya.

Membaca Novel, Bertemu sahabat lama untuk membangun jaringan, menonton film, pulang kampung untuk menengok orang tua, atau apa saja.

Wahai para guru, Anak dan siswa dengan segala keunikannya sudah menunggu nasihat dan motivasi dari kita di tahun berikutnya. Maka, Liburkan diri beberapa saat. Agar Ketenangan tersebut membawa kembali kekuatan yang lebih baru, yang lebih menyegarkan, dan lebih mencerahkan bagi kita dan generasi bangsa ini.

Share
Continue Reading