Membangun Kebiasaan Anak Mengerjakan PR

Oleh : Ali Fauzi

Setelah seharian belajar, pulang pun belajar lagi. Bukan hal yang menyenangkan untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Tak heran, jika sekarang istilah “PR” dijadikan istilah untuk suatu hal yang menyebalkan dan melelahkan. Bagaimana dengan anak Anda? Apakah ia dan Anda harus bertengkar dulu sebelum akhirnya ia mengerjakan pekerjaan rumahnya? Bagaimana membuat pekerjaan rumah menjadi hal yang dilakukan disiplin bagi anak?

Francie Alexander, dari Scholastic, situs untuk membantu anak belajar mengatakan, bahwa anak-anak usia sekolah dasar secara garis besar menghabiskan waktu antara 40-60 menit per hari untuk mengerjakan PR. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda dan si anak lakukan untuk membangun kebiasaan mengerjakan PR.

Share
Continue Reading

Reward; 10 Alasan untuk Waspada Menggunakannya


Oleh: Ali Fauzi

Ketika mulai belajar, hal pertama yang harus dilakukan terhadap siswa/anak adalah memunculkan kemauan untuk belajar. Ibarat kita hendak menuang air ke dalam gelas, maka gelasnya harus terbuka dahulu. Dalam kondisi tertutup, maka hanya ada satu kemungkinan yaitu air akan tumpah dan tidak akan masuk ke dalam gelas. Dalam kondisi terbuka, maka kemungkinan air untuk masuk pasti ada.

Share
Continue Reading

Ingatan Jangka Panjang dalam Belajar


Oleh: Ali Fauzi

Mendidik anak seperti mengalirkan air. Akan tetapi, mari kita menyiramkan air tersebut layaknya kita menyiramkan air di kebun. Bukan menyiramkan air ke dalam ember. Menyiram air di ember berarti memiliki kemungkinan bahwa ember tersebut akan penuh dan selanjutnya akan tumpah karena wadahnya tetap.

Sedangkan menyiramkan air di kebun berarti kita mengalirkan air tersebut ke tanaman. Dan setiap tanaman dan pohon memiliki kepastian tumbuh dan akan semakin besar. Mendidik menjadi mendampingi, mengisi, melatih, dan memupuknya supaya setiap anak mampu tumbuh menjadi jiwa-jiwa yang agung.

Share
Continue Reading

Pendidikan Karakter dalam Berpuasa

Oleh : Ali Fauzi

hore……!
Begitulah sambutan anak-anak saat mendengar bahwa Ramadhan tiba. Mereka rindu dengan semaraknya, dengan suasana sore menjelang berbuka, dengan kegembiraan salat tarawih. Kegembiraan itu juga hingga tengah malam saat makan sahur. Sungguh, mereka kangen suasana makan pada dini hari.

Perasaan senang yang dimiliki anak, berefek pada munculnya semangat berpuasa. Mereka akan sangat bangga bahkan hanya ketika orang dewasa atau orang yang mereka kagumi bertanya apakah mereka berpuasa. Di satu sisi, setiap anak ingin menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk beribadah puasa. Untuk hal ini, jangan pernah lupa memberikan perhatian dan pujian kepada anak. Di sisi yang lain, bulan puasa juga menyimpan kerinduan yang dalam. Ya, kerinduan berkumpul keluarga yang selama ini jauh. Memang, biasanya berkumpul dengan kakek atau nenek bisa dilakukan di akhir bulan puasa setelah anak-anak libur sekolah.

Share
Continue Reading

Guru dan Penggali Emas

guru luar biasa

oleh: Ali Fauzi

Pertama-tama adalah kemauan untuk berbagi. Selanjutnya adalah panggilan hati untuk menemukan emas dan mutiara terpendam.
Seorang guru berperan sebagai penggali emas dalam lumpur. Begitulah apa yang sesungguhnya dilakukan dan dipersembahkan oleh seorang guru, pelatih, atau seorang pemandu. Sangat penting memahami peran ini, untuk kemudian kita ambil alih peran itu untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

Barangkali terlalu berlebihan kalau diistilahkan sebagai penggali emas. Toh, pada kenyataannya kesejahteraan menjadi guru tidak bisa mendekati ukuran-ukuran emas. Sungguh, guru yang memiliki panggilan hati akan mencapai kebahagiaan pada saat mampu menemukan emas dalam lumpur dan kemudian membuatnya berkilau.

Share
Continue Reading

Poin-poin Penting yang Wajib Diketahui Orangtua

disiplin

Dengan padatnya dunia kerja, banyak orangtua yang tidak memiliki cukup waktu untuk mendampingi anaknya tumbuh. Sederhananya, mereka mengoptimalkan hari Sabtu-Minggu sebagai hari keluarga. Dengan kondisi semacam ini, maka memiliki anak yang mandiri adalah cita-cita semua orangtua.

Dengan sedikitnya waktu untuk anak, seringkali waktu yang ada dijadikan sebagai, ya katakanlah, semacam pelampiasan kasih sayang. Ini jelas sah dan benar. Akan tetapi, kita perlu melihat poin-poin mana yang harus kita berikan dan yang tidak harus kita berikan kepada anak.

Share
Continue Reading

Tips Jitu Menjadikan Anak Percaya Diri (PD)

Oleh : Ali Fauzi

Setiap anak memiliki kecenderungan yang berbeda-beda. Kecenderungan inilah yang banyak disebut sebagai faktor keturunan. Akan tetapi, Percaya Diri (PD) tidak terkait langsung dengan keturunan. PD bisa dilatih dan dikembangkan pada diri setiap anak.

Ada beberapa hal yang perlu kita lihat ketika anak kita percaya diri. Jangan-jangan, kepercayaan dirinya hanyalah semu. Yaitu, ketika anak merasa PD hanya karena mereka memiliki HP yang bagus, Jam tangan mewah, atau laptop baru. Kepercayaan diri seperti ini bukan kepercayaan diri dari dalam. Kepercayaan diri yang dimiliki bergantung pada faktor eksternal. Pada kasus seperti ini, anak akan sering kehilangan momen pada saat faktor luar tidak mendukung.

Share
Continue Reading