Guru, Jangan Hanya Kau Kenalkan Namamu. Ceritakan Tentang Dirimu…

hari pertama sekolah ||sumber gambar bisnis.com

Oleh : Ali Fauzi

Tulisan ini untuk guru dan untuk siapapun yang memiliki jiwa pendidik. Bisa untuk guru baru, guru senior yang membutuhkan penyegaran, atau sekadar pengingat.

Hari pertama sekolah adalah saat dimana teka-teki dalam diri anak akan terjawab. Setiap anak, terkadang orangtua juga, menyimpan rapi teka-teki dalam dirinya. Tentang sekolah, kelas, teman, teman sebangku, teman lama, guru, wali kelas, gedung sekolah, bahkan tentang dirinya sendiri.

Apapun yang anak dapatkan di hari pertama, akan memengaruhi harapan anak di sekolahnya. Apakah hari pertama langsung menentukan? Iya, tapi tidak besar. Dengan catatan, kesalahan hari pertama harus langsung diperbaiki di hari berikutnya. Anak-anak di sekolah akan membangun harapan dan kesan pada minggu pertama sampai bulan pertama. Jika hari pertama terlewati dengan biasa saja, maka mari menyempurnakannya di hari-hari berikutnya.

Share
Continue Reading

Untuk Orangtua; Beranikah Ambil Rapor Anak Tanpa Bertanya Ranking?

ranking kelas | honolulumagazine.com

oleh: Ali Fauzi

Kalau merasa sulit menahan untuk tidak bertanya peringkat, maka itu adalah kewajaran. Barangkali, kita tumbuh pada zaman dimana satu-satunya ukuran kesuksesan adalah peringkat di sekolah. Saat ini, tidak salah jika kita mulai mengubah mindset itu. Toh, zaman juga sudah jauh berubah.

Robert T Kiyosaki pernah mengungkapkan bahwa siswa yang hebat di kelas atau “siswa unggulan akan berhasil jika bermain aman di zona yang nyaman. Namun, begitu mereka memasuki dunia yang bertempo cepat dan sangat kompetitif, kemampuan mereka tidak terlalu berarti”.

Mari memberanikan diri untuk tidak bertanya peringkat dalam arti tertentu, yakni peringkat dan hasil belajar sebagai perolehan nilai semata. Mari mulai berani mengubahnya!

Share
Continue Reading

3 Cara Melakukan Inovasi Di Sekolah. Peran Guru Muda Salah Satu Pilar Terpenting

peran guru || tes.com

Oleh : Ali Fauzi

Suatu ketika, saat harus menjual perusahaan kepada Microsoft, pemimpin Nokia berkata, “kami tidak melakukan apapun yang salah, tetapi entah bagaimana, kami kalah.”

Nokia jelas-jelas memiliki SDM yang handal dan mumpuni. Seluruh kinerjanya terukur, rapi, dan terkendali secara mutu. Namun yang terjadi sungguh mengagetkan. Hal ini membuka mata kita bahwa saat ini bermain aman saja tidak cukup. Setiap lembaga kini membutuhkan perubahan, kecepatan, inovasi, dan kreativitas.

Tidak begitu penting sebuah sekolah memiliki konsultan khusus atau pelatih khusus di bidang inovasi. Setiap guru memiliki suara, ide, dan kreativitas. Sehingga, inovasi bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Hal inilah yang diketahui betul oleh Ken Robinson ketika mengatakan, “pemimpin kreatif tidak harus memiliki banyak ide, yang dibutuhkan adalah menciptakan budaya di mana setiap orang dapat bersuara dan memiliki ide dan kemudian mereka merasa dihargai.”

Share
Continue Reading

Jika Sekolah Tidak Berinovasi, Maka Ini Yang Akan Terjadi

inovasi sekolah sumber gambar http://blog.src.sk.ca

Oleh : Ali Fauzi

Stabilitas sudah mati, demikian kata Don Tapscott. Saat ini, Salah satu pembunuhnya adalah inovasi. Ya, inovasi hadir kadang tidak hanya sebagai penambah nilai dan guna, melainkan juga hadir sebagai pembunuh bagi yang tidak siap menerimanya.

Rhenald Kasali dalam catatannya menyampaikan bahwa hanya 2% dari seluruh guru yang benar-benar menjadi pendidik, yaitu guru yang kreatif yang membentuk manusia. Sekitar 3% sibuk menjadi administrator, dan selebihnya adalah “guru kurikulum” yang hanya menjalankan perintah dengan hanya menyelesaikan kurikulum yang diwajibkan. Apa isi buku, itu yang diberikan.

Dari segi jumlah, pertumbuhan sekolah begitu deras. Sekolah-sekolah baru, muncul dengan tawaran-tawaran baru atau produk lama dengan cara baru. Apapun itu, kini mulai ramai pergerakan positif untuk bersaing menjadi yang terbaik.

Share
Continue Reading

Kalau Guru Kurang Insentif (Penghargaan), Ini Akibatnya…

penghargaan guru tribunnews.com

Oleh: Ali Fauzi

Saat-saat ini adalah penghujung tahun bagi sekolah. Inilah saat mengevaluasi, mengoreksi, dan mempersiapkan diri untuk tahun pelajaran berikutnya.

Guru mengevaluasi siswa setiap bulan melalui ulangan. Bahkan ada yang setiap minggu. Suatu ketika Bill Gates tidak bisa membayangkan jika guru tdk ada yang mengevaluasi dirinya. Jika tidak dievaluasi dan guru tidak menerima feedback, guru akan sulit berkembang dan itu itu saja yang dilakukan selama bertahun-tahun.

Jika satu tahun ini, para kepala sekolah kurang memberikan insentif bagi guru, maka risiko besar siap diterima.

Share
Continue Reading

KALAU …”Guru Dibayar Untuk Menyampaikan Materi, Bukan Untuk Mencintai Anak-anak”

Oleh : Ali Fauzi

Masih banyak guru yg merasa bahwa tugas utamanya adalah menyampaikan materi. Memang betul, tidak ada yang salah. Setiap sekolah memiliki target kurikulum yang harus dicapai.

Namun Sebenarnya, ada tugas utama yang lebih penting. Yaitu membangun hubungan yang baik dengan anak didik.

Jika menyampaikan materi kepada anak didik merupakan satu-satunya tujuan seorang guru dalam mengajar, maka tugas itu sebenarnya sudah dilakukan dengan sangat baik oleh Google. Lebih jauh lagi, Internet tidak hanya menyampaikan informasi dan berita namun menyediakan apapun yang ingin kita ketahui.

Ketika internet belum ada, atau internet belum semudah sekarang, peran guru sebagai pihak yang mentransfer informasi dan pengetahuan masih sangat besar. Kini, peran tersebut sudah bergeser. Guru pun harus siap mengubah mindsetnya.

Share
Continue Reading

Selamat Hari Pendidikan Nasional

sejutaguru.com

Selamat Hari Pendidikan

Selama kasih sayang sesama manusia masih ada, maka proses pendidikan masih terjadi. Kalau seorang guru masih mencintai anak didiknya, maka proses mendidik menjadi proses yang baik dan mencerahkan.

Jika masih ada cinta, tidak akan ada proses menghalalkan segala cara demi nilai dan gengsi. Jika cinta dan sayang menjadi dasar dalam mendidik, maka selalu muncul kegairahan untuk mengantar anak menjadi lebih berkembang.

Share
Continue Reading