Pembelajaran Emosi Dan Karakter–Tips Manajemen Kelas Akhir Tahun

pendidikan emosi dan karakter || 42gears.com

Oleh: Ali Fauzi

Aku masuk kelas dan menayangkan sebuah foto. Beberapa foto muncul bergantian. Saat itu aku mengajar anak-anak kelas 5 SD. Aku sengaja fokus pada ekspresi anak-anak saat melihat foto itu kembali. Dan betul, aku melihat ekspresi yang unik.

Melihat foto kembali adalah salah satu caraku menutup tahun pembelajaran. Ya, hanya salah satu dan tentu masih ada yang lain. Tapi, ini adalah yang paling berkesan bagi anak-anak.

Foto yang mereka lihat adalah foto belajar kelompok di awal tahun. Terus, apa istimewanya?

Cara menyikapi perubahan.

Share
Continue Reading

Video Tentang Manajemen Kelas ( 1 )

manajemen kelas

Oleh: Ali Fauzi

Dari kelas, siswa akan membentuk diri dan jati dirinya. Suasana kelas sangat menentukan perkembangan anak. Dan dari kelas pulalah, seorang anak akan membuka diri untuk dunia yang lebih luas.

Seorang guru yang mampu bercerita dengan sangat apik, bisa membuat anak menyukai sejarah. Seorang guru yang mampu tampil dan menyajikan ilmu eksakta menjadi hal yang sederhana, maka ilmu eksakta bisa menjadi primadona. Seorang guru yang mampu membuat keindahan alam menjadi kata-kata, menyuarakan hati dengan bahasa yang berbunga-bunga, dan mengobarkan semangat hanya dengan bahasa, maka dunia sastra tidak menjemukan lagi bagi siswa.

Bahkan, seorang guru yang mampu membangun hubungan emosional dengan siswanya, maka sekolah akan menjadi rumah bagi anak-anak. Sekolah akan menjadi tempat yang dirindukan dan menjadi pemandu atau kompas bagi kehidupan anak-anak kelak.

Share
Continue Reading

2 Jebakan Yang Sering Tidak Disadari Dalam Penerapan Reward and Punishment

reward and punishment || educenter.id

Oleh : Ali Fauzi

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa cara termudah untuk menegakkan disiplin adalah dengan sistem reward dan punishment. Ada juga yang berpendapat bahwa cara terbaik mengatur dan mengarahkan anak adalah dengan cara model reward dan punishment. Bahkan, untuk meningkatkan semangat belajar atau semangat berkarya, salah satu cara yang sering dilakukan adalah model reward dan punishment.

Tidak ada yang salah ketika reward dan punishment kita terapkan. Toh, hampir semua level kehidupan sangat sulit dipisahkan dari proses reward dan punishment.

Sayangnya, reward dan punishment seringkali muncul seolah-olah untuk menunjukkan “kekuasaan” orang dewasa. “Kekuasaan” guru terhadap muridnya, senior terhadap juniornya, atau orangtua terhadap anaknya. Mayoritas berdalih bahwa reward dan punishment merupakan cara terbaik dan satu-satunya untuk bisa mengendalikan keadaan.

Share
Continue Reading

Guru, Jangan Hanya Kau Kenalkan Namamu. Ceritakan Tentang Dirimu…

hari pertama sekolah ||sumber gambar bisnis.com

Oleh : Ali Fauzi

Tulisan ini untuk guru dan untuk siapapun yang memiliki jiwa pendidik. Bisa untuk guru baru, guru senior yang membutuhkan penyegaran, atau sekadar pengingat.

Hari pertama sekolah adalah saat dimana teka-teki dalam diri anak akan terjawab. Setiap anak, terkadang orangtua juga, menyimpan rapi teka-teki dalam dirinya. Tentang sekolah, kelas, teman, teman sebangku, teman lama, guru, wali kelas, gedung sekolah, bahkan tentang dirinya sendiri.

Apapun yang anak dapatkan di hari pertama, akan memengaruhi harapan anak di sekolahnya. Apakah hari pertama langsung menentukan? Iya, tapi tidak besar. Dengan catatan, kesalahan hari pertama harus langsung diperbaiki di hari berikutnya. Anak-anak di sekolah akan membangun harapan dan kesan pada minggu pertama sampai bulan pertama. Jika hari pertama terlewati dengan biasa saja, maka mari menyempurnakannya di hari-hari berikutnya.

Share
Continue Reading