Pendidikan Karakter; Membatalkan Pembelajaran

Pendidikan karakter

Oleh: Ali Fauzi

Bel masuk setelah istirahat telah berbunyi. Gelombang anak bergerak menuju kelas. Ada yang berlari, jalan santai, dan bahkan jalan mundur sambil bercanda dengan teman ketika mereka bergerak masuk ke kelas masing-masing.

Saat itu aku membawa timbangan meja dan lima kantong plastik yang isinya berbeda-beda. Ada kacang hijau, beras, tepung, gula, dan kerupuk. Semua dengan ukuran berat yang berbeda. Ya, kami akan belajar tentang satuan berat.

Untuk mengenal berat benda, anak-anak harus langsung merasakan berat benda dengan tangan dan otot mereka sendiri. Kalau anak-anak belajar berat benda hanya dari papan tulis dan buku, bisa jadi mereka hanya akan mengenal nama saja. Bahkan seringkali mereka tidak tahu manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari.

Belum juga mengucap salam, seorang anak mendekatiku dan menarik bajuku untuk menunduk. Aku pun jongkok di hadapannya. Wajah layu itu segera membisikkan sesuatu, lantas menarikku untuk mengikutinya. Di situlah tampak penyebab layunya wajah anak tersebut.

Share
Continue Reading

Pembelajaran Emosi Dan Karakter–Tips Manajemen Kelas Akhir Tahun

pendidikan emosi dan karakter || 42gears.com

Oleh: Ali Fauzi

Aku masuk kelas dan menayangkan sebuah foto. Beberapa foto muncul bergantian. Saat itu aku mengajar anak-anak kelas 5 SD. Aku sengaja fokus pada ekspresi anak-anak saat melihat foto itu kembali. Dan betul, aku melihat ekspresi yang unik.

Melihat foto kembali adalah salah satu caraku menutup tahun pembelajaran. Ya, hanya salah satu dan tentu masih ada yang lain. Tapi, ini adalah yang paling berkesan bagi anak-anak.

Foto yang mereka lihat adalah foto belajar kelompok di awal tahun. Terus, apa istimewanya?

Cara menyikapi perubahan.

Share
Continue Reading

“Ranking” Kelas Yang Masih Penting

ranking kelas || duniaku.net

Oleh: Ali Fauzi

Sudah banyak sekolah yang menghilangkan ranking kelas. Kurikulum 2013 jelas tidak menganggap penting ranking. Terus, bagaimana cara mengajarkan sikap kompetitif kepada anak? Bagi orangtua, muncul pertanyaan bagaimana cara mengetahui kemampuan anak saya?

Orangtua selalu penasaran tentang posisi seberapa pintar anaknya di kelas. Hal ini sangat wajar. Hanya saja, yuk kita bertanya pada diri sendiri, untuk apa? Positif atau negatif? Memuji anak, menghakimi anak, membanggakan diri, memamerkan kepada orang lain, pemicu untuk lebih baik, atau untuk sekadar tahu saja.

Share
Continue Reading

Kenapa “Belajar Berkelompok” Sangat Penting Bagi Pembentukan Karakter Bangsa?

cooperative learning

 

Oleh : Ali Fauzi

Ketika setiap individu—dari anak-anak sampai orang dewasa—bebas mengakses internet kapanpun dan dimanapun, secara bersamaan budaya individualistik ikut berkembang. Pendidikan yang awalnya dibangun dari hubungan personal guru dan murid, kini mulai bergeser. Setiap individu tidak lagi perlu bertemu orang lain untuk belajar sesuatu.

Share
Continue Reading