LQ (Love Quotient), Kecerdasan Baru Yang Harus Murid Miliki

peduli || sumber gambar: balipost.com

Oleh: Ali Fauzi

Bulan lalu, Jack Ma berbicara tentang pendidikan di World Economy Forum. Salah satu poin penting yang menjadi perhatian Jack Ma adalah bahwa perubahan pendidikan sebaiknya tidak berfokus pada kurikulum, melainkan pada kapasitas peserta didik. Di antara kapasitas tersebut adalah kapasitas LQ di samping IQ dan EQ.

Share
Continue Reading

Percayalah, Sekolah Yang “Keras” Lebih Diinginkan

disiplin positif || sumber gambar: suara merdeka

Oleh: Ali Fauzi

Apa Yang anda lakukan, Jika…

Anak anda sudah berangkat sekolah. Satu jam kemudian, anda melihat tugas anakmu masih tergeletak di meja ruang tamu. Anak anda mengatakan bahwa dia harus mengumpulkannya hari ini. Dan, anak anda lupa membawa ke sekolah hari ini.

Mana yang lebih anda pilih: segera mengambilnya dan mengantarkannya ke sekolah, atau membiarkan begitu saja?

Jawaban dari para ilmuwan psikologi adalah lebih baik memilih yang kedua. Yaitu, tidak mengantarkan tugas itu ke sekolah anak anda. Apakah kejam? Sebagian orang akan memandang kejam dengan keputusan ini. Mereka merasa kasihan dengan anaknya yang sudah mengeluarkan tenaga untuk menyelesaikan tugas tersebut. Ini kan, kesalahan sepele. Kita harus tetap menyelamatkannya. Hadiah tambahannya, anak anda akan menganggap anda sebagai pahlawan.

Share
Continue Reading

Anakmu Bukan Milikmu

sejutaguru.com|| puisi anakmu

Anakmu Bukanlah Milikmu – 
By Kahlil Gibran

Anak adalah kehidupan,
Mereka sekedar lahir melaluimu tetapi bukan berasal Darimu.
Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu,
Curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan Pikiranmu
karena mereka Dikaruniai pikiranya sendiri

Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya,
Karena jiwanya milik masa mendatang
Yang tak bisa kau datangi
Bahkan dalam mimpi sekalipun

Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah
menuntut mereka jadi seperti sepertimu.
Sebab kehidupan itu menuju kedepan, dan
Tidak tengelam di masa lampau.

Kaulah busur,
Dan anak – anakmulah anak panah yang meluncur.
Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian.
Dia menantangmu dengan kekuasaan-Nya,
hingga anak panah itu meleset,
jauh serta cepat.

Meliuklah dengan sukacita
Dalam rentangan Sang Pemanah,sebab Dia
Mengasihi anak- anak panah yang meleset laksana kilat,
Sebaimana pula dikasihiNya busur yang mantap

–the prophet–

Share
Continue Reading

Ketika Cara Orang Tua Membesarkan Anak Dipermasalahkan; Snowplow Parenting

snowplow parenting sejutaguru.com

Oleh: Ali Fauzi

Seorang ibu berjalan dengan langkah cepat. Di tangannya tampak sebuah map agak tebal. Dia sudah pergi beberapa kali ke pelayanan foto copy untuk sekadar menggandakan dokumen atau laminating. Seorang ibu tersebut sedang mengurus semua kebutuhan anaknya yang hendak daftar ke sekolah menengah atas.

 Sekilas, tidak ada yang salah dengan kisah di atas. Namun, model peran orangtua seperti kisah di atas sudah lama menjadi sorotan. Baru-baru ini isu tersebut kembali menguat setelah beberapa problem muncul di beberapa kampus di Amerika.

Model pengasuhan ini sering disebut sebagai snowplow parenting. Sebelumnya, kita mengenal ada “Tiger Parenting”, “helicopter parenting”, “intensive parenting”,  “lawnmore parenting”, juga “snowplow parenting”.

Share
Continue Reading

Education 1.0, Education 2.0, Atau Education 3.0; Anda Berada Di Posisi Mana?

Oleh: Ali Fauzi

Proses perubahan saat ini, semua beridentitas 4.0. Ada industri 4.0, revolusi 4.0, web 4.0, motivasi 4.0, sampai kepada education.

Karakteristik dunia timur sangat berbeda dengan dunia barat. Dalam sejarah, dunia barat mengagungkan rasionalitas, sementara dunia timur mendidik dan belajar melalui keagungan dan kebesaran seorang guru. Gaya yang berbeda ini juga melahirkan budaya dan tatanan sosial yang berbeda pula.

Share
Continue Reading

“The Art of War” Dalam Mendidik Anak

source: medium.com

One hundred victories in one hundred battles is not the most skillful. Subduing the other’s military without battle is the most skillful

Sun Tzu

Apakah kalau kita memaksaa anak untuk diam, itu pertempuran?

Apakah kalau kita, dengan dominasi kita sebagai orang dewasa, memerintah anak untuk tunduk tanpa alasan juga merupakan pertempuran?

Silakan Tafsirkan sendiri.

Kalau anda mampu menaklukkan hati anak didik karena “bertempur”, bisa jadi itu bukan cara atau metode terbaik. Pasti ada cara meluluhkan hati di mana anak-anak memulai langkah bukan dengan rasa takut.

Arti “bertempur” sangat beragam. Seni perang Sun Tzu ternyata bisa kita terapkan dalam mendidik anak. Tentu, dalam tafsiran yang sesuai.

Share
Continue Reading