Membicarakan “Impor Guru”, Tidak Penting

Share
sumber gambar: regional.kompas.com

A: Banyak orang sudah lupa dengan kata tanya”mengapa”. Mereka lebih ingat kata tanya “Apa”.

B: Apa maksudmu, kawan?

A: Ketika ada berita tentang impor guru, lebih banyak yang merespon dengan kata tanya “Apa” ketimbang “mengapa”. Lebih sempit lagi, berita tersebut mereka posisikan sebagai penantang. Seolah-olah, mereka mendapat tantangan dengan pertanyaan: Apa sikapmu kalau impor guru benar terjadi? Apa responmu jika kebijakan ini ada? Dan seterusnya.

B: Saya kira penting, kita merespon dengan cara itu. Apakah kawan masih ingat dengan teori “test the water”?

Continue Reading

Memilih Active Reading Ketimbang Speed Reading

Share

Oleh: Ali Fauzi

Saya kagum dengan pelatihan atau seminar tentang cara membaca cepat, bahkan super cepat. Banyak pula buku yang mengupas tentang metode ini. Namun, ada kerugian yang harus kita terima ketika kita menggunakan baca cepat terhadap sebuah buku. Tentu, ada keuntungannya.

Thomas Frank dalam bukunya 10 Steps to Earning Awesome Grades, menulis bahwa janganlah membaca buku layaknya membaca koran. Saat membaca koran, kita hanya ingin mengetahui inti kejadian hari ini. Salah satu efek dari metode baca koran adalah sikap reaktif.

Continue Reading

Kepala Sekolah Yang “Buruk” Berakibat Fatal Pada Pendidikan

Share
peran kepala sekolah || sumber gambar: cnnindonesia.com

Oleh: Ali Fauzi

Jika proyeknya adalah memotong pohon, maka guru harus memastikan dirinya untuk memiliki kemampuan memotong pohon dengan cara yang tepat. Sedangkan kepala sekolah harus memastikan bahwa yang dipotong adalah pohon yang tepat. Bukan sembarang pohon.

Meskipun ujung tombak pendidikan di sekolah adalah guru, namun peran kepala sekolah tak kalah besarnya dengan peran guru. Jika guru adalah pemimpin belajar di kelas, maka kepala sekolah adalah pemimpin belajar para guru.

Continue Reading

PISA; Kisah Tes Terbesar Di Dunia

Share
sumber gambar: internet

Ole: Ali Fauzi

“Your education today is your economy tomorrow”, begitulah ucap lelaki yang rambutnya sudah memutih. Dia adalah Andreas Schleicher.

Schleicher-lah orang yang memimpin tes terbesar di dunia ini. Tes tersebut tidak menguji memory siswa dan kurikulum yang berbasis pengetahuan. Menurutnya, jika kita hanya mengajar dan membuat tes apa yang kita ajarkan berdasarkan hafalan, maka robot mampu melakukannya lebih baik. Ingin bukti, tanyalah google tentang sejarah, maka dia akan menunjukkan ribuan sumber sejarah dalam hitungan detik.

Schleicher adalah ilmuwan data Jerman. Dialah yang memimpin perubahan tes ini dari tes akademik yang beorientasi materi menjadi tes yang mengukur berbagai keterampilan, pola pikir, kolaborasi, empati, dan kreativitas. Dia memiliki visi ingin mengubah cara negara-negara di seluruh dunia mengajar anak-anak dan generasi mereka.

Continue Reading

KKM Tidak Pernah Membatasi. Inilah Alasannya…

Share

Oleh: Ali Fauzi

Permainan roller coaster harus memenuhi standar atau Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) tentang keselamatan. Dengan standar tersebut, pembuat roller coaster tidak pernah kehilangan cara untuk membuat permainan tersebut menjadi menantang dan menyenangkan.

Begitulah seharusnya kita memosisikan KKM.

Menganalogikan KKM dalam belajar dengan permainan roller coaster tidak sepenuhnya tepat. Roller coaster adalah benda mati, sedangkan proses belajar adalah proses dinamis dengan modal dan kondisi yang berbeda-beda. Analogi di atas hanyalah pemantik untuk melihat KKM dari sudut pandang lain. Mari kita ulik titpis-tipis saja.

Continue Reading

Gaya Belajar Itu Mitos

Share
sumber gambar: guraru.org

Oleh: Ali Fauzi

“Gaya belajar itu mitos, kawan.”

Dua orang guru sedang ngobrol ringan tentang multiple intelligence. Keduanya meyakini, mungkin juga anda, bahwa jika kita tidak pernah membahas tentang metode belajar dan mengajar dengan rekan kita, maka hampir pasti, cara mengajar kita stagnan. Kecuali anda membaca buku dan mempraktikkannya.

Seorang guru menawarkan kopi hitam yang dibelinya secara online. “Yuk kita coba kopi ini!”

A: Gaya belajar itu bukan mitos. Ada penelitiannya. Ada otak yang cara kerjanya adalah auditori, ada juga yang visual, juga kinestetik.

Continue Reading

RPP: Belajar Dari Starbucks

Share
belajar dari starbucks || sumber gambar: food.detik.com

Oleh : Ali Fauzi

RPP itu penting, tapi fakta dominannya, ada fungsi lain yang mengalahkannya ketimbang sebagai panduan mengajar.

Pagi itu, seorang murid memberiku hadiah sebotol kopi. Ada logo Starbucks di bagian luarnya. “Ini asli?”, tanyaku. Sepanjang hidupku, aku terbiasa ngopi sachetan. Paling banter, kopi tubruk. “Iya, pak, asli.” 

Saat itu, ingatanku langsung menuju sebuah buku yang merangkum kisah perjalanan sukses Starbucks.

Continue Reading